Laut Bukan untuk Dihabiskan: Prof. Eddy Pratomo Dorong Ekonomi Biru Berkeadilan

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Laut merupakan kekuatan ekonomi strategis yang harus dimanfaatkan secara bijak demi kesejahteraan manusia tanpa merusak ekosistemnya. Hal itu ditegaskan Prof. Dr. Eddy Pratomo, S.H., M.A., Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, dalam Seminar Nasional dan Peringatan Hari Nusantara 2025 bertema “Nusantara into Blue Futures: Deklarasi Juanda, UNCLOS ’82, dan Jalan Indonesia Menuju Ekonomi Biru Berkeadilan” Kegitan berlangsung di Aula Nusantara Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Senin (13/12/2025).

Menurut Prof. Eddy, pengelolaan sumber daya laut harus berlandaskan konstitusi serta prinsip perlindungan lingkungan hidup, khususnya menjaga keberlanjutan biodiversitas agar manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

“Laut itu bukan untuk dihabiskan sekarang. Harus dijaga agar tetap sehat dan berkelanjutan, sehingga generasi mendatang masih bisa menikmatinya,” ujar Prof. Eddy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa eksplorasi sumber daya laut, termasuk pertambangan di dasar laut, harus mengikuti mining code dan aturan internasional yang ketat. Tanpa rambu-rambu hukum, eksploitasi berlebihan hanya akan berujung pada kerusakan lingkungan laut yang masif.

Baca Juga :  Upacara Hari Pahlawan BRI Bintaro Berlangsung Khidmat

Prof. Eddy juga menyoroti perlunya kebijakan nasional yang jelas, termasuk pengaturan aspek legal dan perizinan, agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pedoman dalam mengelola kekayaan laut baik di permukaan, kolom air, maupun dasar laut secara bertanggung jawab.

Dalam konteks global, ia mengingatkan adanya ketegangan antara negara maju dan negara berkembang terkait eksplorasi laut lepas. Negara-negara maju cenderung mendorong eksploitasi besar-besaran, yang berpotensi merusak ekosistem laut internasional jika tidak dikendalikan dengan aturan yang adil.

“Indonesia harus cermat. Kita belum sampai pada tahap memiliki aset dan teknologi eksplorasi laut dalam seperti negara maju, tetapi kita tidak boleh lengah dalam menjaga kedaulatan dan keberlanjutan laut kita,” tegasnya.

Prof. Eddy juga mengaitkan isu ekonomi biru dengan tantangan aktual seperti perubahan iklim, pencurian ikan, konflik antara kapal besar dan nelayan kecil, serta pentingnya penetapan allowable catch agar sumber daya perikanan tidak habis dieksploitasi.

Baca Juga :  BRI Kanca Palmerah Gelar Sosialisasi Penanganan Pengaduan dan Pemblokiran Rekening

Ia mengingatkan kembali semangat Deklarasi Juanda dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa agar laut Indonesia tidak dikelola secara serampangan.

“Kita ini negara kepulauan terbesar di dunia, tetapi ironisnya ahli hukum laut kita masih sangat terbatas. Selama ini orientasi kita terlalu darat-sentris, padahal potensi laut luar biasa besar dan sekaligus sangat sensitif,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Eddy menegaskan bahwa sumber daya alam, khususnya laut, adalah titipan Tuhan yang harus dikelola dengan penuh kehati-hatian, bukan semata-mata untuk keuntungan jangka pendek.

“Jangan sampai nikel habis, emas habis, ikan habis, dan laut rusak. Kalau itu terjadi, generasi berikutnya yang akan menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jaga Jakarta On The Spot di Pelabuhan Muara Baru, Polres Priok Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Masyarakat
Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap
JJOS Patroli Perintis Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan hingga Tawuran
Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo
Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI
Tingkatkan Keamanan, Unit Pam Obvit Polres Pelabuhan Tanjung Priok Laksanakan Patroli di Area PT PLN Indonesia Power UBP Priok
JJOS Polres Priok Intensifkan Patroli Cipta Kondisi, Antisipasi Kejahatan Jalanan
Pengecatan Gedung Pompa Sunter Timur Rawa Badak Perkuat Pemeliharaan Infrastruktur SDA

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Jaga Jakarta On The Spot di Pelabuhan Muara Baru, Polres Priok Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Masyarakat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:00 WIB

JJOS Patroli Perintis Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan hingga Tawuran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI

Berita Terbaru