Puluhan Paus Pilot Terdampar di Rote Ndao, 34 Berhasil Diselamatkan

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ROTE NDAO, Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menyelamatkan sekitar 34 ekor paus pilot yang terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Upaya penyelamatan dilakukan secara cepat melalui kolaborasi aparat, organisasi konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat setelah puluhan mamalia laut tersebut dilaporkan terdampar pada 9-10 Maret 2026.

Kejadian bermula pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 17.15 WITA ketika Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Wilayah Kerja Rote Ndao menerima laporan dari Pangkalan TNI AL (LANAL) Pulau Rote terkait kemunculan sekelompok paus pilot di Pantai Batutua. Personel LANAL bersama Polsek Rote Barat Daya segera melakukan upaya penggiringan paus kembali ke laut menggunakan kapal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pada pukul 21.30 WITA, laporan kembali diterima bahwa sebagian kawanan paus tersebut kembali terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni. Prajurit LANAL, aparat kepolisian, dan masyarakat setempat kemudian berupaya menggiring paus menuju perairan yang lebih dalam untuk menyelamatkan individu yang masih hidup.

Pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 07.00 WITA, tim Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Wilker Rote Ndao bersama organisasi konservasi Thrive Conservation dan Blue Forest tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Tim kemudian bergabung dengan unsur LANAL Pulau Rote, Polsek Rote Barat Daya, pemerintah desa, serta masyarakat untuk melakukan evakuasi dan pelepasliaran paus yang masih hidup.

Dari total sekitar 55 ekor paus pilot yang terdampar, sebanyak 34 ekor berhasil digiring kembali ke laut, sementara sekitar 21 ekor (8 Jantan, 13 Betina) lainnya ditemukan dalam kondisi mati. Dari 21 ekor individu yang mati, terdiri dari 4 anakan dan 17 dewasa. Tim selanjutnya melakukan identifikasi dan pengukuran serta nekropsi terhadap paus yang mati untuk keperluan pencatatan, kajian ilmiah dan analisis lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kematian.

Baca Juga :  IDSD 2025 Dirilis, Dr. Yopi Dorong Pemda Manfaatkan Data untuk Pembangunan Berkelanjutan

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa mamalia laut tersebut merupakan Paus Pilot Sirip Pendek (Short-finned Pilot Whale / Globicephala macrorhynchus), yang termasuk dalam biota laut dilindungi. Pengukuran sementara menunjukkan panjang individu terbesar mencapai 5,1 meter dengan jenis kelamin jantan, sementara individu terkecil berukuran sekitar 2,4 meter.

Untuk penanganan bangkai paus yang mati, tim berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao guna menyediakan alat berat. Dinas PUPR Kabupaten Rote Ndao kemudian mengirimkan satu unit ekskavator ke lokasi untuk membantu proses penguburan bangkai paus secara aman guna mencegah dampak lingkungan.

Sekitar pukul 12.30 WITA, ekskavator tiba di lokasi dan proses penguburan bangkai paus dilakukan hingga selesai pada pukul 19.30 WITA. Selama proses tersebut, tim juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil ataupun mengonsumsi bagian tubuh paus karena mamalia laut tersebut merupakan satwa yang dilindungi.

“KKP mengapresiasi sinergi aparat, pemerintah daerah, organisasi konservasi, dan masyarakat yang bergerak cepat melakukan penyelamatan paus pilot yang terdampar di Rote Ndao. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelestarian biota laut yang dilindungi sekaligus memastikan penanganan satwa laut dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (13/3).

Baca Juga :  Sujatno Ajak Warga Manfaatkan Teknologi untuk Memajukan Magetan Pada Pelatihan Digital Branding Desa

Disisi lain, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam penanganan kejadian tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi konservasi, serta masyarakat menjadi kunci penting dalam menangani peristiwa mamalia laut terdampar secara efektif.

“Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga ekosistem laut kita. Kami mengapresiasi respon cepat dari KKP melalui Balai Pengelolaan Kelautan Kupang serta seluruh unsur yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan penanganan paus pilot yang terdampar di wilayah Rote Ndao,” tambahnya.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi, menjelaskan bahwa peristiwa paus terdampar secara massal merupakan fenomena yang dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti ikatan sosial kuat antar individu paus, gangguan sistem navigasi akibat kebisingan di laut, kondisi pantai yang landai, serta faktor kesehatan dan lingkungan. Penyebab pasti kejadian ini masih memerlukan kajian lebih lanjut melalui analisis ilmiah yang komprehensif.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan pentingnya penguatan perlindungan keanekaragaman hayati laut serta kolaborasi multipihak dalam menjaga kesehatan ekosistem laut Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

 

Berita Terkait

104 Unit Huntap Rampung di Aceh Utara, Siap Diresmikan Besok oleh Menko Polkam
Pemerintah Kerahkan kekuatan bersinergi hadirkan Rasa Aman Mudik Lebaran
MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan
PMI Jakarta Selatan Gelar “Gema Ramadhan Penuh Kepedulian 2026”, Santuni Yatim dan Dhuafa dari 10 Kecamatan
PB SEMMI Gelar Konsolidasi Nasional dan Buka Puasa Bersama, Kapolri Listyo Sigit Hadir
KEK Himpun Investasi Rp338 Triliun dan Serap 249 Ribu Tenaga Kerja
Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
Menko Polkam: Negara Hadir Lindungi WNI, Evakuasi dari Wilayah Konflik Terus Dilakukan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:34 WIB

104 Unit Huntap Rampung di Aceh Utara, Siap Diresmikan Besok oleh Menko Polkam

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:14 WIB

Pemerintah Kerahkan kekuatan bersinergi hadirkan Rasa Aman Mudik Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:11 WIB

Puluhan Paus Pilot Terdampar di Rote Ndao, 34 Berhasil Diselamatkan

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:18 WIB

MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:42 WIB

PB SEMMI Gelar Konsolidasi Nasional dan Buka Puasa Bersama, Kapolri Listyo Sigit Hadir

Berita Terbaru

Berita Aktual

Buka Bersama Antam Pongkor dan Jurnalis: Sinergi untuk Kontrol Sosial

Jumat, 13 Mar 2026 - 19:56 WIB