Jakarta, Suararealitas.co — PT Sinar Medika Langgeng, anak usaha Sinar Mas Land, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Bundamedik Tbk terkait rencana pendirian rumah sakit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan di Kementerian Kesehatan, Kamis (2/4).
Kesepakatan ini menjadi langkah awal pembentukan joint venture untuk menghadirkan
rumah sakit berstandar internasional yang akan berperan sebagai anchor tenant dalam
meningkatkan daya tarik investasi di KEK ETKI Banten. Fasilitas ini direncanakan dikembangkan dan dikelola oleh PT Bundamedik Tbk selaku holding dari jaringan Rumah Sakit Bunda sebagai bagian dari ekspansi jaringan layanan kesehatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain layanan umum, rumah sakit ini juga akan mengembangkan layanan unggulan seperti fertilitas, kesehatan ibu dan anak, serta bedah berbasis teknologi, guna menangkap potensi devisa yang selama ini keluar akibat tingginya kebutuhan
masyarakat berobat ke luar negeri. Pengembangan ini sekaligus diarahkan untuk mendukung medical tourism, dengan menarik pasien domestik maupun internasional serta meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menekankan pentingnya
menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau, sekaligus mendorong peran sektor kesehatan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita ingin menghadirkan layanan kesehatan yang mudah aksesnya, bagus kualitasnya,
dan murah harganya. Di sisi lain, sektor kesehatan juga memiliki potensi besar untuk
berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu,
peran swasta menjadi sangat penting untuk mendorong pengembangan sektor ini ke
depan,” ujar Menkes Budi.
Lindawaty selaku Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten (PT Sinar Mas Land) menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong kolaborasi yang berkelanjutan dan memperkuat pertumbuhan ekosistem kesehatan di Indonesia, khususnya di KEK ETKI,”ujar Lindawaty.
Sejalan dengan itu, Ivan Rizal Sini selaku Chairman & President Commissioner PT Bundamedik menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperluas layanan kesehatan berkualitas.
“Pengalaman kami dalam mengembangkan layanan Rumah Sakit Ibu dan Anak di RS Bunda menjadi modal penting untuk berkontribusi dalam pengembangan rumah sakit di KEK ETKI. Melalui kolaborasi ini, kami siap bersinergi dengan Sinar Mas Land dalam mempersiapkan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berstandar tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Agus Heru Darjono selaku President Director Bundamedik menegaskan kesiapan Bundamedik dari sisi inovasi dan teknologi layanan.
“Bundamedik merupakan pionir dalam layanan bedah robotik dengan pengalaman lebih dari 13 tahun dan telah menangani lebih dari 800 kasus. Kami juga menjadi satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, yang berhasil melakukan prosedur sparing mastectomy menggunakan teknologi robotik, serta memiliki kapabilitas lengkap untuk layanan transplantasi ginjal,” ujarnya.
Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, KEK ETKI Banten ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 pada 7 Oktober 2024 dengan luas 59,68 hektare.
Kawasan ini dikembangkan dalam dua tahap, dengan fokus pada sektor pendidikan
internasional, teknologi digital, kesehatan, dan industri kreatif.
Pada tahap awal pengembangan (Area 1 seluas 29 hektare), kawasan telah mencakup pengembangan fasilitas seperti medical suites, biomedical campus, serta area komersial.
Hingga saat ini, sebanyak 22 pelaku usaha di sektor kesehatan telah mengajukan perizinan, meliputi layanan laboratorium dan riset biomedis, klinik spesialis dan layanan lanjutan seperti IVF, onkologi, dan bedah, serta fasilitas pendukung seperti co-working clinic untuk praktik medis.
Ke depan, kedua pihak akan melanjutkan kerja sama ini ke tahap perencanaan lebih lanjut, termasuk studi kelayakan, perancangan fasilitas, hingga persiapan operasional melalui entitas baru yang akan dibentuk. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.




































