Sriwijaya Dipilih Jadi Nama Kapal Induk Pertama TNI AL, Ini Alasannya

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

JAKARTA, Suararealitas.co – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan pemilihan nama KRI Sriwijaya-100 untuk kapal induk pertama TNI Angkatan Laut tidak terlepas dari jejak panjang Sriwijaya sebagai salah satu kekuatan maritim penting di Nusantara.

Menurut Ali, Sriwijaya dipilih karena kerajaan tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah kejayaan maritim Indonesia. Nama tersebut sekaligus membawa semangat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemaritiman yang pernah menjadi kekuatan Nusantara.

“Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu,” ujar Ali usai peresmian nama KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

Ali berharap penggunaan nama Sriwijaya pada kapal induk tersebut tidak sekadar menjadi identitas kapal, tetapi juga merepresentasikan cita-cita untuk memperkuat kembali posisi Indonesia sebagai negara maritim.

“Harapannya dengan penamaan itu, kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu,” katanya.

Pemilihan nama Sriwijaya juga sejalan dengan tradisi penamaan kapal perang TNI AL. Dalam publikasi resmi TNI AL, nomenklatur kapal perang telah mengatur penggunaan nama berdasarkan jenis kapal. Untuk kapal induk, nama kerajaan maritim besar seperti Sriwijaya dan Majapahit telah disiapkan sebagai bagian dari tradisi tersebut. (TNI AL)

Baca Juga :  Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah

Kehadiran KRI Sriwijaya-100 sendiri menandai babak baru bagi TNI AL. Dalam keterangan resmi TNI AL, kapal tersebut merupakan kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL dan memiliki fasilitas penerbangan untuk mendukung pengoperasian helikopter serta drone.

Selain memperkuat kemampuan pertahanan laut, kapal tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk penanganan bencana dan misi kemanusiaan.

Berita Terkait

Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026
Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah
Panglima TNI Dorong Pembinaan Basket, Targetkan Lahir Atlet Berprestasi
800 Atlet Ramaikan Panglima TNI Cup 2026, Wakasau Tekankan Pembinaan Atlet Menembak
Kemampuan Squad LFX Diperdalam Pada Latgabma SGS 2026
Cegah ISPA, Babinsa Koramil 12/Rajeg & Bhabinkamtibmas Polsek Rajeg Sosialisasikan Larangan Bakar Sampah
Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI
Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rajeg Berlangsung Khidmat, Danramil Tekankan Makna Kemerdekaan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:50 WIB

Sriwijaya Dipilih Jadi Nama Kapal Induk Pertama TNI AL, Ini Alasannya

Senin, 21 September 2026 - 20:43 WIB

Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026

Jumat, 18 September 2026 - 16:51 WIB

Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah

Minggu, 13 September 2026 - 21:40 WIB

Panglima TNI Dorong Pembinaan Basket, Targetkan Lahir Atlet Berprestasi

Sabtu, 12 September 2026 - 13:22 WIB

800 Atlet Ramaikan Panglima TNI Cup 2026, Wakasau Tekankan Pembinaan Atlet Menembak

Berita Terbaru