CHED ITB Ahmad Dahlan Dorong Kenaikan Cukai Rokok 2025 untuk Kesehatan dan Ketahanan Fiskal Nasional

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Center of Human and Economic Development (CHED) ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyerukan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ketahanan fiskal dan melindungi kesehatan masyarakat.

Salah satu kebijakan yang dinilai strategis adalah kenaikan tarif cukai rokok secara signifikan pada 2025. Kepala Pusat Studi CHED, Roosita Meilani Dewi, menegaskan bahwa langkah ini akan memberikan dua manfaat sekaligus: mengurangi konsumsi tembakau yang berdampak pada kesehatan publik, sekaligus memperkuat penerimaan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cukai rokok adalah instrumen yang efektif untuk menekan angka perokok, terutama di kalangan remaja dan kelompok berpendapatan rendah, sekaligus menjadi sumber pendapatan negara untuk membiayai program kesehatan,” kata Roosita dalam keterangan persnya, Kamis (14/8/2025).

Ia memaparkan, penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, dan kanker yang banyak dipicu oleh kebiasaan merokok telah menimbulkan beban besar pada sistem kesehatan. Bahkan pada 2019, BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga Rp25 triliun.

Baca Juga :  H. Kamsa Buka Turnamen Sepak Bola di Desa Pengejahan

Mengacu studi WHO, kenaikan harga rokok 10% dapat menurunkan konsumsi sebesar 4–8%. Sementara dari sisi fiskal, penerimaan cukai tembakau pada 2022 mencapai puncak Rp218,6 triliun dan menjadi salah satu tulang punggung pendapatan negara.

Kebijakan tarif cukai yang lebih tinggi terbukti berdampak pada penurunan produksi. Dari 341,73 miliar batang pada 2016, produksi rokok turun menjadi 317,43 miliar batang pada 2024. Penurunan terbesar terjadi pada 2020 sebesar -9,7%, bertepatan dengan kenaikan tarif hingga 23% dan pandemi COVID-19.

Namun, Roosita menilai kenaikan tarif pada beberapa tahun terakhir yang hanya berkisar 10–12% belum cukup agresif untuk mencapai target kesehatan dan fiskal.

CHED juga menyoroti tren downtrading, di mana konsumen beralih ke jenis rokok yang lebih murah. Pangsa pasar Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I yang harganya lebih tinggi merosot dari 63% (2015–2018) menjadi hanya 30% pada pertengahan 2025, sementara konsumsi Sigaret Kretek Tangan (SKT) meningkat.

Baca Juga :  Akan Di Eksekusi Pengadilan Negeri Jakbar Nirin Bin Siman Minta Polri Usut Dugaan Data Penggugat Yang Tidak Benar

“Fenomena ini menunjukkan perlunya penyesuaian tarif yang adil di semua golongan, agar kebijakan cukai tidak kehilangan efektivitasnya,” jelas Roosita.

Menanggapi kekhawatiran industri terkait ancaman lapangan kerja, Roosita mengingatkan bahwa pekerja di sektor tembakau hanya sekitar 0,5% dari total angkatan kerja nasional. Potensi maraknya rokok ilegal, menurutnya, dapat ditekan dengan pengawasan ketat dan penerapan teknologi digital stamp untuk pelacakan produk.

Roosita menekankan, kebijakan menaikkan cukai rokok bukan sekadar urusan fiskal, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat.

“Ini adalah langkah patriotik. Indonesia harus berani mengambil kebijakan progresif yang memutus rantai adiksi, meningkatkan kualitas kesehatan, dan memastikan kemandirian fiskal,” tegasnya.

CHED mendesak pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai rokok 2025 dengan skema yang proporsional dan efektif, demi mewujudkan Indonesia yang sehat, berdaya saing, dan berdaulat secara ekonomi.

Berita Terkait

Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
Menko Polkam: Negara Hadir Lindungi WNI, Evakuasi dari Wilayah Konflik Terus Dilakukan
Sinergi Membangun Negeri: IA-ITB, WI-ITB, GMB ITB dan INOTEB Gelar Buka Puasa Bersama dan Diskusi Program Kerakyatan
Negara Kecolongan, Rokok Ilegal Tanpa Cukai Marak di Lebak Banten, FWJ Indonesia: Dugaan Koordinasinya Rapih
Ustadz Masuk Metaverse Roblox: Neo Coffee Ajak Anak Muda Ikut Kajian Ramadan dan Konser Haddad Alwi
PLTU Lontar Senantiasa Hadirkan Peluang Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Tangerang
Uji Laboratorium Produk Perikanan KKP Diakui Akurasinya
Menko Polkam Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Anak Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:40 WIB

Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:06 WIB

Menko Polkam: Negara Hadir Lindungi WNI, Evakuasi dari Wilayah Konflik Terus Dilakukan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIB

Sinergi Membangun Negeri: IA-ITB, WI-ITB, GMB ITB dan INOTEB Gelar Buka Puasa Bersama dan Diskusi Program Kerakyatan

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:25 WIB

Negara Kecolongan, Rokok Ilegal Tanpa Cukai Marak di Lebak Banten, FWJ Indonesia: Dugaan Koordinasinya Rapih

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:06 WIB

Ustadz Masuk Metaverse Roblox: Neo Coffee Ajak Anak Muda Ikut Kajian Ramadan dan Konser Haddad Alwi

Berita Terbaru

Berita Aktual

Media Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM

Kamis, 12 Mar 2026 - 11:58 WIB

Regional

Ramadhan, Moralitas Publik, dan Masa Depan Politik Umat

Kamis, 12 Mar 2026 - 00:20 WIB

Megapolitan

Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 

Kamis, 12 Mar 2026 - 00:14 WIB