Penertiban Bangunan Liar di Kalideres, 45 Unit Dibongkar untuk Kembalikan Fungsi TPU

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menertibkan puluhan bangunan yang berdiri di atas lahan aset milik Pemprov DKI Jakarta di wilayah Kecamatan Kalideres, Selasa (31/3).

Penertiban itu merupakan bagian dari upaya pengembalian fungsi lahan tempat pemakaman umum (TPU).

Operasi gabungan menyasar dua wilayah, yakni Kampung Sawah di RW 07 dan 08 Kelurahan Kamal serta Kampung Vietnam di RW 04 dan 08 Kelurahan Pegadungan. Puluhan personel dari berbagai unsur diterjunkan untuk memastikan proses berjalan lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kalideres, Raditian Ramajaya menjelaskan, bahwa lahan yang ditertibkan merupakan aset Pemprov DKI Jakarta dengan luas kurang lebih 65 hektare yang diperuntukkan sebagai area TPU.

Baca Juga :  Gani Suwondo Lie Gelar Forum Serap Aspirasi Warga DKI Jakarta, Dorong Pembangunan Tepat Sasaran

Menurutnya, penertiban dilakukan setelah adanya kesepakatan dengan warga terkait rencana relokasi. Total terdapat 45 bangunan yang ditertibkan, dengan rincian 15 bangunan di wilayah Kamal dan 30 bangunan di Pegadungan.

“Proses pembongkaran dilakukan secara kolaboratif. Sebagian warga membongkar bangunannya secara mandiri, sementara sisanya dibantu oleh petugas gabungan,” ujar Raditian.

Ia merinci, di wilayah Kamal, lima bangunan ditertibkan pada hari ini, terdiri dari tiga unit yang dibongkar petugas dan dua unit oleh penghuni.

Sebelumnya, sepuluh bangunan telah lebih dulu dibongkar secara mandiri oleh warga.

Sementara di Pegadungan, sebanyak 30 bangunan ditertibkan, dengan rincian 10 unit dibongkar oleh petugas dan 20 unit lainnya dilakukan secara swadaya oleh pemilik bangunan.

Baca Juga :  Satpol PP Jakbar Gelar Operasi Miras Guna Antisipasi Gangguan Ramadan

Meski sebagian besar bangunan telah ditertibkan, masih terdapat sejumlah warga yang bertahan di lokasi.

Raditian menyebutkan, sekitar 10 bangunan di wilayah Kelurahan Kamal masih dihuni karena belum tercapai kesepakatan relokasi.

“Untuk warga yang belum pindah, kami masih melakukan pendekatan dan koordinasi terkait lokasi relokasi yang sesuai,” jelasnya.

Pemkot Jakarta Barat menargetkan seluruh proses penertiban dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Upaya itu diharapkan dapat mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya sebagai area pemakaman umum.

“Target kami dalam satu pekan ke depan seluruh bangunan sudah tertib dan lahan bisa difungsikan kembali sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Iin Mutmainnah Tantang Stigma “Gotham City”: Forkopimko dan Warga Bersatu Jaga Jakarta Barat Tetap Aman
Instruksi Presiden, Kemenhut Bekukan 6 Perusahaan Terkait Karhutla Kalimantan
Milad ke 28 Tahun, DPP Barisan Muda PAN, Bagikan 2.800 Paket Makan Siang Gratis
Di Tengah Cek Karhutla Kalimantan Selatan, Menhut Raja Antoni Gelar Rapat Mendadak Penguatan Penanganan
Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni : Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap
Kemendagri Dorong Pemda Lampung Integrasikan SPM Sosial dalam Perencanaan Daerah
HUT RI ke-81 di Grogol Petamburan Meriah, Jajaran Kecamatan hingga UKPD Ikuti Beragam Lomba
Cosplay Prabowo Meriahkan Lomba HUT ke-81 RI di Kecamatan Grogol Petamburan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Iin Mutmainnah Tantang Stigma “Gotham City”: Forkopimko dan Warga Bersatu Jaga Jakarta Barat Tetap Aman

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Instruksi Presiden, Kemenhut Bekukan 6 Perusahaan Terkait Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Milad ke 28 Tahun, DPP Barisan Muda PAN, Bagikan 2.800 Paket Makan Siang Gratis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Di Tengah Cek Karhutla Kalimantan Selatan, Menhut Raja Antoni Gelar Rapat Mendadak Penguatan Penanganan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni : Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap

Berita Terbaru