Kolaborasi Multipihak Guna Mewujudkan Revitalisasi Kampung Tanjung Kait

- Jurnalis

Selasa, 27 Agustus 2024 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi Multipihak Guna Mewujudkan Revitalisasi Kampung Tanjung Kait
Pentingnya kolaborasi multipihak dalam program revitalisasi Kampung Tanjung Kait. (Foto: Suara Realitas)

KABUPATEN TANGERANG  – Kampung Tanjung Kait, yang terletak di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, merupakan komunitas dengan 110 kepala keluarga yang mayoritas bekerja di sektor informal, kondisi permukiman yang memprihatinkan, dengan rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, dan akses air bersih terbatas, sangat memerlukan intervensi, Selasa (27/8/2024).

Untuk itu perlu ada kerjasama dan kolaborasi multipihak yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, masyarakat Tanjung Kait, Habitat for Humanity Indonesia, KOMIDA, dan pada donor, untuk melaksanakan program revitalisasi Kampung Tanjung Kait. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini dirancang dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat secara aktif untuk mengatasi kesenjangan akses lahan, meningkatkan ketersediaan perumahan layak, dan menjadikan hunian layak sebagai hak asasi manusia yang utama.

Selain itu, program ini juga untuk memastikan keamanan bermukim bagi warga yang selama ini tinggal di pemukiman informal melalui akses pembiayaan kepemilikan tanah. 

Pembangunan  rumah layak huni dan  infrastruktur dasar akan memenuhi akses kebutuhan tempat tinggal yang lebih sehat,  ketersediaan air bersih dan sanitasi yang lebih baik serta akses layanan dasar lainnya.

Program ini diawali dengan Pendekatan Partisipatif untuk Kesadaran Tempat Tinggal yang Aman (PASSA). Tujuannya, dapat mendorong partisipasi masyarakat, membangun kapasitas, dan mempromosikan kemandirian serta perlindungan terkait keamanan bermukim. 

Baca Juga :  Polres Ponorogo Berhasil Ungkap Kasus Curat Dengan Modus Merusak Pintu Mobil

Melalui PASSA, masyarakat diajak untuk mengidentifikasi masalah, perencanaan, dan penataan kampung untuk menciptakan tempat tinggal yang lebih aman, serta mengurangi dampak ancaman bencana dan perubahan iklim. 

Melalui kolaborasi ini, warga Kampung Tanjung Kait akan dapat meng akses pembiayaan tanah dan kepemilikan hak atas tanah, membangun rumah layak huni, serta membangun infrastruktur dengan pembangunan jalan lingkungan, saluran drainase, jaringan air bersih, jaringan listrik PLN, fasilitas umum, ruang terbuka hijau, kios usaha pengepulan ikan, dan tanggul pemecah ombak. Program ini sangat baik, sebab melibatkan banyak pihak. 

Pemerintah Kabupaten Tangerang, berkomitmen dalam melaksanakan program ini dengan mengalokasikan dana APBD Perubahan tahun 2025 untuk Pembangunan infrastruktur dan sarana penunjang lainnya. 

“Kami sangat senang dengan program ini, melalui kerjasmaa banyak pihak masyarakat di Kampung Tanjung Kait akan dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan selalu memprioritaskan dan mendukung setiap program yang melibatkan banyak pihak, serta beguna bagi masyarakat. Kami akan mendorong dan memfasilitasi Kerjasama multipihak ini, sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Andi Ony selaku PJ Bupati Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Jadikan Ajang Silaturahmi dan Menghargai Sesama Umat Beragama, MIO Bali Gelar Bukber di Paud Aisiyah

“Habitat Indonesia percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat dan pengetahuan yang tepat, kita dapat memberdayakan masyarakat untuk berubah dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini tidak hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan,” sebut Susanto selaku Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia.

Keterlibatan warga ini juga menjadikan warga lebih tangguh, salah satu warga menyebutkan bahwa melalui program ini, kami merasa diperhatikan, kami juga terdorong untuk bersemangat membangun kampung kami. 

“Untuk itu, mewakili masyarakat di Tanjung Kait, saya ingin mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya pada Pemerintah Kabupaten Tangerang, Habitat for Humanity Indonesia, KOMIDA dan semua pihak yang terkait. Kami juga bersyukur sekali atas kepedulian dari para donor dan sponsor yang luar biasa. Banyak pembelajaran kami dapatkan dari program ini,” tuturnya. 

“Semoga misi baik ini dapat terus berkembang dan berdampak lebih luas,” tambah Muslih, Ketua Komite Lokal dan Anggota PASSA Group Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom. 

“Selamat kepada seluruh warga Kampung Tanjung Kait atas langkah maju ini! Mari kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

(Bar)

Berita Terkait

Enam Tahun Menggantung, Dua Sertifikat PTSL Warga Serang Tak Kunjung Terbit
Urus SHM Tak Kunjung Jadi Sejak 2024, Warga Sepatan Timur Jadi Korban Calo Sertifikat dan Dugaan Keterlibatan Oknum BPN Kabupaten Tangerang
Gotong Royong Warga Tanjung Kait Bersihkan Pesisir, Dukung Penataan Kawasan Pantai
Srikandi PP Kota Tangerang Gelar Pengajian Bulanan, Tono Darusalam: Jadi Motivasi Daerah Lain
Peringatan Konstruktif Bupati Tolikara di Forum APKASI 2026: Risiko Ganda Pemerintahan Daerah di Tanah Papua dalam Tekanan Fiskal, Keamanan, dan Pembangunan
Perumda Tirta Benteng Buka Seleksi Pendaftaran Calon Penyedia Jasa
Diduga SDN Jombang 05 Hilangkan Ijazah
Pimpinan DPRD Pastikan Tidak Ada Pembahasan Zonasi Prostitusi di Kota Tangerang

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 19:09 WIB

Enam Tahun Menggantung, Dua Sertifikat PTSL Warga Serang Tak Kunjung Terbit

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:11 WIB

Urus SHM Tak Kunjung Jadi Sejak 2024, Warga Sepatan Timur Jadi Korban Calo Sertifikat dan Dugaan Keterlibatan Oknum BPN Kabupaten Tangerang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:18 WIB

Gotong Royong Warga Tanjung Kait Bersihkan Pesisir, Dukung Penataan Kawasan Pantai

Senin, 26 Januari 2026 - 19:50 WIB

Srikandi PP Kota Tangerang Gelar Pengajian Bulanan, Tono Darusalam: Jadi Motivasi Daerah Lain

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:02 WIB

Peringatan Konstruktif Bupati Tolikara di Forum APKASI 2026: Risiko Ganda Pemerintahan Daerah di Tanah Papua dalam Tekanan Fiskal, Keamanan, dan Pembangunan

Berita Terbaru