Jakarta, (4/9) Suararealitas.co — Sekitar 100 orang massa buruh yang tergabung dalam FBTPI melakukan keberangkatan menuju KSO TPK Koja untuk mengikuti aksi unjuk rasa, Jumat (4/9/2026). Keberangkatan massa tersebut berlangsung dari kawasan Jalan Jampea Lorong 20, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta.
Berdasarkan hasil monitoring, massa mulai berkumpul dan melakukan persiapan keberangkatan sekitar pukul 09.00 WIB hingga 09.40 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Yehezkiel tercatat sebagai penanggung jawab massa. Selama proses keberangkatan, situasi dilaporkan berjalan aman dan kondusif.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi hubungan industrial dan keberlangsungan pekerjaan buruh di lingkungan KSO TPK Koja. Salah satu tuntutan utama yakni meminta agar seluruh anggota SBPN–FBTPI–KPBI yang berada di KSO TPK Koja dapat dipekerjakan kembali tanpa syarat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, massa menuntut agar hasil perundingan bipartit yang berlangsung pada 1 September 2026 dapat dijalankan. Mereka juga meminta agar seluruh tindakan yang dinilai sebagai intimidasi, teror, maupun diskriminasi terhadap buruh pelabuhan dihentikan serta mendorong terwujudnya dunia kerja yang adil demi kemajuan bersama.

Tuntutan lainnya ditujukan kepada Direktur Utama Pelindo agar turun langsung melakukan pemeriksaan dan pengawasan serta mendorong penyelesaian persoalan secara adil. Langkah tersebut dinilai penting oleh massa buruh untuk mencari penyelesaian terhadap persoalan yang terjadi dan memastikan hubungan kerja dapat berjalan secara lebih baik.
Dalam keberangkatan tersebut, massa menggunakan sejumlah atribut organisasi, di antaranya bendera FBTPI, bendera Merah Putih, bendera FBTPI/KPBI serta mengenakan pakaian organisasi FBTPI. Massa juga menggunakan kendaraan berupa satu unit kendaraan dengan nomor polisi B 9632 RF serta sekitar 50 unit sepeda motor.
Rute keberangkatan massa dimulai dari Jalan Jampea, kemudian melakukan putar balik dan selanjutnya menuju kawasan TPK Koja. Selama kegiatan berlangsung, unsur terkait melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan instansi lainnya guna memastikan keberangkatan massa berjalan tertib dan aman.
Hingga kegiatan keberangkatan selesai sekitar pukul 09.40 WIB, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Aksi tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi buruh terkait hubungan kerja dan tuntutan penyelesaian persoalan secara bersama melalui mekanisme yang berlaku.kipray



































