Aktivitas Vulkanik Meningkat, Status Gunung Semeru Naik Jadi Siaga

- Jurnalis

Minggu, 13 November 2022 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas Vulkanik Meningkat, Status Gunung Semeru Naik Jadi Siaga
Gunung Api Semeru naik status menjadi level III (siaga). (Foto: tangkapan layar di live Mas Bend77 Official/Rundi Bhedil)


Lumajang – Sejak Rabu 09 November 2022 aktivitas erupsi Gunung Api Semeru yang berlokasi di Lumajang, Malang, Jawa Timur ini terus meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erupsi terakhir terjadi pada Minggu (13/11), periode 12.00-18.00 WIB.

Mengutip Magma Indonesia, website resmi milik Kementerian ESDM, bahwa Gunung Api Semeru kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak.

“Gunung Api Semeru terletak di KabKota Lumajang, Malang, Jawa Timur, Minggu 13 November 2022, periode 12:00-18:00 WIB dengan posisi geografis di Latitude -8.108°LU, Longitude 112.92°BT dan tinggi kolom abu teramati ± 3000 m di atas puncak (± 3676 m di atas permukaan laut),” bunyi keterangan laporan yang diberikan Mukdas Sofian, seperti mengutip dari magma.esdm.go.id pada Minggu, (13/11/2022) malam.

Baca Juga :  Mendagri Terbitkan Instruksi Pengendalian Pencemaran Udara pada Jabodetabek

Saat ini, aktifitas Gunung Api Semeru naik status menjadi level III (siaga). 

Mukdas Sofian menyebut bahwa Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 500 meter dari puncak. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 24-27°C.

“Visual lainnya: Nihil. Pengamatan Kegempaan: 28 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 12-22 mm, dan lama gempa 50-110 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 13 detik dan lama gempa 70 detik. 1 kali gempa Getaran Banjir dengan amplitudo 35 mm, dan lama gempa 9530 detik,” tulis laman Magma Indonesia Kementerian ESDM.

Sekedar informasi, Badan Geologi mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. 

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Pusat Gelar Apel Pasukan Pengamanan TPS

Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). 

Ketiga, mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.*(Rundi Bhedil)

Berita Terkait

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Berita Terbaru

Nasional

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 21:14 WIB