IKWI Jadi Duta Penghapusan KDRT di Semnas HPN 2024

- Jurnalis

Minggu, 18 Februari 2024 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IKWI Jadi Duta Penghapusan KDRT di Semnas HPN 2024
Ketum IKWI, Andi Dasmawati beserta jajaran saat sesi foto bersama dengan Kanit PPA Bareskrim Polri, AKBP Ema Rahmawati. (Foto: Istimewa)


JAKARTA – Tingkat pendidikan rendah menjadi faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, KDRT seolah menjadi bagian dari budaya di masyarakat, sehingga lumrah dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua Umum IKWI Andi Dasmawati, setelah diminta menjadi agen untuk penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Ini tugas IKWI menjadi agen perubahan dalam penghapusan KDRT. Ketika itu terjadi dalam lingkungan kita, IKWI harus menjadi agen perubahan bahwa itu tidak benar,” ujar Andi kepada peserta saat Seminar Penghapusan KDRT di Candi Bentar Ancol, seperti dikutip dari ifakta.co, Minggu (18/02).

Baca Juga :  Semangat Bulutangkis Insan BRILian Meriahkan HUT BRI ke-130

Andi menyebut, bahwa stigma untuk tidak dapat mencampuri urusan rumah tangga orang lain harus segera dihapuskan.

Sehingga, diharapkan dapat meminimalisir dan mencegah terjadinya KDRT dalam kehidupan masyarakat sekitar.

“Kita harus menghentikan tindakan-tindakan untuk menghentikan kekerasan dalam rumah tangga,” sebutnya.

Andi pun mengaku, faktor utama yang menyebabkan terjadinya KDRT ialah karena rendahnya pendidikan dalam keluarga.

“Rendahnya tingkat pendidikan memiliki dampak terhadap kesadaran masyarakat dalam penghapusan KDRT,” jelasnya.

Selain itu, di Indonesia masih banyak hal-hal yang mengedepankan bahwa kekuatan laki-laki lebih besar dari perempuan.

Akibatnya, kasus KDRT di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. 

Baca Juga :  Brigadir Renita Rismayanti, Polwan Polri Raih Penghargaan Dunia — “UN Woman Police Officer of The Year 2023

“KDRT juga selalu meningkat dalam setiap tahunnya,” katanya.

Bahkan menurut dia, perempuan yang berusia 25 hingga 40 tahun paling rentan mengalami KDRT.

“Untuk itu, diharapkan seluruh anggota dan pengurus IKWI dapat ikut berperan serta dalam penghapusan KDRT,” tukasnya.

Di lain sisi, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Bareskrim Polri, AKBP Ema Rahmawati menambahkan, bahwa para pengurus IKWI jangan takut dan khawatir agar segera melaporkan ke pihak kepolisia jika mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Ibu-ibu jangan pernah takut perihal KDRT, karna ada undang-undangnya dan segera melaporkan ke kami,” tuturnya.*(SR)

Berita Terkait

Terima Audiensi Menhub, Menko Polkam Perkuat Koordinasi Pengamanan Transportasi Idulfitri 2026
KKP Buka Peluang Sinergi Petakan Lokasi Ruang Karbon Biru di Kawasan Industri
IDSD 2025 Dirilis, Dr. Yopi Dorong Pemda Manfaatkan Data untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kota Surakarta Terima Apresiasi pada Rilis Indeks Daya Saing Daerah 2025
BRIN Luncurkan IDSD 2025, Riset dan Inovasi Jadi Kunci Daya Saing Daerah
Kementan Sidak Pasar di Depok, Harga Ayam dan Daging Selama Puasa Tetap Normal
Imlek Festival 2577 Resmi Dibuka, Satukan Budaya Nusantara di Lapangan Banteng
UPTD JJ Wilayah VII Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang Perbaiki Jalan Rajeg–Mauk

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:36 WIB

Terima Audiensi Menhub, Menko Polkam Perkuat Koordinasi Pengamanan Transportasi Idulfitri 2026

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:25 WIB

KKP Buka Peluang Sinergi Petakan Lokasi Ruang Karbon Biru di Kawasan Industri

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:08 WIB

IDSD 2025 Dirilis, Dr. Yopi Dorong Pemda Manfaatkan Data untuk Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:12 WIB

Kota Surakarta Terima Apresiasi pada Rilis Indeks Daya Saing Daerah 2025

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:49 WIB

BRIN Luncurkan IDSD 2025, Riset dan Inovasi Jadi Kunci Daya Saing Daerah

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

AHY Soroti Ketimpangan Air Bersih, Sejumlah Wilayah Hadapi Tekanan Pasokan

Selasa, 24 Feb 2026 - 18:20 WIB