Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPerempuan Indonesia di Garda Diplomasi Global: UIN Jakarta dan Muslimat NU Tegaskan Diplomasi KemanusiaanKomentar: 0

Perempuan Indonesia di Garda Diplomasi Global: UIN Jakarta dan Muslimat NU Tegaskan Diplomasi Kemanusiaan

Suara Realitas, 4 November 2025, 13:11 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

Jakarta, Suararealitas.co – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama PP Muslimat NU menggelar seminar nasional bertajuk “Gerakan Dakwah Sebagai Instrumen Diplomasi Kultural Indonesia di Dunia Global”, Selasa (4/11). Acara ini menempatkan perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat kebijakan, tetapi sebagai aktor utama diplomasi publik Indonesia.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menilai Indonesia tengah memasuki fase diplomasi baru yang lebih berbasis nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa diplomasi tidak boleh hanya berkutat pada lobi politik dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.

Baca Juga :  Ditjen Diktiristek Raih Gold Winner di Ajang Media Relation Awards 2023

“Perempuan adalah kekuatan moral bangsa. Mereka bukan objek, melainkan subjek perubahan yang mampu mempengaruhi citra Indonesia di dunia,” ucapnya.

Prof. Asep menyebut pemerintah dan kampus harus membuka akses lebih luas bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin dalam forum internasional. Ia menegaskan, Indonesia perlu hadir bukan sebagai pengikut, tetapi pemimpin dalam percaturan global.

Baca Juga :  Gedung Revitalisasi SDN Buaran Mangga IV Kecamatan Pakuhaji Diresmikan Bupati

Dalam sesi lain, Dra. Safira RM dari Komisi Hubungan Luar Negeri MUI menyoroti pentingnya diplomasi publik yang kini diperluas melalui budaya, ruang sosial, hingga dunia digital.

“Diplomasi tidak lagi monopoli diplomat. Komunitas, akademisi, dan warganet pun kini membentuk persepsi global tentang Indonesia,” jelasnya.

Seminar diakhiri dengan seruan memperkuat gerakan dakwah sebagai strategi diplomasi kultural yang mencerminkan karakter bangsa: moderat, toleran, serta menjunjung tinggi kemanusiaan.

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain