KKP: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Industri Rumput Laut Dunia

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tangerang, Suararealitas.co – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri rumput laut dunia, seiring meningkatnya permintaan global terhadap berbagai produk turunan yang digunakan di sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga pertanian berkelanjutan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan karena sebagian besar ekspor nasional masih didominasi bahan baku.

Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Erwin Dwiyana, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut Indonesia di pasar internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Erwin, tren global saat ini menunjukkan kebutuhan yang terus meningkat terhadap produk-produk berbasis rumput laut, didorong oleh perkembangan ekonomi hijau, industri kesehatan, serta meningkatnya kesadaran terhadap produk ramah lingkungan.

“Rumput laut bukan hanya komoditas perikanan, tetapi juga bagian dari solusi ekonomi berkelanjutan karena mendukung pengurangan emisi karbon, ekonomi sirkular, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ujarnya dalam talkshow Mendulang Emas Hijau dari Lautan Indonesia di Tangerang, Selasa (16/6/2026).

Baca Juga :  BRI KC Tangerang Ahmad Yani Gelar Sosialisasi Asuransi Kesehatan dan Medical Check Up Bersama RS Mitra Keluarga

Data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat produksi rumput laut global mencapai 34,8 juta ton pada 2022. Nilai perdagangan komoditas ini diperkirakan terus meningkat dan mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS pada 2025, dengan tren pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Meski menjadi salah satu produsen terbesar dunia, Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi dari komoditas tersebut. Hingga April 2026, nilai ekspor rumput laut nasional tercatat mencapai 94,30 juta dolar AS atau tumbuh 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun sebagian besar ekspor masih berupa rumput laut kering yang digunakan sebagai bahan baku industri di negara tujuan.

Kondisi tersebut membuat nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh negara-negara yang mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tinggi seperti karaginan, agar, maupun berbagai bahan baku industri kesehatan dan kecantikan.

Erwin menilai Indonesia perlu mempercepat pengembangan industri pengolahan dalam negeri agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah bagi pasar global.

Baca Juga :  PT Valencia Organika Global, Berhasil Menyabet Top Innovation Choice Award 2025

“Nilai ekonomi terbesar berada pada produk turunannya. Karena itu, hilirisasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi yang diperoleh Indonesia bisa jauh lebih besar,” katanya.

Sejumlah produk turunan rumput laut diperkirakan akan menjadi pasar yang sangat menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Karaginan, misalnya, diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan industri makanan dan minuman, farmasi, serta kosmetik. Produk agar juga menunjukkan tren pertumbuhan positif, sementara sektor biostimulan berbasis rumput laut diperkirakan menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat karena meningkatnya kebutuhan pertanian ramah lingkungan.

Selain memberikan nilai ekonomi, pengembangan industri rumput laut juga dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sumber daya laut.

Dengan ketersediaan sumber daya yang melimpah dan permintaan dunia yang terus meningkat, KKP menilai momentum penguatan hilirisasi harus dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai produsen utama rumput laut, tetapi juga sebagai pemain penting dalam industri pengolahan global.

Berita Terkait

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC
Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian
Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi
150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal
Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:23 WIB

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:16 WIB

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD

Berita Terbaru