Terminal Bayangan Marak di Jakbar, Ini Saran Pengamat Transportasi

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Terminal angkutan darat, khususnya di Jakarta Barat diduga mulai sepi dan ditinggalkan penumpang. Munculnya terminal bayangan membuat terminal umum semakin ditinggalkan.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah sepinya penumpang di terminal dan munculnya terminal bayangan?

Berikut ulasan pengamat transportasi dan kebijakan publik, Syamsul Jahidin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, terminal bayangan itu sudah perlu ada pengaturan dan pelarangan. Dengan adanya terminal bayangan, fungsi jalan nasional tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Memang keduanya mendapat manfaat, pengguna lebih mudah mendapat akses tidak perlu lagi jauh-jauh masuk terminal, pengelola angkutan juga merasa lebih mudah mendapatkan penumpang.

“Di terminal bayangan mereka bisa bersantai ngopi dan sebagainya, tidak perlu lelah cari penumpang kiri kanan, pokoknya mereka lebih mudahlah,” kata penggiat politik lokal kepada suararealitas.co, Minggu (15/3).

Selain itu, berpotensi tidak ada lagi retribusi ke terminal dan ini jadi daya tarik juga sehingga mereka lebih memilih terminal bayangan.

Baca Juga :  Kejagung Periksa 3 Saksi atas Dugaan Kasus Suap dan Gratifikasi di PN Jakpus

“Kalau mau peraturan berwibawa, pihak terkait harus mengawasi terminal bayangan 24 jam. Terminal harus difungsikan, tunjukkan bahwa terminal adalah tempat yang baik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang,” kritiknya.

Syamsul menilai, bahwa berdasarkan penelitian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sebetulnya di terminal itu penumpang mendapatkan kemudahan, banyak gangguan seperti calo berbayar dan lain lain.

“Kalau terminal mau difungsikan secara maksimal, harus menggunakan manajemen simultan. Di satu sisi harus dilarang terminal bayangan di luar, di sisi lain kinerja layanan dalam terminal diperbaiki,” imbuhnya.

Dalam aturan itu, Syamsul menambahkan, masyarakat juga harus sadar bahwa saya adalah bagian dari itu. Memang ini banyak manfaatnya tapi mereka juga harus sadar bahwa ini banyak mudaratnya.

Pemerintah harus melakukan tindakan pada waktu yang sama, terminal difungsikan dan diperbaiki kinerja dan layanannya.

Baca Juga :  Widya Ketua Panitia Tim Lima, Akui Adanya Biaya Pendaftaran Calon Ketua RW

Lalu kemudian setelah itu baik, akan mudah pelarangan untuk terminal bayangan.

“Jangan terminal bayangan dilarang sementara tingkat layanan internal di terminal susah diakses penumpang,” ujarnya.

“Jadi yang harus diperbaiki dulu adalah pola layanan terminal. Semua yang kurang harus dibereskan, lalu dihitung betul-betul apakah terminal kita sudah cukup untuk melayani dengan fenomena berkembang, barulah dilakukan pelarangan di luar,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, keberadaan aktivitas terminal bayangan di Jakarta Barat seolah dibiarkan tanpa penataan dan menyisakan persoalan serius.

Pasalnya, keberadaan lokasi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Penelusuran di lokasi, terminal bayangan di Jakarta Barat terdapat tiga lokasi yakni Outer Ring Road Cengkareng (depan gerbang Tol Kapuk-Kamal) dan Jalan Daan Mogot Cengkareng (Jembatan Gantung, Pesing) dan kawasan Latumenten, Grogol Petamburan.

 

Berita Terkait

Legalitas dan Kemelut Terminal Bayangan di Jakarta Barat, Picu Kemacetan dan Tak Sumbang PAD Terminal
Lailatul Qadar: Momentum Penyerahan Diri Total kepada Allah
Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 
Aliansi Jurnalis Bersatu Gelar Buka Puasa Bersama serta Santunan 500 anak yatim dan Dhuafa
Rumah Guyub Kelapa Dua Berbagi Takjil, Tradisi Ramadan yang Menyatukan Paguyuban
Saluran Tersumbat dan Jalan Cekung Picu Genangan, Pemkot Jakbar Siapkan Perbaikan Besar
Prabowo Siap Jadi Mediator Iran – AS || Aceng Syamsul Hadie: Keluar Dulu dari BoP, Baru Jadi Mediator karena Netralitas Tidak Bisa Setengah Hati
Satpol dan UPPRD Setali Tiga Uang “Lindungi” Reklame Tanpa Izin

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:13 WIB

Terminal Bayangan Marak di Jakbar, Ini Saran Pengamat Transportasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:45 WIB

Legalitas dan Kemelut Terminal Bayangan di Jakarta Barat, Picu Kemacetan dan Tak Sumbang PAD Terminal

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:57 WIB

Lailatul Qadar: Momentum Penyerahan Diri Total kepada Allah

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:14 WIB

Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:03 WIB

Aliansi Jurnalis Bersatu Gelar Buka Puasa Bersama serta Santunan 500 anak yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru

Megapolitan

Terminal Bayangan Marak di Jakbar, Ini Saran Pengamat Transportasi

Minggu, 15 Mar 2026 - 15:13 WIB