KKP Dukung Hilirisasi Tilapia di Jateng untuk Genjot Ekspor

- Jurnalis

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung kehadiran PT. Tilapia Nusantara Jaya sebagai pabrik pengolahan tilapia berstandar internasional yaitu BRC (British Retail Consortium) di Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pabrik fillet beku berkapasitas 15 ton/hari yang berada di Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang, Jawa Tengah ini diharapkan memperkuat program hilirisasi tilapia serta meningkatkan ekspor ke Amerika.

“Hilirisasi terus berkembang, tugas kami mengawal ketersediaan bahan baku terstandar. Kalau hulunya baik, hilirnya bisa lebih kuat,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo melalui keterangan tertulisnya, (28/8/2024).

Usai diresmikan, Unit pengolah ikan (UPI) PT. Tilapia Nusantara Jaya  tersebut akan menghasilkan produk utama berupa fillet tilapia beku dan 5 produk lainnya seperti (minyak ikan, sisik, kulit, karkas, tetelan) dengan teknologi zero waste. Budi mengatakan, keberadaan pabrik ini setiap hari diperlukan 50 ton ikan nila (salin dan air tawar) hidup dengan ukuran 800 gram ke atas.  Bahan baku akan didatangkan dari Pati, Klaten, Karawang dan Banjarnegara. Industri ini saat ini  menyerap 50 orang dalam pabrik dan lebih dari 100 tenaga kerja pendukung.

Baca Juga :  Setelah Sukses Solo dan Jakarta, DEWA 19 AAL STARS Siap Guncang Bandung

“Ini komitmen kami agar ekonomi bisa berkembang bersama antara industri dan pembudidaya nila (salin dan air tawar) di kawasan Jawa Tengah dan juga daerah lainnya penghasil nila,” tutur Budi.

Budi memastikan jajarannya bergerak mendampingi dan membina pelaku usaha sejak perencanaan, pembangunan unit pengolah ikan (UPI) tilapia tersebut, termasuk juga di bidang pemasaran, hal ini sejalan dengan amanat Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sekaligus semangat Presiden Joko Widodo dalam mendorong hilirisasi sektor kelautan dan perikanan.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat hingga berdiri UPI PT. Tilapia Nusantara Jaya ini, mengingat tilapia merupakan salah satu komoditas prioritas,” jelas Budi. 

Ke depan, Budi berharap baik Pemda maupun UPI tilapia bisa bersama-sama mengedukasi para pembudidaya untuk menghasilkan bahan baku terstandar. Bukan hanya dari segi bibit, melainkan cara budidaya serta pakannya agar produk yang dihasilkan nantinya bisa memenuhi keamanan pangan sekaligus menjadi sumber asupan protein masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Fokuskan Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial

“Standar budidaya, penggunaan pakan, air dan obat yang memenuhi persyaratan dalam budidaya nila ini penting diperhatikan. Edukasi ini dilakukan bersama, termasuk pembinaan ke pembudidaya,” harapnya. 

Sebagai informasi, tilapia merupakan salah satu komoditas prioritas KKP selain udang, rumput laut, kepiting-rajungan dan lobster. Pada tahun 2023 nilai ekspor tilapia Indonesia mencapai USD 82 juta.

Berdasarkan data ITC Trademap, nilai tilapia di pasar global menyentuh angka USD 1,34 miliar pada tahun 2023 dengan pasar utama Amerika Serikat (pangsa pasar 51,1%), Meksiko (11,3%), Pantai Gading (5,3%), Israel (4,6%) dan Kanada (3,6%). 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membeberkan sejumlah potensi investasi di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Adapun nilai produk olahan  perikanan tahun 2022 tercatat mencapai Rp289,64 triliun, dengan rincian makro Rp77,08 triliun, menengah Rp11,04 triliun, kecil Rp11,52 triliun, dan mikro Rp189,99 triliun.

Berita Terkait

Petugas Gabungan Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Kali Sentiong
Peduli Kemanusiaan KTH Ciguha Rivers Akan Salurkan Bantuan Logistik Dan Uang Tunai Ratusan Juta Ke Korban Kebakaran Sukabumi
13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:34 WIB

Petugas Gabungan Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Kali Sentiong

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:56 WIB

Peduli Kemanusiaan KTH Ciguha Rivers Akan Salurkan Bantuan Logistik Dan Uang Tunai Ratusan Juta Ke Korban Kebakaran Sukabumi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Berita Terbaru