Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKKP Terjunkan 1.142 Taruna Percepat Rehabilitasi Pasca-Bencana SumatraKomentar: 0

KKP Terjunkan 1.142 Taruna Percepat Rehabilitasi Pasca-Bencana Sumatra

Suara Realitas, 14 Januari 2026, 14:52 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

 

JAKARTA, Suararealitas.co –  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan 1.142 taruna ke Provinsi Aceh dan Sumatera Barat untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sebanyak 300 taruna dilepas secara simbolis dalam Upacara Nasional Pelepasan Taruna KKP ke Sumatra, di Hanggar Skadron 45, Jakarta, Rabu (14/1).

Pelepasan taruna dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta dihadiri unsur kementerian/lembaga dan TNI/Polri.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kehadiran taruna KKP akan membantu percepatan pemulihan karena memang yang dibutuhkan saat ini adalah sumber daya manusia, khususnya untuk pembersihan lokasi-lokasi yang tidak terjangkau alat berat.

Baca Juga :  Rajut Karya dan Ukir Sejarah, Pengurus IKWI Pusat Rayakan HUT ke-64 Secara Sederhana

“Dalam situasi bencana, negara harus hadir secara nyata, cepat, dan terkoordinasi. Kehadiran taruna hari ini adalah wujud gotong royong nasional, bukan hanya bantuan kemanusiaan, tetapi juga penguatan karakter dan pengabdian generasi muda,” ujar Tito.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang utuh, menggabungkan kompetensi, karakter, dan empati sosial.

“Taruna KKP tidak hanya dipersiapkan menjadi SDM unggul di sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kepedulian sosial dan keberanian hadir di tengah masyarakat saat bangsa membutuhkan,” kata Trenggono.

Para taruna akan diterjunkan secara bertahap dan terkoordinasi untuk membantu rekonstruksi fasilitas umum, rehabilitasi lingkungan dan permukiman, trauma healing, serta berbagai tugas kemanusiaan lainnya sesuai kebutuhan di wilayah terdampak. Seluruh penugasan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, disiplin, serta koordinasi dengan Satgas dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Dihadiri Jusuf Kalla dan Ahmad Riza Patria, MN KAHMI Soroti Pentingnya Persatuan Nasional

Sebanyak 1.142 taruna tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan vokasi KKP, antara lain Politeknik AUP, Politeknik Pangandaran, Politeknik Karawang, Politeknik Sidoarjo, Politeknik Dumai, serta SUPM Ladong dan Pariaman. Kehadiran mereka diharapkan turut mempercepat pemulihan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan sektor kelautan dan perikanan yang terdampak bencana.

Melalui misi kemanusiaan ini, KKP menegaskan komitmennya mendukung kerja terpadu pemerintah sekaligus menanamkan nilai pengabdian kepada generasi muda, bahwa ilmu, disiplin, dan kepemimpinan menemukan maknanya ketika diabdikan untuk sesama.

Sebagai simbol dimulainya penugasan, dilakukan penyerahan tas kerja taruna secara simbolis kepada perwakilan taruna. Tas kerja tersebut dipakaikan langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta Inspektur Jenderal TNI, menandai kesiapan taruna menjalankan misi kemanusiaan di lapangan.

 

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain