KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Suararealitas.co -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini memiliki Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diarahkan sebagai kawasan tematik hilirisasi berbasis wisata kuliner. Adalah KNMP Lateng di Banyuwangi yang merupakan proyek KNMP tahap pertama yang telah rampung 100 persen.

KNMP tematik di Lateng ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas nelayan, tetapi juga dikembangkan sebagai sentra pengolahan hasil perikanan tangkap untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi pesisir.

Selain itu, KNMP Lateng juga memiliki daya tarik dari sisi arsitektur. Enam bangunan utama berdiri dengan mengadopsi gaya rumah adat Suku Osing serta ornamen batik Gajah Oling, memadukan unsur modern dan kearifan lokal Banyuwangi. Konsep ini sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi wisata kuliner berbasis hasil laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa konsep KNMP Lateng berbeda dengan kampung nelayan lainnya. Jika di sejumlah daerah pembangunan difokuskan pada penguatan sarana produksi, maka di Banyuwangi pendekatan yang diambil adalah hilirisasi langsung.

“Di beberapa wilayah lain lebih ke arah produksi dan sarana prasarana produksi. Tetapi di sini tematik hilirnya. Jadi hilirisasi langsung, hasil tangkapan nelayan dibawa ke sini untuk diolah menjadi produk kuliner. Ini menggerakkan ekonomi di level bawah karena ada kombinasi antara produksi dan kuliner,” kata Menteri Trenggono saat meninjau lokasi, Selasa (3/3).

Baca Juga :  Komjen Agus Andrianto Pimpin Langsung Korps Raport KPLB 6 Personil Bareskrim Polri

Menteri Trengggono menjelaskan, model tematik seperti ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari nelayan sebagai produsen hingga pelaku usaha kuliner sebagai pengolah dan pemasar. Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam dua tahun ke depan untuk mengukur dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta peningkatan kesejahteraan nelayan.

“Nanti kita lihat pertumbuhan ekonomi dengan hadirnya kampung nelayan tematik kuliner ini seperti apa. Dampaknya kepada nelayan juga akan kita hitung,” katanya.

Untuk mendukung operasional nelayan, pemerintah memastikan ketersediaan fasilitas penunjang seperti pabrik es serta pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Menurut Menteri Trenggono, pembangunan SPBN akan dilakukan melalui koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait guna menjamin kuota bahan bakar bagi nelayan.

Baca Juga :  ASIPPER 2025 Jadi Ruang Kolaborasi Akademisi, Praktisi, dan Pembuat Kebijakan dalam Reformasi Hukum Indonesia

“SPBN tidak hanya di Banyuwangi, tetapi akan kita instal di seluruh KNMP. Kita sudah bicara dengan Pertamina dan pihak terkait untuk alokasi kuotanya,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang bantuan kapal bagi nelayan yang membutuhkan, sesuai dengan pendataan di lapangan. Pengelolaan kawasan kuliner nantinya akan melibatkan koperasi yang dibina pemerintah daerah agar manfaat ekonomi dapat dikelola secara kolektif dan berkelanjutan.

Di kawasan tersebut terdapat 20 kios yang diisi pelaku usaha lokal. Salah satunya, Ramli, pemilik Kios 2, mengaku penataan kawasan yang lebih tertib membuat aktivitas usaha menjadi lebih teratur.

“Biasanya ramai pada malam hari. Pendapatan sehari sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Harapannya ke depan retribusi tidak memberatkan,” katanya.

Dengan konsep hilirisasi tematik ini, pemerintah optimistis KNMP Lateng mampu menjadi model pembangunan pesisir yang tidak hanya memperkuat sektor produksi perikanan, tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kuliner dan pariwisata yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan keluarganya.

 

Berita Terkait

Lawan Cuaca Panas, SoKlin Pewangi Buktikan Ribuan Riders Perempuan Tetap Wangi dan Bebas Gerah Setelah Berkendara
Perkuat Citra dan Jaringan, BRI KC Daan Mogot Sosialisasikan Rebranding ke Agen BRILink
Bupati Tangerang Minta Para Kepala Sekolah SD SMP Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi
Pemerintah Resmi Mulai Proyek Perlindungan Pantura Jawa, Libatkan 22 Lembaga
KKP: Modeling Tambak BUBK Kebumen Kembali Panen
BRI Kanca Serang Gelar Basic Fire and Safety Training serta Pelatihan Penggunaan APAR
BRI Kanca Puri Niaga Gelar Olahraga Bersama untuk Pererat Kebersamaan
Groundbreaking Pabrik PT Hoi Fu di KEK Kendal: Investasi Rp1,12 Triliun Dorong Serapan 1000 Tenaga Kerja

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:41 WIB

Lawan Cuaca Panas, SoKlin Pewangi Buktikan Ribuan Riders Perempuan Tetap Wangi dan Bebas Gerah Setelah Berkendara

Senin, 4 Mei 2026 - 17:00 WIB

Perkuat Citra dan Jaringan, BRI KC Daan Mogot Sosialisasikan Rebranding ke Agen BRILink

Senin, 4 Mei 2026 - 16:53 WIB

Bupati Tangerang Minta Para Kepala Sekolah SD SMP Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Pemerintah Resmi Mulai Proyek Perlindungan Pantura Jawa, Libatkan 22 Lembaga

Senin, 4 Mei 2026 - 11:52 WIB

KKP: Modeling Tambak BUBK Kebumen Kembali Panen

Berita Terbaru