Medion Hadirkan Produsen Telur SPF Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Vaksin Nasional

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Indonesia kini memiliki produsen telur Specific Pathogen Free (SPF) pertama yang beroperasi di dalam negeri. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kebutuhan bahan baku produksi vaksin unggas sekaligus memperkuat kegiatan penelitian laboratorium dan sektor kesehatan hewan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan PT Medion Indonesia melalui unit bisnis peternakannya, PT Damar Gayatri Jaya (DGJ), yang diperkenalkan dalam ajang Indo Livestock Expo & Forum 2026. Pameran dan forum internasional tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, akademisi, peneliti, serta pemangku kepentingan untuk berbagi inovasi dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sektor peternakan Indonesia.

PT Damar Gayatri Jaya yang berlokasi di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi telur SPF. Perusahaan yang didirikan pada 2021 tersebut mulai beroperasi pada 2024 dan bekerja sama dengan Gezondheidsdienst voor Dieren B.V. (GD Animal Health) dari Belanda guna memastikan standar kualitas internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Telur SPF merupakan telur yang berasal dari kawanan unggas yang dipelihara dalam sistem biosekuriti ketat dan telah dinyatakan bebas dari 20 patogen spesifik sesuai standar Farmakope Eropa. Produk ini menjadi komponen penting dalam pembuatan berbagai vaksin unggas, penelitian ilmiah, serta pengujian laboratorium.

Dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026, Medion juga menggelar customer gathering yang dihadiri pelanggan dan mitra dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi terbaru perusahaan.

Baca Juga :  Perkuat Soliditas Tim, BRI Kanca Jelambar Gelar Kegiatan Mini Soccer

Komisaris Medion, Peter Yan, mengatakan pengembangan telur SPF merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan industri peternakan dan kesehatan hewan nasional. Menurutnya, perjalanan Medion selama lebih dari lima dekade menjadi fondasi untuk terus berkolaborasi dengan peternak, pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

“Forward Together tujuannya agar kami bisa maju bersama peternak, pemerintah maupun universitas yang banyak membantu dalam penelitian,” ujar Peter Yan.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas SPF merupakan hasil perjalanan panjang perusahaan yang dibangun bersama para pekerja dan manajemen selama bertahun-tahun. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi warisan yang terus dikembangkan untuk mendukung kemandirian industri vaksin Indonesia.

Peter mengungkapkan bahwa fasilitas SPF Medion juga telah mendapat perhatian dari pemerintah. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bahkan pernah mengunjungi fasilitas tersebut dan memahami secara langsung pentingnya telur SPF dalam mendukung produksi vaksin nasional.

Menurut Peter, telur SPF yang diproduksi Medion tidak digunakan untuk ditetaskan menjadi bibit ayam, melainkan secara khusus dimanfaatkan sebagai media produksi vaksin. Kehadirannya menjadi solusi penting dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku penelitian dan produksi vaksin.

Ia menambahkan, selama ini kebutuhan telur SPF untuk penelitian dan pengujian laboratorium banyak dipenuhi melalui impor yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari proses distribusi, waktu pengiriman yang panjang, hingga risiko kerusakan produk selama perjalanan.

Baca Juga :  Menyongsong Ramadhan Kareem dengan Hati yang Bersih bersama BRI Jakarta Kota

“Kalau sudah tersedia di dalam negeri, kebutuhan penelitian puluhan hingga ratusan butir bisa kami penuhi dengan lebih cepat,” katanya.

Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal produksi vaksin, telur SPF juga dapat mendukung berbagai kegiatan penelitian yang dilakukan perguruan tinggi, lembaga riset, laboratorium pemerintah, maupun institusi kesehatan hewan lainnya.

Meski sejumlah negara telah menunjukkan minat terhadap produk tersebut, Medion saat ini masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik. Sebagian besar produksi masih digunakan untuk mendukung pembuatan vaksin internal serta memenuhi kebutuhan institusi pemerintah dan laboratorium nasional.

“Sudah ada beberapa negara yang menyampaikan permintaan, tetapi saat ini kebutuhan dalam negeri masih menjadi prioritas utama,” ujar Peter.

Ke depan, peluang ekspor tetap terbuka seiring peningkatan kapasitas produksi. Selain memperkuat kemandirian industri kesehatan hewan nasional, ekspor telur SPF berpotensi memberikan nilai tambah sekaligus mendukung daya saing Indonesia di pasar global.

Melalui pengembangan fasilitas SPF dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Medion berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem peternakan dan kesehatan hewan yang lebih mandiri, inovatif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Berita Terkait

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal
Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep
Merasa Dibohongi, Pedagang Taman Puring Tagih Janji Revitalisasi, Wacana Alih Fungsi Jadi Taman Picu Kekecewaan
KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli dan Percepat Evakuasi Penumpang
Sira Village – Grand Outlet Bali Resmi Dibuka, Perkuat Daya Tarik Investasi dan Pariwisata di KEK Kura Kura Bali

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:16 WIB

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:16 WIB

238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep

Berita Terbaru