Jakarta, Suararealitas.co – Aliansi Relawan Sejati Prabowo (ARSIP) menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan pemerintahan sekaligus menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional. ARSIP juga meminta pemerintah mengusut secara serius dugaan penyadapan yang dinilai berpotensi mengancam keamanan dan kepentingan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konsolidasi nasional yang melibatkan sejumlah ketua umum, pimpinan, dan perwakilan organisasi relawan serta pendukung Prabowo Subianto di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Dalam pernyataan sikapnya, ARSIP menegaskan bahwa dukungan kepada Presiden Prabowo berlandaskan amanat Pembukaan UUD 1945, terutama kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta menjaga kepentingan nasional.
ARSIP menilai Presiden perlu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan amanah rakyat dan konstitusi, memperkuat kedaulatan negara, serta memastikan kebijakan pemerintah berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Namun, perhatian utama ARSIP juga tertuju pada informasi mengenai dugaan praktik penyadapan. Mereka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan penelusuran secara serius, objektif, profesional, dan transparan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
ARSIP mempertanyakan siapa pihak yang melakukan penyadapan, siapa yang menjadi sasaran, untuk kepentingan siapa tindakan itu dilakukan, serta apa tujuan di baliknya.
Menurut ARSIP, persoalan tersebut tidak boleh berkembang menjadi spekulasi publik tanpa kejelasan. Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memastikan apakah tindakan tersebut memiliki dasar hukum atau justru merupakan praktik ilegal yang berpotensi mengancam keamanan nasional dan kedaulatan Indonesia.
Apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, ARSIP meminta pihak-pihak yang terlibat diproses secara tegas sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dukung Kapolri Perkuat Penegakan Hukum
Selain kepada Presiden Prabowo, ARSIP menyatakan dukungan kepada Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. dalam memperkuat penegakan hukum dan mengusut berbagai dugaan kejahatan yang merugikan bangsa dan negara.
ARSIP mendorong kepolisian dan seluruh aparat penegak hukum bekerja secara profesional, independen, serta tidak tebang pilih dalam menangani perkara, termasuk dugaan tindakan yang mengancam konstitusi, keamanan nasional, dan kepentingan rakyat.
“Jangan ada pihak yang merasa kebal hukum. Siapa pun yang terbukti mengkhianati amanah bangsa dan merugikan negara harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” demikian pernyataan sikap ARSIP.
Libatkan 50 Pimpinan Organisasi Relawan
Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan sikap dan memperkuat koordinasi organisasi relawan serta pendukung Prabowo Subianto yang telah bergerak sejak Pilpres 2014, 2019, hingga 2024.
Menjelang kegiatan, tercatat sekitar 50 ketua umum, pimpinan, dan perwakilan organisasi menyatakan kesiapan untuk hadir dalam konsolidasi tersebut.
Sejumlah organisasi yang tergabung di antaranya Pejuang Milenial Prabowo, Pribumi Bersatu, Gerakan Nasional Cinta Prabowo, Cahaya Kemenangan Prabowo, Pergerakan Pelaut Indonesia, Brigade Pecinta Prabowo 08, Barisan Persatuan Indonesia, Barisan Kebangsaan Nasional, Lembaga Aliansi Indonesia, Perempuan Prabowo, Gerakan Cinta Prabowo, Militan Indonesia Raya (Militera), Barisan Pendukung Prabowo Subianto (BARUPAS), SOPRAN, dan Komando Patriot Subianto 08.
ARSIP berharap konsolidasi tersebut dapat menjadi wadah memperkuat persatuan ant relawan dan organisasi masyarakat sekaligus membangun dukungan konstruktif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
Di sisi lain, ARSIP menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak berarti mengesampingkan fungsi pengawasan. Mereka menyatakan komitmen untuk turut mengawal agar penyelenggaraan negara tetap berjalan sesuai konstitusi, hukum, dan amanah rakyat.
“Bagi kami, kedaulatan negara adalah harga mati, keselamatan rakyat adalah amanah, dan konstitusi adalah pedoman perjuangan,” demikian penegasan ARSIP.












