Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTJadi Kawasan Agrowisata Favorit Kota Palu, Kebun Anggur Duyu Bangkit Bukti Kerja GTRAKomentar: 0

Jadi Kawasan Agrowisata Favorit Kota Palu, Kebun Anggur Duyu Bangkit Bukti Kerja GTRA

Suara Realitas, 29 Januari 2026, 15:10 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf

‎Palu, Suararealitas.co – Kebun Anggur di Desa Duyu, yang kini dikenal sebagai Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, menjadi bukti nyata keberhasilan pelaksanaan Reforma Agraria melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kawasan yang sebelumnya terdampak bencana pada 2018 ini kini bertransformasi menjadi sentra pertanian produktif sekaligus destinasi agrowisata favorit warga Kota Palu.
‎
‎Program yang berjalan sejak 2021 tersebut mendorong penataan aset dan akses bagi masyarakat, khususnya para penyintas bencana.
‎
‎Melalui pendekatan terpadu, GTRA Kota Palu berhasil mengubah kawasan rawan menjadi zona produktif berbasis pertanian modern, yang tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
‎
‎Perencana Ahli Muda Dinas Pertanian sekaligus anggota GTRA Kota Palu, Sutikno Teguh Asparianto, mengaku bangga dapat terlibat dalam pengembangan Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit.
‎
‎Ia menilai perubahan yang dirasakan warga cukup signifikan, terutama dari sisi peningkatan pendapatan.
‎
‎“Perkembangan dari segi pendapatan teman-teman di sini menonjol. Karena dari sejarah panjangnya, mereka sebenarnya penyintas bencana,” ujar Sutikno saat ditemui di Kebun Anggur Duyu, Palu, Sulawesi Tengah.
‎
‎Sebagai lembaga yang dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan Reforma Agraria, GTRA Kota Palu yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan setiap intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran.
‎
‎“Sejak 2021 kami tergabung dalam Gugus Tugas Reforma Agraria Kota Palu. Kebetulan Pak Wali Kota sebagai ketuanya, beliau memerintahkan kami untuk mendukung program ini, dan BPN berperan sebagai koordinator. Jadi semua kegiatan dapat terkoordinasi dengan baik,” jelas Sutikno.
‎
‎Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh warga sekitar, termasuk mereka yang tidak tergabung dalam kelompok tani utama.
‎
‎Ibrahim, salah satu warga Desa Duyu, mengungkapkan bahwa menanam anggur menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya. “Bersyukur lah, dapat penghasilan tambahan selain dari warung. Berkat terkenal juga kampung Duyu Anggur ini,” ujarnya.
‎
‎Ia menuturkan, dari 20 pohon anggur yang ditanam sejak tiga tahun lalu, kini ia dapat memanen hingga tiga kali dalam setahun dengan penghasilan sekitar empat juta rupiah setiap kali panen.
‎
‎Menurutnya, budidaya anggur tersebut bermula dari inisiatif pribadi setelah melihat referensi dari YouTube serta arahan Ketua Petani Kampung Anggur Duyu Bangkit. “Kami coba-coba dulu, dan ternyata lumayan. Bibit awalnya juga dikasih oleh pak ketua,” tambahnya.
‎
‎Keberhasilan Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor melalui GTRA Kota Palu mampu mengubah kawasan terdampak bencana menjadi wilayah produktif dan berdaya saing.
‎
‎Melalui penataan lahan dan pemberdayaan masyarakat, program ini menjadi bukti konkret bahwa Reforma Agraria dapat meningkatkan kesejahteraan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Baca Juga :  KEK Industropolis Batang Raup Minat Investor Hungaria, Kantongi Dua MoU Energi Hijau
Baca Juga :  PT Sawit Kaltim Lestari Gelar Safari Ramadhan di Desa Muara Kaman Ulu
Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain