Ada Oknum Pungut Iuran Sampah di TPS Ilegal, Ini Penjelasan Kasatpel LH Tanjung Priok!

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Tanjung Priok, Amir menyebut bahwa ada pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat oleh oknum di tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal.

“Gerobak sampah liar ini menarik iuran dari masyarakat, tetapi sampahnya dibuang ke TPS ilegal,” sebut Amir saat dikonfirmasi suararealitas.co via WhatsApp, Kamis (5/2/2025) malam.

Amir mengaku bahwa pihaknya tidak pernah menerima iuran dari oknum tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada kutipan sepeser pun Bang,” katanya saat disinggung suararealitas.co.

Amir mengatakan, terkait TPS liar yang berada di kolong tol Kencana pihaknya sudah menghadiri undangan rapat pada Rabu, 28 Januari 2026 lalu.

“Kami sudah di undang rapat tanggal 28 Januari 2026 oleh Lurah Sungai Bambu di kantor kelurahan yang dihadiri oleh para Ketua RW, RT, LMK dan Tokoh Masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Desa Tepian Langsat Keluhkan Puluhan Tahun Daerahnya Tak Dialiri Listrik, Minta Pemerintah Tak Digubris

Selain itu, ia juga berkomitmen akan menutup TPS liar itu dengan memasang pagar.

“Untuk pelayanan warga sungai bambu akan di layani mobil compaktor. Bagi masyarakat yanh melanggar akan di adakan OTT dari Tingkat Sudin LH JU,” tambahnya.

Sementara saat dimintai tanggapannya, Lurah Sungai Bambu, Syaiful Anwar meyampaikan, bahwa pihaknya mengajak suararealitas.co untuk bersama-sama melihat kondisi terkininya.

“Mohon izin. Bagaimana jika besok kita lihat ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi terkini nya,” tutur Syaiful.

Diberitakan sebelumnya, Penggiat politik lokal, Syamsul Jahidin mengkritik soal

penghargaan unit kerja terbaik dalam pengurangan sampah yang diterima Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara, lantaran dinilai realita kadang tak sesuai atau tidak mencerminkan fakta yang sesungguhnya.

“Sudin LH Jakarta Utara telah gagal memenuhi perintah tertinggi DLH DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah. Ini bukti nyata bahwa regulasi hanya jadi lip service,” kritik Syamsul kepada suararealitas.co, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga :  Pasca Banjir, Pemkot Jakbar Instruksikan Kerja Bakti Massal Pemulihan Lingkungan

“Dengan volume sampah sekitar puluhan ton per hari, bagaimana mungkin masyarakat sekitar tidak membuang sampah di kolong tol tersebut tanpa adanya keterlibatan oknum di Satpel LH Tanjung Priok? Sedangkan retribusi tercatat hanya angka ratusan juta? Apakah ada kebocoran, pungli, atau pembukuan manipulatif?,” sambungnya.

Syamsul menilai, bahwa pemberian penghargaan tersebut berpotensi menyesatkan atau pembodohan publik, lantaran menutupi persoalan mendasar, mulai dari lemahnya pengawasan hingga minimnya penindakan terhadap keberadaan TPS liar.

“Sudah bukan rahasia umum, muncul istilah penghargaan pura-pura. Setelah menerima penghargaan, kondisi kembali seperti semula. Sampah tetap menumpuk dan TPS liar tetap ada,” tegasnya.

Berita Terkait

Klaim Penghargaan Unit Kerja Terbaik Pengurangan Sampah Sudin LH Jakut Dinilai Tak Sesuai Realita dan Pembodohan Publik
Tumpukan Sampah Menggunung di Kolong Tol Kencana, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap
UPRS V Bantah Tuduhan Kebijakan Sepihak: Klaim Sosialisasi dan Aspirasi Warga Selalu Dibuka
Pengelola Rusunawa Pesakih Dituding Jalankan Aturan Sepihak dan Abaikan Warga, RT–RW Angkat Perlawanan
Gubernur Pramono Resmikan Masjid As-Sakinah Nusantara
Waduk Aseni Hampir Rampung, Rano Karno Sebut Mampu Kurangi Risiko Banjir
Forlis JB dan Sudin Kominfotik Jakbar Sepakat Perkuat Koordinasi Informasi
Atasi Masalah Banjir, Pemprov DKI Bakal Bangun Rumah Pompa di Kemayoran

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:42 WIB

Ada Oknum Pungut Iuran Sampah di TPS Ilegal, Ini Penjelasan Kasatpel LH Tanjung Priok!

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:35 WIB

Klaim Penghargaan Unit Kerja Terbaik Pengurangan Sampah Sudin LH Jakut Dinilai Tak Sesuai Realita dan Pembodohan Publik

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:17 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Kolong Tol Kencana, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:14 WIB

UPRS V Bantah Tuduhan Kebijakan Sepihak: Klaim Sosialisasi dan Aspirasi Warga Selalu Dibuka

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:20 WIB

Pengelola Rusunawa Pesakih Dituding Jalankan Aturan Sepihak dan Abaikan Warga, RT–RW Angkat Perlawanan

Berita Terbaru