Indonesia Dorong Investasi Akuakultur Berkelanjutan Lewat Workshop FAO-CIRDAP

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Suararealitas.co– Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan komitmen dalam memperkuat investasi akuakultur berkelanjutan, melalui kolaborasi di tingkat global, salah satunya FAO-CIRDAP Workshop bertajuk “Toward a Global Framework for National Aquaculture Investment Plans: Lessons and Insights from Asia”.

Workshop ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, mendorong kemitraan multipihak, serta mengembangkan skema pembiayaan inovatif guna mempercepat transformasi akuakultur yang inklusif dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, menegaskan bahwa akuakultur saat ini merupakan salah satu sektor produksi pangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Sektor ini berperan penting dalam penyediaan protein, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan.

“Melalui kebijakan Ekonomi Biru, Indonesia memastikan pengembangan akuakultur tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga ekosistem, efisiensi sumber daya, dan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat,” ujar Dirjen Tebe dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (16/4).

Ia menambahkan, pengembangan National Aquaculture Investment Plans (NAIPs) menjadi instrumen strategis untuk menjembatani kebijakan dengan implementasi investasi yang nyata, layak secara finansial, dan berkelanjutan. Indonesia terus mendorong transformasi sektor ini melalui berbagai program prioritas, mulai dari revitalisasi tambak udang, pengembangan rumput laut berkelanjutan, hingga modernisasi sistem budidaya terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca Juga :  TOP Legislator Award 2025 Digelar SuaraPemerintah.ID, Ini Daftar Penerima Penghargaan

Dalam konteks tersebut, terdapat empat pertimbangan utama yang menjadi perhatian dalam pengembangan investasi akuakultur. Pertama, investasi di sektor akuakultur harus berkelanjutan, layak secara ekonomi, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan inklusif secara sosial. Kedua, pembudidaya skala kecil tidak boleh tertinggal, sehingga NAIPs harus memastikan akses yang adil terhadap sumber daya, pembiayaan, dan pasar. Ketiga, kelembagaan yang kuat serta kebijakan yang mendukung menjadi kunci untuk menarik dan menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang. Keempat, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, para pemangku kepentingan, dan media sangat penting untuk memastikan bahwa kepentingan semua pihak dapat terakomodasi.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO), Rajendra Aryal, menyampaikan bahwa Asia merupakan pusat produksi akuakultur dunia dan Indonesia menjadi salah satu pemain utama yang menopang jutaan mata pencaharian. Namun, peningkatan produksi perlu diimbangi dengan perencanaan investasi yang kuat dan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga :  Yakinkan Sirkuit Mandalika Siap, Presiden Jokowi Terima Kunjungan Pembalap MotoGP 2022

“Tanpa kerangka investasi yang jelas, pengembangan akuakultur berisiko tidak berkelanjutan. NAIPs menjadi alat penting untuk menerjemahkan kebijakan menjadi proyek nyata yang berdampak luas,” jelas Rajendra Aryal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Centre on Integrated Rural Development for Asia and the Pacific (CIRDAP), P. Chandra Shekara, menyoroti bahwa akuakultur telah menjadi tulang punggung produksi pangan perairan di Asia Pasifik dengan kontribusi lebih dari 90 persen produksi global. Meski demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya air, hingga ketimpangan rantai nilai.

Selama beberapa hari ke depan, para peserta akan membahas dan memvalidasi kerangka NAIPs, termasuk model investasi, laporan sintesis kawasan, serta konsep implementasi yang dapat diterapkan di berbagai negara.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut perikanan budidaya merupakan masa depan dalam memenuhi kebutuhan pangan berbasis protein. Untuk itu, KKP menggalakkan program-program modeling budidaya perikanan berkelanjutan yang tidak hanya produktif tapi juga ramah lingkungan.

 

Berita Terkait

KKP Pastikan Pulau Umang Tidak Dijual & Tindak Tegas Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin
KKP Proyeksikan Ekosistem Karbon Biru Serap 10 Juta Ton CO2 per Tahun
Gerakan Aktivis Jakarta Gelar Diskusi Publik Modernisasi Sistem Air Bersih, Soroti Tantangan Infrastruktur dan Pembiayaan
KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark
KKP Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan dengan Jamin Ketertelusuran Rantai Pasok
Kabupaten Tangerang Raih Penghargaan Top BUMD Award 2026
Baintelkam Polri Kunjungi Mako Bang Japar, Fahira Idris Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Sampaikan 5 Rekomendasi
Barikade 98 Tegaskan Sikap: Halal Bihalal Jadi Momentum Kawal Demokrasi

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:13 WIB

Indonesia Dorong Investasi Akuakultur Berkelanjutan Lewat Workshop FAO-CIRDAP

Rabu, 15 April 2026 - 22:31 WIB

KKP Pastikan Pulau Umang Tidak Dijual & Tindak Tegas Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin

Rabu, 15 April 2026 - 14:20 WIB

KKP Proyeksikan Ekosistem Karbon Biru Serap 10 Juta Ton CO2 per Tahun

Selasa, 14 April 2026 - 17:07 WIB

Gerakan Aktivis Jakarta Gelar Diskusi Publik Modernisasi Sistem Air Bersih, Soroti Tantangan Infrastruktur dan Pembiayaan

Selasa, 14 April 2026 - 13:17 WIB

KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark

Berita Terbaru

TNI-Polri

11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB