Asosiasi Pesantren NU Jakarta Ungkap Hasil Tes LAB Positif menggunakan Minyak Babi pada Pelumas Food Tray Impor dari China Ke RI.

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Namun, mereka menegaskan penolakan terhadap penggunaan food tray impor asal China yang menuai kontroversi, terutama terkait dugaan pencemaran bahan haram dalam proses produksinya.

Pernyataan sikap itu ditegaskan dalam acara bertajuk “Mendukung Program MBG Presiden dan Menolak Food Tray Impor China” yang digelar di Jakarta, Rabu (17/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengungkap indikasi penggunaan minyak babi dalam proses produksi food tray impor yang digunakan pada program MBG.

Wafa Riansah Wakil Sekretaris RMI NU DKI, menjelaskan indikasi tersebut diperoleh dari dokumen Material Safety Data Sheet (MSDS) yang merujuk pada penggunaan minyak hewani dalam tahap pencetakan.

“Dugaan kuat, minyak itu berasal dari hewan haram. Sampel food tray masih diuji di laboratorium untuk mendapatkan kepastian,” kata Wafa. Ia menegaskan pentingnya klarifikasi resmi agar pelajar Muslim penerima manfaat MBG terhindar dari produk yang tidak halal.

Baca Juga :  Pembangunan PPN Pengambengan untuk Modernisasi & Inklusivitas Ekonomi Perikanan

Wafa menambahkan, berbeda dengan produsen lokal yang menggunakan minyak nabati, praktik di pabrik China lebih berisiko karena tidak jelas sumber bahan bakunya. “Ini bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut perlindungan akidah umat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan produsen dalam negeri. Zulkifli Henri dari Asosiasi Pengusaha Makanan dan Kemasan Indonesia (APMAKI) mengingatkan bahwa industri nasional telah memiliki sertifikasi halal dan standar nasional Indonesia (SNI).

“Praktik impor berlebihan membuat industri lokal tertekan, padahal kapasitas produksi dalam negeri sudah mencukupi. Harga murah produk impor tidak boleh mengorbankan standar halal dan keamanan konsumen,” tegas Zulkifli. Ia menyebut pihaknya telah melaporkan persoalan ini ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kementerian terkait.

Sementara itu, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jakarta, KH Rakhmad Zailani Kiki, menekankan bahwa isu halal tidak bisa dinegosiasikan. Menurutnya, umat Islam berhak mendapatkan jaminan produk halal dalam program pemerintah, termasuk MBG.

Baca Juga :  KKP Bangun Sinergi Lindungi Habitat Penyu di Raja Ampat

“Proses produksi harus bebas dari unsur haram sejak awal. Kami mendesak Menteri Perdagangan segera menghentikan impor food tray yang belum jelas status kehalalannya,” kata KH Rakhmad.

Ia juga mengingatkan agar program MBG lebih mengutamakan produk dalam negeri yang sudah terbukti halal dan aman. “Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga soal akidah dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” imbuhnya.

Asosiasi Pesantren NU menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa dukungan terhadap MBG berjalan seiring dengan penolakan food tray impor China. “Prioritas utama kami adalah memastikan keamanan konsumsi halal. Ini prinsip yang tidak bisa ditawar,” demikian pernyataan resmi asosiasi.

Berita Terkait

Jaga Jakarta On The Spot di Pelabuhan Muara Baru, Polres Priok Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Masyarakat
Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap
JJOS Patroli Perintis Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan hingga Tawuran
Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo
Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI
Tingkatkan Keamanan, Unit Pam Obvit Polres Pelabuhan Tanjung Priok Laksanakan Patroli di Area PT PLN Indonesia Power UBP Priok
JJOS Polres Priok Intensifkan Patroli Cipta Kondisi, Antisipasi Kejahatan Jalanan
Pengecatan Gedung Pompa Sunter Timur Rawa Badak Perkuat Pemeliharaan Infrastruktur SDA

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Jaga Jakarta On The Spot di Pelabuhan Muara Baru, Polres Priok Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Masyarakat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:00 WIB

JJOS Patroli Perintis Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan hingga Tawuran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI

Berita Terbaru