KKP Pastikan Aksi Iklim Karbon Biru Berbasis Data dan Sains

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BOGOR, Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan setiap aksi iklim berbasis laut dilakukan berdasarkan data, sains, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan. Untuk itu, penguatan kapasitas teknis menjadi kunci dalam memastikan kualitas pelaporan karbon biru yang kredibel dan diakui secara internasional.

“Pengelolaan karbon biru harus dibangun di atas fondasi sains yang kuat, didukung sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) yang kredibel, serta menjunjung prinsip integritas tinggi,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Miftahul Huda dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (7/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk meningkatkan kapasitas teknis, KKP bersama Climateworks Centre – Monash University dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut (PKSPL) IPB University melakukan Pelatihan Pelaporan Gas Rumah Kaca dari Ekosistem Karbon Biru yang digelar di Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan diikuti oleh puluhan peserta dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta kalangan akademisi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan ekosistem karbon biru. Materi yang diberikan mencakup standar internasional seperti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), teknik pengumpulan data lapangan, hingga analisis stok karbon pada mangrove dan lamun.

Miftahul Huda menambahkan, ekosistem pesisir seperti mangrove dan lamun memiliki potensi besar dalam menyerap dan menyimpan karbon, sehingga menjadi solusi strategis dalam mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga :  Menteri Trenggono Jamin Pembuatan Regulasi Sektor KP Utamakan Ekologi

“Laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang kehidupan dan ruang masa depan yang harus kita kelola secara berkelanjutan,” tegasnya.

Indonesia Country Lead Climateworks Centre, Jannata Egi Giwangkara, menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi bagi tata kelola laut dan iklim yang efektif. Climateworks Centre berkomitmen untuk terus menjadi mitra jangka panjang bagi pemerintah Indonesia dan para pemangku kepentingan lainnya dalam membangun sistem, kapasitas, dan solusi berbasis bukti.

“Kami percaya bahwa masa depan aksi iklim berbasis laut Indonesia sangat ditentukan oleh para praktisi yang mampu menerjemahkan ilmu menjadi tindakan, dan kebijakan menjadi dampak nyata,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan merupakan bagian dari rangkaian tiga pelatihan yang terintegrasi, yang mencakup pelaporan GRK, validasi dan verifikasi proyek karbon (MRV), serta pengembangan ekonomi karbon biru. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan terbentuknya kompetensi yang komprehensif dalam pengelolaan karbon biru nasional.

Selain peningkatan kapasitas teknis, pelatihan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan mitra internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan implementasi aksi iklim laut, seperti keterbatasan data, metodologi, serta koordinasi lintas sektor.

Baca Juga :  Pemkot Dumai Dorong Percepatan Cetak Sawah, Ajukan Dukungan Irigasi dan Alsintan ke Pemerintah Pusat

Sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan komitmen ambisius untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030, sebagaimana tertuang dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).

Guna mencapai target tersebut, KKP terus mendorong percepatan tata kelola laut dan pesisir agar berfungsi sebagai instrumen mitigasi perubahan iklim yang tangguh. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kebijakan dan berbagai instrumen pendukung, antara lain penyusunan peta jalan karbon biru, pengembangan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), serta pelaksanaan proyek percontohan di sejumlah wilayah pesisir. Melalui langkah tersebut, sektor kelautan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target iklim nasional, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

KKP menegaskan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola sumber daya laut melalui pendekatan berbasis sains, kolaborasi, dan inovasi teknologi. Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam mendorong penguatan ekonomi biru, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta percepatan pencapaian target iklim nasional.

 

Berita Terkait

Rangkai HUT RI ke- 81, Camat Mauk Ajak Warga Eratkan Persatuan Lewat Jalan Santai
Menko Polkam: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Harus Jadi Booster Program Pemerintah
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta
JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Gangguan Kamtibmas
Pemerintah Perkuat Penanganan Banjir Pantura, Brebes Masuk Program FMNJP untuk Tingkatkan Ketahanan Wilayah
Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar, Sembilan Motor Diamankan di Jakarta Timur
Menteri Hukum Minta Verifikasi Pelepasan Kewarganegaraan Maksimal 15 Hari
Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Peningkatan Kemampuan Dalmas

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Rangkai HUT RI ke- 81, Camat Mauk Ajak Warga Eratkan Persatuan Lewat Jalan Santai

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Menko Polkam: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Harus Jadi Booster Program Pemerintah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Pemerintah Perkuat Penanganan Banjir Pantura, Brebes Masuk Program FMNJP untuk Tingkatkan Ketahanan Wilayah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar, Sembilan Motor Diamankan di Jakarta Timur

Berita Terbaru