Gebyar Budaya Hajatan Kampung Sunter Jaya: Sanggar Sinlamba Batavia Rayakan Enam Tahun Menjaga Budaya Betawi dan Keberagaman

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Suararealitas.co – Dalam semangat merayakan enam tahun perjalanan penuh dedikasi, Sanggar Sinlamba Batavia menghadirkan Gebyar Budaya Hajatan Kampung Sunter Jaya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pulo Besar Elok RT 04/RW 011, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Minggu (9/11/2025). Acara ini memantulkan denyut budaya Betawi di tengah kota yang terus tumbuh, sekaligus menjadi ruang besar bagi warga dari berbagai latar belakang untuk merayakan keberagaman dalam satu panggung kebersamaan.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Babe H. Mukhlis selaku Pembina Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia. Turut hadir memberi warna kebersamaan, Guru Besar Sanggar Sinlamba Batavia H. Muhammad (alm) Bin H. Gencong, bersama Ketua Umum Sanggar, Erfan Pratama. Kehadiran tokoh-tokoh publik seperti Opie Kumis, Sabar Bokir, serta suguhan musik dari band SOJ (Smile of Jamaica) membuat suasana terasa meriah seperti kampung yang sedang berpesta besar.

Sejak pagi, pantauan Dari Media menunjukkan aliran warga yang tiada henti mendatangi lokasi. Udara RTH yang sejuk berubah menjadi panggung kehidupan, tempat suara kendang, tabuhan marawis, dan sorak tepuk tangan warga berpadu menjadi harmoni yang menggembirakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atraksi Silat Memukau, Sorak Penonton Menggema

Beragam perguruan pencak silat dari seluruh Indonesia, terutama wilayah DKI Jakarta, tampil bergantian memamerkan jurus khas mereka. Kelincahan langkah, ketegasan gerak, dan kekuatan fisik para pesilat menjadikan panggung sebagai ruang yang hidup, penuh energi dan kebanggaan terhadap seni bela diri tradisional Nusantara.

Puncak kemeriahan terjadi ketika Babe Mukhlis memperlihatkan demonstrasi tenaga dalam yang membuat penonton seakan menahan napas. Dalam atraksi tersebut, beberapa orang mencoba menyerangnya. Tanpa sentuhan, tubuh mereka terpental beberapa meter dan jatuh berguling, diiringi riuh suara kagum dari ratusan penonton yang menyaksikan langsung kemampuan luar biasa itu.

Baca Juga :  Koptu Rohiman Bersama BPPKB DPC Teluknaga Bagi Bagi Masker Dan Penyemprotan Fogging

Tarian Tradisional, Marawis, dan Penampilan Anak-Anak Meramaikan Panggung

Tak hanya silat yang mencuri perhatian. Tarian tradisional dari berbagai daerah turut mengisi panggung, mengalirkan warna Nusantara yang hangat. Ibu-ibu marawis dengan semangat membawakan irama religi yang memberi nuansa kesejukan di tengah kemeriahan.

Anak-anak dari berbagai perguruan se-DKI Jakarta pun tampil percaya diri, menunjukkan jurus-jurus dasar pencak silat yang menjadi simbol regenerasi kebudayaan. Semangat mereka menjadi tanda bahwa warisan leluhur tidak berhenti di satu generasi, tetapi terus tumbuh bersama masa depan.

Tokoh Publik dan Pejabat Hadir Berikan Dukungan

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pokja PWI Walikota Jakarta Timur Rudolf Simbolon, Ketua Pokja PWI Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Erfan Pratama, Sekretaris Fahmy Nurdin, Bendahara Ali Hanafiah, dan sejumlah anggota PWI lainnya.

Dukungan moral datang dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelestarian budaya Betawi harus terus dijaga, terutama di wilayah yang sangat beragam seperti Sunter.

“Acara seperti ini sangat baik karena memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat luas. Sunter adalah wilayah yang plural, semua suku ada di sini. Budaya Betawi menjadi simbol persatuan yang menyatukan keberagaman itu,” ujar Hasbiallah Ilyas kepada awak media.

Senada dengan itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB Hengky Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini bukan sekadar tontonan, tetapi ruang silaturahmi dan peneguhan identitas lokal.

Baca Juga :  HPN 2026: PT Pembangunan Jaya Ancol Apresiasi Peran Strategis Pers Nasional

“Wilayah Sunter ini plural, dan Betawi merupakan simbol budaya di DKI Jakarta. Kegiatan seperti ini menjadi wadah mempererat masyarakat melalui seni dan budaya,” ujarnya.

Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama Menggugah Kepekaan Sosial

Sebagai wujud kepedulian, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada 60 anak yatim. Penyerahan dilakukan langsung oleh Hasbiallah Ilyas, Hengky Wijaya, Camat Tanjung Priok Samsul Rizal, Lurah Sunter Jaya Eka Persilian Yeluma, serta Babe Mukhlis selaku tokoh sanggar.

Suasana hening dan khidmat mengalir ketika doa bersama dipanjatkan untuk keberkahan, keselamatan, dan kemajuan budaya Betawi.

Sementara ditempat yang sama Lurah Sunter Jaya Eka Prisilian Yeluma Menyampaikan Rasa bangga Atas Terselenggara kegiatan yang Menghidupkan Semangat warga dan memperkuat ikatan sosial di wilayah sunter jaya.

Kami dari pihak kelurahan sangat mendukung kegiatan seperti ini,gebyar Budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan,tapi sarana mempererat persaudaraan menumbuhkan kebersamaan ujar lurah eka.

Enam Tahun Sinlamba Batavia, Enam Tahun Menjaga Warisan Leluhur

Tahun keenam bagi Sanggar Sinlamba Batavia bukan sekadar angka, melainkan penanda perjalanan panjang menjaga seni bela diri, budaya tradisional, dan nilai-nilai Betawi di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui Gebyar Budaya Hajatan Kampung Sunter Jaya, pesan itu kembali ditegaskan: budaya bukan sekadar warisan, tetapi tali yang menyatukan warga, menguatkan jati diri, dan merawat rasa kebangsaan.

Acara berakhir dengan senyum, tepuk tangan, dan harapan bahwa gema budaya Betawi akan terus berdenyut di Sunter Jaya, Jakarta Utara, dan seluruh penjuru Nusantara.

Berita Terkait

Tim Kesehatan Satgas TMMD Gerak Cepat Layani Warga Yang Sakit
KNPI Kabupaten Bogor Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Jasinga, Sentuhan Solidaritas Pemuda
May Day 2026, Polda Metro Siapkan Pelayanan Humanis untuk Buruh
Jelang Sidang 4 Mei, Ahli Waris Makawi Datangi Bawas MA dan DPR RI, Minta Pengawasan Ketat
Kolaborasi Akademisi, Sekolah, dan Seniman: Buku Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Modern Resmi Diluncurkan
Dapat Bantuan Mobil Operasional, Koperasi Merah Putih Desa Pamagersari Ucapkan Terima Kasih ke Pemerintah
Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa
Bangun Spiritualitas dan Kebersamaan, BRI BO Bintaro Rutin Gelar Pengajian Setiap Jumat

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:28 WIB

Tim Kesehatan Satgas TMMD Gerak Cepat Layani Warga Yang Sakit

Kamis, 30 April 2026 - 21:24 WIB

KNPI Kabupaten Bogor Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Jasinga, Sentuhan Solidaritas Pemuda

Kamis, 30 April 2026 - 21:16 WIB

May Day 2026, Polda Metro Siapkan Pelayanan Humanis untuk Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 21:09 WIB

Jelang Sidang 4 Mei, Ahli Waris Makawi Datangi Bawas MA dan DPR RI, Minta Pengawasan Ketat

Kamis, 30 April 2026 - 12:45 WIB

Kolaborasi Akademisi, Sekolah, dan Seniman: Buku Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Modern Resmi Diluncurkan

Berita Terbaru