OIS 2026 Jadikan Indonesia Hub Ekonomi Kelautan Global

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Pemerintah Indonesia resmi menggandeng organisasi ekonomi dunia World Economic Forum (WEF) dalam melaksanakan forum Ocean Impact Summit (OIS) pertama kali-nya yang akan berlangsung di Bali pada 8-9 Juni 2026 mendatang.

Keterlibatan WEF satunya untuk pengembangan industri kelautan perikanan inovatif di Indonesia, sehingga menjadikan Indonesia sebagai hub ekonomi kelautan global.

Investasi yang diharapkan bukan sebatas mengeksplorasi sumber daya laut atas nama ekonomi, tapi mengedepankan inovasi teknologi yang sejalan dengan prinsip ekonomi biru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita itu ingin OIS itu sebagai delivery forum nantinya karena ini event internasional yang dihadiri banyak perwakilan negara maupun pimpinan organisasi dunia. Persiapan sudah kami mulai, dan event ini salah satu momen penting untuk pengembangan potensi kelautan dan perikanan kita secara inovatif, berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi biru,” ujar Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/1).

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry menambahkan selain menggandeng WEF, pelaksanaan OIS 2026 juga didukung oleh Ocean X, organisasi nirlaba global yang fokus pada inovasi teknologi kelautan untuk keberlanjutan.

Baca Juga :  Momentum HUT ke-130 BRI, BRI Unit Anyar Berikan Penghargaan Masa Kerja kepada Kepala Unit

Dari forum tersebut, harapannya lahir inovasi-inovasi pemanfaatan sumber daya laut berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi biru di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dengan tetap menjaga kesehatan laut itu sendiri.

Hendra mencontohkan, spesies alga di laut Indonesia dapat dimanfaatkan untuk industri biodegradable plastik.

Kemudian biota-biota laut dalam dapat digunakan untuk pembangunan industri biokosmetika dan biofarmakologi.

“Ini akan menjadi industri masa depan, namun ini harus kita usahakan. Tentu kita tidak cuma bisa menawarkan, tapi harus terlibat langsung secara strategis. Nah OIS ini menjadi jalan untuk inovasi dan investasi itu. Ini tentu harus dilakukan dengan berkesinambungan, secara terus menerus, supaya mitra maupun calon-calon investor bisa memahami potensi ini,” ungkap Hendra.

Disisi lain, Ketua Tim Kerjasama Multilateral Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri (BHKLN) KKP, Desri Yanti menambahkan, penandatangan Letter of Intent (LoI) antara KKP dan WEF di sela acara WEF Annual Meeting 2026 di Davos, beberapa waktu lalu, sebagai wujud komitmen dukungan organisasi tersebut terhadap pelaksanakaan OIS Bali pada Juni mendatang.

Baca Juga :  Punya Segudang Prestasi, Atlet Futsal Terlempar dari SPMB SMAN 6 Tangsel

Dokumen LoI ditandatangai oleh Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan petinggi WEF di sela acara WEF Annual Meeting 2026 di Davos beberapa waktu lalu, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sedangkan WEF Annual Meeting 2026 yang berlangsung pada 19 – 23 Januari lalu itu, setidaknya dihadiri 3.000 pemimpin global dari lebih dari 130 negara, termasuk di antaranya 850 CEO perusahaan global.

“WEF merupakan think tank global dalam melaksanakan forum-forum global. Dengan menggandeng WEF, tentu akan meningkatkan kredibilitas OIS secara global. Pelaksanaan OIS harapannya dapat memperkuat kepemimpinan Indonesia di sektor kelautan dan perikanan tingkat global,” terangnya.

“Harapan ke depan menjadikan Indonesia sebagai hub ekonomi kelautan tidak hanya di Asia Tenggara tapi global, karena posisi kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,” lanjutnya

Desri Yanti menambahkan, KKP masih membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan OIS 2026 di Bali.

Dukungan semua pemangku kepentingan dari pemerintah dan pihak swasta, LSM, dibutuhkan untuk kesuksesan acara nantinya.

Berita Terkait

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC
Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian
Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi
150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal
Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:23 WIB

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:16 WIB

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD

Berita Terbaru