MAXI Catat Rugi Rp8,41 Miliar pada Kuartal I 2026, Arus Kas Operasi Tetap Positif

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) membukukan kinerja yang tertekan pada kuartal pertama tahun 2026. Perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar Rp36,54 miliar atau turun sekitar 5,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp38,85 miliar.

Berdasarkan paparan kinerja perusahaan, penurunan pendapatan diikuti oleh meningkatnya beban pokok penjualan menjadi Rp33,18 miliar dari sebelumnya Rp28,05 miliar. Kondisi tersebut menyebabkan laba bruto menyusut signifikan menjadi Rp3,35 miliar dibandingkan Rp10,80 miliar pada kuartal I 2025.

Di sisi operasional, beban usaha tercatat naik menjadi Rp9,34 miliar dari Rp7,41 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, Perseroan membukukan rugi usaha sebesar Rp5,98 miliar, berbalik dari laba usaha Rp3,39 miliar pada kuartal I 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerja laba juga tertekan oleh meningkatnya beban keuangan yang mencapai Rp2,90 miliar, naik dari Rp2,07 miliar pada tahun sebelumnya. Meskipun Perseroan memperoleh keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp493,07 juta, kontribusi tersebut belum mampu menutupi tekanan dari beban operasional dan beban keuangan.

Baca Juga :  BRI Kanca Balaraja Lakukan Maintenance Layanan dan Salurkan Pinjaman untuk Dukung Usaha Limbah di Tigaraksa

Dengan kondisi tersebut, MAXI mencatatkan rugi neto sebesar Rp8,42 miliar pada kuartal I 2026, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp2,00 miliar yang diperoleh pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi per saham dasar dan dilusian tercatat sebesar Rp0,87 per saham.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp295,84 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp297,59 miliar. Aset tidak lancar masih mendominasi dengan nilai Rp242,16 miliar, terutama berasal dari aset tetap sebesar Rp239,78 miliar.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp158,19 miliar dari Rp151,52 miliar pada akhir 2025. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh bertambahnya utang bank jangka pendek menjadi Rp30,89 miliar dari sebelumnya Rp26,02 miliar. Adapun total utang bank, baik jangka pendek maupun jangka panjang, mencapai sekitar Rp136,16 miliar.

Baca Juga :  BRI KC Balaraja Salurkan KUR untuk UMKM, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Di sisi ekuitas, nilai ekuitas Perseroan turun menjadi Rp137,65 miliar dari Rp146,06 miliar pada akhir tahun lalu, sejalan dengan rugi yang dibukukan selama tiga bulan pertama tahun ini.

Meski demikian, kondisi likuiditas perusahaan menunjukkan perbaikan. Saldo kas dan bank meningkat menjadi Rp6,82 miliar per akhir Maret 2026 dibandingkan Rp2,40 miliar pada akhir 2025. Arus kas dari aktivitas operasi juga berbalik positif dengan menghasilkan kas bersih sebesar Rp4,23 miliar, dibandingkan arus kas operasi negatif Rp15,82 miliar pada kuartal I 2025.

Manajemen menyampaikan bahwa Perseroan akan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan utilisasi aset, serta memperkuat pengelolaan modal kerja guna memperbaiki kinerja dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan industri yang masih berlangsung.

Berita Terkait

Dari Transmisi hingga Gardu Induk, PT GUT Tampilkan Kapabilitas EPC di Electricity Connect 2026
AIMS Lanjutkan Transformasi Bisnis, Perkuat Fundamental dan Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru
Kami Para Engineer PT GUT adalah Benteng Pertahanan Tak Terlihat demi Menjaga Urat Nadi Listrik Nusantara
Bukan Sekadar Penonton di Negeri Sendiri, Sebuah Perusahaan EPC 100% Lokal Kini Memimpin Revolusi Hijau dengan Mendobrak Dominasi Asing di Sektor Energi Strategis Nasional
BSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus
Ditjen Hubla Perkuat Pengawasan Penggunaan Perairan, Cegah Potensi PNBP Negara Hilang
Mengenal PT Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian dari Unirama Group
Oxalá Energy International Tandatangani CSPA Akuisisi 75% Saham PT Aztech Pandu Persada, Perkuat Ekspansi di Sektor Energi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:38 WIB

Dari Transmisi hingga Gardu Induk, PT GUT Tampilkan Kapabilitas EPC di Electricity Connect 2026

Kamis, 17 September 2026 - 12:13 WIB

AIMS Lanjutkan Transformasi Bisnis, Perkuat Fundamental dan Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru

Rabu, 16 September 2026 - 12:35 WIB

Kami Para Engineer PT GUT adalah Benteng Pertahanan Tak Terlihat demi Menjaga Urat Nadi Listrik Nusantara

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Bukan Sekadar Penonton di Negeri Sendiri, Sebuah Perusahaan EPC 100% Lokal Kini Memimpin Revolusi Hijau dengan Mendobrak Dominasi Asing di Sektor Energi Strategis Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 19:13 WIB

BSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polda Metro Jaya Ungkap Clandestine Lab Tembakau Sintetis di Gambir

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:18 WIB