Tidak Ada Kuota PPPK, Guru Swasta Kemenag Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

- Jurnalis

Minggu, 14 Juli 2024 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak Ada Kuota PPPK, Guru Swasta Kemenag Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
FGSNI saat gelar aksi unjuk rasa di Kemenpan RB soal tidak adanya kouta PPPK. (Foto: dok.Suararealitas.com/Suherman)

JAKARTA – Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kemenpan RB di Jl. Sudirman, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/7/2024). 

Ratusan guru swasta di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) berkumpul untuk menuntut kepastian kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi mereka, yang selama ini merasa dianaktirikan dibandingkan guru di sekolah negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua FGSNI Pusat, Agus Mukhtar, menyatakan bahwa guru swasta di bawah Kementerian Agama tidak mendapatkan perlakuan yang adil. 

“Padahal, keduanya sama-sama bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak adil jika guru swasta tidak mendapatkan kuota PPPK hanya karena terhalang oleh undang-undang,” ujar Agus. 

Agus menambahkan bahwa ketidakadilan juga terlihat dalam pengangkatan inpassing, di mana guru yang berusia di atas 55 tahun tidak diakomodir. 

Baca Juga :  Andra Soni Tinjau Langsung Bangunan Sekolah di Kabupaten Tangerang

“Undang-undang seharusnya diciptakan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat tanpa kecuali,” tambahnya.

Pantauan dilokasi, FGSNI menolak keras Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 yang dianggap tidak mengakomodir harapan guru swasta di Kementerian Agama. Mereka mendesak agar undang-undang tersebut diubah untuk mencakup kepentingan dan kesejahteraan guru swasta.

Unjuk rasa ini diikuti oleh lebih dari 250 guru dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk Kebumen, Oku, Pesawaran, Lumajang, Bekasi, Banjarnegara, Magelang, Purbalingga, Semarang, Banyumas, dan Wonosobo. Demonstrasi dimulai dari Kantor Kemenag RI dan dilanjutkan menuju Kemenpan RB pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB, kemudian diakhiri dengan orasi di kantor Kemenag RI.

Dalam aksinya, FGSNI menuntut lima hal utama: kuota PPPK untuk madrasah swasta tahun 2024/2025, pendaftaran PPPK Kemenag dikhususkan otomatis bagi guru yang sudah terdaftar di Simpatika dan diutamakan yang sudah inpassing, penempatan PPPK di sekolah asal, kemudahan bagi guru yang belum inpassing untuk mengikuti PPG guna mendapatkan SK sertifikasi dan inpassing, serta otomatisasi inpassing bagi guru yang sudah PPG sesuai dengan masa kerja.

Baca Juga :  Panglima TNI Berikan Kuliah Umum kepada 111 Pasis Sesko TNI dan Resmikan Lapangan Olahraga Sesko TNI

Aksi ini disambut baik oleh Suryono, staf Deputi Kemenpan RB, yang berjanji akan membantu menyampaikan tuntutan FGSNI kepada pejabat yang berwenang. Suryono menyatakan bahwa persoalan PPPK tidak lepas dari pembahasan di Kemenag, DPR RI, dan Kemenpan RB sendiri.

Menanggapi aksi ini, FGSNI berencana untuk terus berjuang menyuarakan aspirasi kepada pejabat yang berwenang, memantau perkembangan hasil audiensi, dan tetap berjuang agar kuota PPPK untuk madrasah swasta tersedia pada tahun 2025 jika tuntutan tahun 2024 belum terpenuhi. 

Selain itu, mereka juga akan terus mengadakan audiensi jika tuntutan belum dikabulkan.**(Suherman)

Berita Terkait

Heboh! Video Pelajar Adu Jotos di Terowongan Tangerang Dipicu Hal Sepele, Disdik Turun Tangan
Pendistribusian Perdana SPPG Purasari Disambut Antusias Siswa Siswi SDN Tanjungsari02
Rayakan HUT Ke-9, Komunitas A-Green Gelar Lomba Poster dan Esay
Pesantren Kilat Jadi Ajang Belajar dan Silaturahmi di PKBM Mutiara Hati
YNN LawFirm Dampingi Korban Dugaan Pencabulan, Oknum Pimpinan Pesantren di Tangerang
Pimpinan Pondok Pesantren PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah Diduga Mencabuli Beberapa Siswa
Program MBG di Jakbar Tembus Puluhan Ribu Penerima, Sudin Pendidikan Targetkan Naik 30 Persen
VCI 2026 HighScope Indonesia: Siswa SMK–SMA Adu Strategi Bisnis, Penerima KJP Bersinar

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:38 WIB

Heboh! Video Pelajar Adu Jotos di Terowongan Tangerang Dipicu Hal Sepele, Disdik Turun Tangan

Senin, 27 April 2026 - 12:34 WIB

Pendistribusian Perdana SPPG Purasari Disambut Antusias Siswa Siswi SDN Tanjungsari02

Sabtu, 25 April 2026 - 21:26 WIB

Rayakan HUT Ke-9, Komunitas A-Green Gelar Lomba Poster dan Esay

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:15 WIB

Pesantren Kilat Jadi Ajang Belajar dan Silaturahmi di PKBM Mutiara Hati

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:08 WIB

YNN LawFirm Dampingi Korban Dugaan Pencabulan, Oknum Pimpinan Pesantren di Tangerang

Berita Terbaru

Megapolitan

RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:11 WIB