Dukung Satgas sebagai Upaya Pemberantasan dan Pencegahan Judi Online dan Pinjol Ilegal

- Jurnalis

Kamis, 20 Juni 2024 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dalam menangani maraknya judi online dengan membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring (Satgas Judi Online). Langkah ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kasus perjudian online yang telah meresahkan masyarakat dan mengancam stabilitas sosial.

Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) yang memimpin Satgas tersebut, menegaskan bahwa pemerintah sangat serius dalam mengatasi masalah perjudian online. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Amanat dari Bapak Presiden adalah untuk menerapkan kebijakan konkret dan komprehensif dalam memotong ekosistem perjudian daring,” ujar Hadi.

Satgas akan melibatkan pihak Kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk turun ke lapangan. “Keterlibatan langsung dari pihak Kepolisian dengan dukungan dari BIN dan TNI diperlukan,” jelas Hadi.

Pemerintah mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari masyarakat dan aparat penegak hukum dalam upaya ini. Selain langkah-langkah penegakan hukum, Satgas juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, yang menjabat sebagai Ketua Harian Satgas, menekankan pentingnya koordinasi, sosialisasi, dan penyelesaian kendala dalam pencegahan judi online. 

Baca Juga :  Pasutri H. Tatang Diduga Dagang Obat Keras, Warga Geram APH Polda Metro Jaya di Minta Turun Kelapangan untuk Menindak Tegas Para Penjual Obat Daftar "G" di Wilayah Cikarang

“Kominfo juga melakukan penanganan judi online melalui pemblokiran konten, menutup Internet Service Provider (ISP) dan menghentikan akses platform yang mempromosikan judi online, serta memberlakukan sanksi administratif pada pelaku,” ujar Budi.

Keanggotaan Satgas ini mencakup berbagai unsur, termasuk aparat kepolisian, jaksa, BIN, BSSN, dan lembaga lainnya. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak terjerat dalam praktik judi online yang bisa merugikan secara finansial dan merusak kehidupan sosial. 

Satgas yang dibentuk memiliki tugas utama untuk memantau, mengidentifikasi, dan mengambil tindakan tegas terhadap situs-situs dan aplikasi-aplikasi yang menawarkan layanan judi online dan Pinjol ilegal. Selain itu, Satgas juga berperan dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan risiko yang terkait dengan aktivitas tersebut.

Edukasi diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang bahaya judi online dan cara menghindari godaan tersebut. Budi Arie juga menyatakan bahwa operator seluler seperti Telkomsel, XL, dan Smartfren telah menunjukkan kerja sama yang baik dalam upaya pemberantasan judi online. 

“Saya komunikasi dengan Dirut operator seluler agar pulsa hp tidak digunakan untuk memfasilitasi judi online. Telkomsel, XL, dan Smartfren sangat kooperatif,” kata Budi.

Baca Juga :  Bekasi Darurat Obat Keras Golongan G, Bisnis Ilegal Ini Dibiarkan Menggurita?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan larangan dan bahaya terkait judi online, mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam perjudian baik offline maupun online. “Jangan judi. Lebih baik kalau ada rezeki, ada uang itu ditabung atau dijadikan modal usaha,” ujar Presiden.

Pemerintah berharap dengan adanya Satgas Pemberantasan Judi Online, kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai risiko judi online dapat meningkat. Dengan demikian, individu dan keluarga diharapkan dapat terhindar dari dampak negatif praktik perjudian online ini.

Pencegahan dan literasi adalah dua aspek krusial dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya judi online dan Pinjol ilegal. Dengan dukungan penuh terhadap Satgas, diharapkan upaya ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan. 

Masyarakat yang lebih teredukasi dan waspada adalah kunci utama untuk mengurangi risiko dan kerugian yang disebabkan oleh praktik-praktik ilegal tersebut. Mari kita bersama-sama mendukung Satgas dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan digital kita.

Berita Terkait

6 Terduga Pelaku Mengaku Polisi Dibebaskan di Teluknaga, Dasar Hukumnya Dipertanyakan
Tim Hukum Alpriado Osmond Desak Polres Metro Tangerang Kota Percepat Penanganan Kasus Dugaan Pengeroyokan ART
Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga
Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana
Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan
‎Aktivitas Pengolahan Emas di Munjul Dipertanyakan, Warga Minta DLH dan Aparat Turun Tangan
Dugaan Permainan Solar Subsidi di SPBU Suradadi, Sopir Sebut Bekerja atas Perintah Joko
Mengaku Berkali-kali Dipaksa, Perempuan Muda di Tasikmalaya Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:57 WIB

6 Terduga Pelaku Mengaku Polisi Dibebaskan di Teluknaga, Dasar Hukumnya Dipertanyakan

Rabu, 16 September 2026 - 16:52 WIB

Tim Hukum Alpriado Osmond Desak Polres Metro Tangerang Kota Percepat Penanganan Kasus Dugaan Pengeroyokan ART

Senin, 14 September 2026 - 14:51 WIB

Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 18:16 WIB

Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana

Kamis, 10 September 2026 - 10:58 WIB

Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan

Berita Terbaru