Jakarta, Suararealitas.co — Rumah Pompa dan Polder Muara Angke di bawah Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus bersiaga mengantisipasi kenaikan air laut atau banjir rob. Kesiapan petugas dan pengoperasian sarana pengendali banjir menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah Muara Angke tetap aman dari ancaman genangan.
Meski volume air yang masuk ke area pompa meningkat ketika air laut pasang, kondisi wilayah Muara Angke hingga saat ini dilaporkan masih aman dan bebas dari banjir rob. Petugas rumah pompa terus melakukan pemantauan serta memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik.
Budi Yanto selaku Operator Rumah Pompa Muara Angke mengungkapkan, air yang masuk ke area pompa cukup banyak ketika rob terjadi. Namun, kesiapan petugas dalam menjalankan tugas operasional membantu menjaga kondisi wilayah tetap terkendali.
“Ketika rob memang air masuk ke pompa lumayan banyak, tapi alhamdulillah untuk saat ini wilayah Muara Angke bebas dari banjir rob,” ungkap Budi Yanto.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, Budi Yanto didampingi dua operator lainnya, yakni Hadi Eka dan Patul Majid. Sebelum memulai aktivitas pada pagi hari, para operator terlebih dahulu melaksanakan briefing untuk memastikan kesiapan kerja dan koordinasi di lapangan.
Setelah briefing, petugas melanjutkan kegiatan dengan membersihkan area sekitar rumah pompa, mulai dari halaman hingga bagian dalam bangunan. Kebersihan lingkungan dijaga agar aktivitas operasional dapat berlangsung dengan baik dan tidak terganggu oleh sampah yang berpotensi menghambat kinerja peralatan.
Rumah Pompa Muara Angke memiliki enam unit pompa dengan kapasitas dan spesifikasi berbeda untuk mendukung pengendalian air. Fasilitas tersebut terdiri atas satu unit pompa tipe axial berkapasitas 1.000 liter per detik, dua unit pompa tipe submersible berkapasitas masing-masing 500 liter per detik, dua unit pompa tipe submersible berkapasitas masing-masing 2.700 liter per detik, serta satu unit pompa lumpur berkapasitas 250 liter per detik.
Keberadaan sejumlah pompa tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan air yang masuk ke kawasan Muara Angke, terutama ketika terjadi kenaikan muka air akibat pasang laut. Untuk memastikan pengoperasian berjalan sesuai ketentuan, petugas juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Budi menjelaskan, salah satu tahapan penting dalam pengoperasian rumah pompa adalah memantau Tinggi Muka Air (TMA). Ketika muka air mencapai level yang telah ditentukan, petugas mengoperasikan peralatan pendukung untuk memastikan sampah tidak ikut tersedot ke dalam pompa.
“Ketika TMA ada di level 65 sentimeter, kita mengoperasikan rotary screen. Tujuannya agar sampah-sampah yang ada di waduk tidak tertarik oleh pompa saat dioperasikan,” ungkap Budi.
Penggunaan rotary screen berfungsi membantu menyaring sampah yang berada di aliran air sebelum petugas melanjutkan tahapan pengoperasian pompa. Langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran kerja mesin sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat sampah yang terbawa masuk ke sistem pompa.
Setelah memastikan kondisi sampah terkendali, operator melanjutkan pemeriksaan dan pengoperasian melalui panel pompa. Petugas tidak hanya bertanggung jawab menyalakan mesin, tetapi juga harus memastikan seluruh panel kontrol dan perangkat pendukung berada dalam kondisi siap digunakan.
Pemeriksaan rutin turut dilakukan terhadap generator set (genset), termasuk pengecekan oli dan air radiator. Pemeliharaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan peralatan, terutama ketika rumah pompa harus beroperasi untuk menangani peningkatan debit air.
“Misalnya genset kita, ketika pagi melakukan pengecekan oli maupun air radiator untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik-baik saja,” ungkapnya.
Kesiapsiagaan operator, penerapan SOP, serta pemeriksaan berkala terhadap peralatan menjadi faktor penting dalam mendukung kinerja Rumah Pompa dan Polder Muara Angke. Di tengah potensi kenaikan air laut, pemantauan kondisi air dan kesiapan mesin perlu terus dilakukan agar penanganan dapat berjalan secara optimal.
Melalui kesiapan petugas dan dukungan infrastruktur pengendalian air di bawah Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Rumah Pompa Muara Angke diharapkan terus berfungsi secara maksimal dalam mengantisipasi banjir rob serta menjaga keamanan wilayah dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
kipray












