Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTAntisipasi Banjir Lewat Blue Policing, Kapolda Sulut Turun Langsung Bersihkan Sungai TondanoKomentar: 0

Antisipasi Banjir Lewat Blue Policing, Kapolda Sulut Turun Langsung Bersihkan Sungai Tondano

Suara Realitas, 3 November 2026, 20:45 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

Manado, Suararealitas.co – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Yudho Hermanto turun langsung menyusuri Sungai Tondano untuk memantau kondisi aliran sungai sekaligus membersihkan sampah dan eceng gondok yang berpotensi memicu banjir, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Blue Policing yang mengedepankan perlindungan ekosistem perairan, pencegahan bencana, dan keselamatan masyarakat melalui kolaborasi lintas instansi.

Bersama personel Ditpolairud Polda Sulut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Basarnas, dan BPBD Kota Manado, Yudho menyusuri aliran sungai sepanjang lima kilometer, mulai dari kawasan Maumbi, Minahasa Utara, hingga Dendengan Luar, Manado.

Kapolda Sulut Irjen Yudho Hermanto mengatakan, menjaga lingkungan perairan merupakan bagian penting dari upaya kepolisian dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk bencana alam.

“Melalui Blue Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga sungai bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan menunggu banjir datang baru kita bergerak,” ujar Yudho.

Baca Juga :  Patroli Cipta Kondisi Skala Besar TNI-Polri, Sasar Sejumlah Objek Vital di Pelabuhan Tanjung Priok

Di sepanjang patroli, Yudho turut mengangkat sampah dan membersihkan eceng gondok yang menghambat aliran air. Ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Tondano, khususnya kawasan Kairagi.

Menurut Yudho, upaya mencegah banjir membutuhkan kepedulian bersama.

Karena itu, lanjutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada penanganan gangguan keamanan, tetapi juga mendorong langkah pencegahan terhadap berbagai risiko yang mengancam kehidupan warga.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Bayuaji Yudha Prajas menjelaskan, patroli Blue Policing melibatkan 30 personel Ditpolairud, delapan personel Balai Sungai, dan enam personel Basarnas.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Kokonao Dampingi Petugas Bulog Salurkan Bantuan Raskin

Selain membersihkan sungai, personel gabungan juga memantau kondisi aliran air dan mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan saat curah hujan meningkat.

“Sungai merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika alirannya terganggu akibat sampah dan tumbuhan air, dampaknya bisa langsung dirasakan warga. Karena itu, kami bergerak bersama untuk mengurangi risiko tersebut sejak dini,” kata Bayuaji.

Bayuaji menambahkan, Blue Policing juga menjadi sarana membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai, sekaligus memperkuat kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

“Menjaga sungai tidak bisa dilakukan oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat yang terus kami dorong,” pungkasnya.

Lihat Kabar Polisi Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Kabar Polisi
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain