Berhasil Catat Kinerja Impresif di Kuartal Kedua, Kini Ethereum Ungguli Bitcoin: Potensi Bullish di Q3

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: mata uang kripto. (Foto: Dok.Google/Ist).

ILUSTRASI: mata uang kripto. (Foto: Dok.Google/Ist).

JAKARTA, suararealitas.co – Setelah mengalami penurunan drastis di kuartal pertama, Ethereum (ETH) berhasil mencatat kinerja impresif di kuartal kedua tahun 2025.

Aset kripto ini menorehkan kenaikan hampir 40%, mengungguli Bitcoin (BTC) yang hanya naik 28,81% dalam periode yang sama.

Tren positif ini, didukung oleh aktivitas investor institusional dan whale, mengindikasikan potensi bullish yang kuat di kuartal ketiga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ETH memulai Q2 dari posisi yang cukup lemah setelah kehilangan hampir 50% nilainya di Q1, menyentuh titik terendah US$ 1.441 pada pertengahan April.

Namun, titik tersebut menjadi titik balik yang signifikan. Sejak saat itu, ETH menunjukkan pemulihan yang luar biasa, menunjukkan kekuatan dan resiliensi di tengah volatilitas pasar kripto.

Pemulihan ETH ditandai dengan beberapa indikator kunci:

  • Dominasi Pasar: ETH telah berhasil memulihkan dominasi pasarnya, mendekati level 10% setelah sempat menyentuh titik terendah 6,95%.
  • Rasio ETH/BTC: Rasio ETH/BTC rebound 25% sejak titik nadir, menunjukkan pergeseran sentimen investor yang positif terhadap ETH.
  • Grafik ETH/BTC: Grafik ETH/BTC membentuk pola higher low di setiap penurunan, sinyal klasik akumulasi. Ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pembelian dan melemahnya tekanan jual.
  • Aliran Modal Institusional: BlackRock, raksasa manajemen aset, menginvestasikan US$ 750 juta ke Ethereum di bulan Juni tanpa menjual satu pun ETH yang dimilikinya. Ini menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap potensi kenaikan harga ETH di masa depan.
  • Aktivitas Whale: Transaksi besar, seperti pembelian hampir 4.000 ETH senilai US$ 10 juta, dan peningkatan jumlah wallet dengan kepemilikan 1.000-10.000 ETH ke level tertinggi dua tahun (4.970 alamat), menunjukkan keyakinan investor besar terhadap ETH.
Baca Juga :  Indonesia – AS Sepakat Tingkatkan Kerjasama Bilateral di Bidang Politik dan Keamanan

Semua indikator di atas menunjukkan potensi bullish yang kuat untuk ETH di Q3 2025. Dengan aliran modal institusional yang signifikan, aktivitas whale yang meningkat, dan sinyal teknis yang membaik, Ethereum berpotensi membentuk struktur bullish baru terhadap BTC.

Baca Juga :  Memalukan, Foto "Bugil" Mirip Oknum Anggota DPRD Humbahas Viral di Medsos

Hal ini bisa membawa keuntungan signifikan bagi pemegang jangka panjang (LTH) yang telah bertahan sejak koreksi awal tahun.

Meskipun ETH telah mengalami reli solid di Q2, perlu diingat bahwa pasar kripto tetap volatil.

Harga Ethereum saat ini (berdasarkan data Coingecko) berada di US$ 2.421,57, mengalami penurunan 3,8% dalam 24 jam terakhir.

Oleh karena itu, investor tetap perlu berhati-hati dan melakukan riset yang menyeluruh sebelum melakukan investasi di pasar kripto.

Berita Terkait

Penutupan Jalur Udara Timur Tengah, Ribuan Penumpang di Bali Terdampak: Imigrasi Berlakukan ITKT dan Bebas Denda Overstay
JANGAN Terlalu Percaya pada BOARD Of PEACE ala TRUMP
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Nuklir Rusia Amerika Resmi Berakhir adalah Alarm Keras bagi Peradaban Akhir Zaman
PBB Tegaskan Status Greendland Tetap Bagian Denmark
Malaysia Kecam Keras Tindakan Israel ke Markas UNRWA
Perkuat Kesiapan Operasional RDF Plant Rorotan, DLH DKI Luncurkan Ratusan Truk Compactor Tertutup
Indonesia Resmi Terpilih Sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2026–2027
Daring Peace di Vatikan, Menag Bicara Persaudaraan dan Kenang Persahabatannya dengan Paus Fransiskus

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:26 WIB

Penutupan Jalur Udara Timur Tengah, Ribuan Penumpang di Bali Terdampak: Imigrasi Berlakukan ITKT dan Bebas Denda Overstay

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:48 WIB

JANGAN Terlalu Percaya pada BOARD Of PEACE ala TRUMP

Senin, 16 Februari 2026 - 11:00 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Nuklir Rusia Amerika Resmi Berakhir adalah Alarm Keras bagi Peradaban Akhir Zaman

Kamis, 22 Januari 2026 - 03:32 WIB

PBB Tegaskan Status Greendland Tetap Bagian Denmark

Kamis, 22 Januari 2026 - 01:04 WIB

Malaysia Kecam Keras Tindakan Israel ke Markas UNRWA

Berita Terbaru

Megapolitan

Terminal Bayangan Marak di Jakbar, Ini Saran Pengamat Transportasi

Minggu, 15 Mar 2026 - 15:13 WIB