JAKARTA, Suararealitas.co – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan pemilihan nama KRI Sriwijaya-100 untuk kapal induk pertama TNI Angkatan Laut tidak terlepas dari jejak panjang Sriwijaya sebagai salah satu kekuatan maritim penting di Nusantara.
Menurut Ali, Sriwijaya dipilih karena kerajaan tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah kejayaan maritim Indonesia. Nama tersebut sekaligus membawa semangat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemaritiman yang pernah menjadi kekuatan Nusantara.
“Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu,” ujar Ali usai peresmian nama KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ali berharap penggunaan nama Sriwijaya pada kapal induk tersebut tidak sekadar menjadi identitas kapal, tetapi juga merepresentasikan cita-cita untuk memperkuat kembali posisi Indonesia sebagai negara maritim.
“Harapannya dengan penamaan itu, kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu,” katanya.
Pemilihan nama Sriwijaya juga sejalan dengan tradisi penamaan kapal perang TNI AL. Dalam publikasi resmi TNI AL, nomenklatur kapal perang telah mengatur penggunaan nama berdasarkan jenis kapal. Untuk kapal induk, nama kerajaan maritim besar seperti Sriwijaya dan Majapahit telah disiapkan sebagai bagian dari tradisi tersebut. (TNI AL)
Kehadiran KRI Sriwijaya-100 sendiri menandai babak baru bagi TNI AL. Dalam keterangan resmi TNI AL, kapal tersebut merupakan kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL dan memiliki fasilitas penerbangan untuk mendukung pengoperasian helikopter serta drone.
Selain memperkuat kemampuan pertahanan laut, kapal tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk penanganan bencana dan misi kemanusiaan.



































