Jakarta, Suararealitas.co – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) menggelar Public Expose Insidental sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik, menyusul keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham Perseroan. Agenda tersebut berlangsung di Jakarta, Rabu (14/01/2026), dan dihadiri jajaran direksi, pemegang saham, serta pemangku kepentingan terkait.
Direktur PPGL Hafez Salammudin menegaskan bahwa pelaksanaan Public Expose Insidental merupakan bagian dari kepatuhan penuh terhadap ketentuan pasar modal sekaligus komitmen menjaga transparansi perusahaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepatuhan penuh terhadap regulasi pasar modal sekaligus upaya menjaga transparansi dan melindungi kepentingan investor,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Public expose ini didasari Pengumuman BEI Nomor Peng-SPT-00020/IDX.WAS/01-2026 tanggal 8 Januari 2026, yang menetapkan mekanisme cooling down guna memastikan stabilitas dan keadilan aktivitas perdagangan saham. Manajemen menyatakan mendukung penuh kebijakan tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan pasar modal.
Hafez menegaskan, hingga waktu penyelenggaraan kegiatan, tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diumumkan kepada publik sesuai aturan keterbukaan informasi. Selain itu, manajemen memastikan belum ada aksi korporasi yang telah direncanakan maupun diputuskan Direksi dan Dewan Komisaris, sehingga tidak terdapat perubahan mendasar pada bisnis perusahaan.
“Kami ingin mencegah spekulasi dan menjaga kepercayaan pasar. Kami percaya komunikasi yang jelas antara emiten, regulator, dan investor merupakan kunci stabilitas pasar,” imbuhnya.
Dalam pemaparan perusahaan, PPGL menjelaskan portofolio bisnisnya sebagai penyedia layanan logistik dan dukungan rantai pasok, yang saat ini tercatat di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia. Perseroan beroperasi di sejumlah lini logistik terintegrasi dan melayani berbagai sektor industri, dengan penekanan pada efisiensi layanan, ketepatan pengiriman, dan respons adaptif terhadap dinamika pasar nasional yang cepat berubah.
Dari sisi kinerja keuangan, laporan per 30 September 2025 menunjukkan penurunan pendapatan dan laba dibandingkan periode sebelumnya. Hafez menyebut kinerja tersebut sejalan dengan tantangan industri logistik yang tengah menghadapi tekanan biaya operasional yang meningkat serta persaingan harga yang semakin ketat.
“Kondisi ini bukan akibat perubahan fundamental dalam bisnis kami,” paparnya, menjelaskan bahwa penyesuaian ekonomi nasional dan pergeseran pola permintaan menjadi faktor dominan yang memengaruhi performa keuangan. Ia menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal tanpa adanya gangguan signifikan terhadap layanan maupun aktivitas bisnis inti.
Sebagai respons, manajemen telah menyiapkan langkah adaptif berkelanjutan, mulai dari optimalisasi struktur biaya, peningkatan efisiensi proses, hingga penguatan tata kelola perusahaan. “Kami berkomitmen mempertahankan layanan berkualitas dan menjaga kinerja operasional di tengah tantangan eksternal,” ujar Hafez.
Menanggapi volatilitas saham PPGL, manajemen menekankan tidak memiliki informasi khusus terkait pergerakan harga saham maupun aktivitas transaksi di pasar. Menurut mereka, fluktuasi mencerminkan mekanisme penawaran dan permintaan serta sentimen pelaku pasar, bukan akibat informasi material yang belum disampaikan.
Di akhir kegiatan, PPGL mengingatkan investor untuk mendasarkan setiap pengambilan keputusan pada informasi resmi yang dipublikasikan perusahaan melalui kanal keterbukaan informasi BEI maupun OJK.
Melalui Public Expose Insidental ini, PPGL menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik dan regulator, memperkuat praktik transparansi, serta mendukung terciptanya ekosistem pasar modal yang adil, teratur, dan efisien.



































