Rany Mauliani Cegah Bullying Lewat Penguatan TPPK di Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani menegaskan, bahwa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah dan menangani kasus perundungan (bullying) serta kekerasan di lingkungan pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya dalam seminar bertajuk Penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan KekerasanTim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), Tata Kelola Keuangan, Peningkatan Mutu Pendidikan, PIK-R, serta Pengukuhan Tim TPPK yang digelar di Ruang MH Thamrin, Gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Kamis (15/1/2026).

Menurut Rany, seminar ini merupakan inisiatif strategis yang melibatkan aparat penegak hukum (APH) dan para praktisi pendidikan untuk menjawab meningkatnya kasus bullying di sekolah-sekolah, khususnya di Jakarta dan Indonesia secara umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rany menyebut kegiatan tersebut digagas oleh Sudis Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat sebagai ruang dialog untuk membangun kesepahaman bersama.

“Dari seminar-seminar seperti ini kita berharap bisa menghasilkan kesepakatan bersama, baik tertulis maupun tidak tertulis, agar kasus bullying di sekolah dapat terus berkurang,” ujarnya.

Rany mengungkapkan, kasus perundungan masih banyak terjadi di satuan pendidikan. Hal itu menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh guru dan kepala sekolah.

Baca Juga :  Pulihkan Fungsi TPU, Pemkot Jakbar Relokasi Warga ke Hunian Layak

Selain itu, ia juga menyoroti tingginya tekanan yang dihadapi kepala sekolah ketika terjadi persoalan di sekolah, di mana jabatan kerap menjadi taruhan akibat aduan masyarakat yang langsung viral di ruang publik.

“Sekarang trennya sering kali langsung diekspos ke media tanpa melihat duduk persoalannya terlebih dahulu. Padahal efek media tidak selalu baik, meskipun dalam beberapa kondisi memang dibutuhkan. Di sinilah pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Bahkan, Rany pun menekankan bahwa DPRD DKI Jakarta telah menyelesaikan Perda Pendidikan pada periode ini, yang cakupannya sangat luas, termasuk isu bullying serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Namun, dia menegaskan, penanganan kekerasan, terutama yang terjadi di dalam rumah, membutuhkan payung hukum yang kuat agar negara dapat hadir melindungi korban.

“Tidak mudah menangani kekerasan, apalagi yang terjadi di ranah domestik. Karena itu harus ada aturan dan payung hukum yang jelas agar perlindungan terhadap anak dan perempuan bisa dilakukan secara maksimal,” tegasnya.

Adapun, Rany juga mengapresiasi keterlibatan kepolisian dan kejaksaan dalam seminar tersebut agar penanganan kasus kekerasan tidak hanya berfokus pada tindakan administratif, tetapi juga berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Baca Juga :  Keren, Rutira Band Rutan Kelas I Tangerang Rilis Single Ketiga Menanti Pulang: Kisah Rindu dan Harapan!‎

Rany berharap seluruh sekolah di Jakarta, khususnya di Jakarta Barat, dapat menjadi sekolah aman sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik dan bermakna bagi masa depan anak-anak.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah II Jakarta Barat, Diding Wahyudin menautkan isu sekolah aman dengan visi Jakarta sebagai kota global.

Berdasarkan pengalamannya sebagai delegasi Indonesia dalam forum internasional di Guangzhou, China, Diding menyebut ada tiga pilar penting menuju Jakarta Kota Global, salah satunya adalah sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman, sejalan dengan Permendikmen terbaru. Karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau dinas pendidikan, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk masyarakat,” ujarnya.

Diding menambahkan, penguatan PIK-R dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

“Harapan kita sederhana, sekolah-sekolah menjadi ruang yang aman dan indah bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh,” pungkasnya.

Berita Terkait

VCI 2026 HighScope Indonesia: Siswa SMK–SMA Adu Strategi Bisnis, Penerima KJP Bersinar
Ujian Terakhir di Bawah Tekanan: Dugaan Pemaksaan Mundur Siswa SMKN 2 Kabupaten Tangerang
Semarak Ramadhan Ceria Berkah, Siswa SD Gugus II Kalideres Unjuk Bakat Islami
Makam Serang Overkapasitas, Anggaran Rp585 Miliar Disorot
KCD Bantah Ada Pemberhentian, Orang Tua Siswa Ungkap Fakta Didatangi Pihak Sekolah dan Diminta Klarifikasi
Hak Pendidikan Terancam: Siswa SMKN 2 Kabupaten Tangerang Diduga Dipaksa Mengundurkan Diri
FEB UPN Veteran Jawa Timur Gelar Tasyakuran Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen dan Sambut Guru Besar Baru
Peringati Isra Mi’raj, SDN 09 KalideresTanamkan Nilai Sholat Tepat Waktu Sejak Dini

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:16 WIB

VCI 2026 HighScope Indonesia: Siswa SMK–SMA Adu Strategi Bisnis, Penerima KJP Bersinar

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:03 WIB

Ujian Terakhir di Bawah Tekanan: Dugaan Pemaksaan Mundur Siswa SMKN 2 Kabupaten Tangerang

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:26 WIB

Semarak Ramadhan Ceria Berkah, Siswa SD Gugus II Kalideres Unjuk Bakat Islami

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:45 WIB

Makam Serang Overkapasitas, Anggaran Rp585 Miliar Disorot

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:36 WIB

KCD Bantah Ada Pemberhentian, Orang Tua Siswa Ungkap Fakta Didatangi Pihak Sekolah dan Diminta Klarifikasi

Berita Terbaru