Deadlock Dalam Mediasi, Fintech ‘Pinjaman Modal’ dan PT. BFI Finance Indonesia Tbk serta Groupnya akan Jalani Sidang Gugatan

- Jurnalis

Rabu, 15 Februari 2023 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fintech 'Pinjaman Modal' dan PT. BFI Finance Indonesia Tbk serta Groupnya
Gedung Pengadilan Negeri Tangerang. (Foto: Dokumen Istimewa)


Tangerang – Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Finansial Integrasi Teknologi (PINJAM MODAL) sebagai Tergugat I; PT BFI Finance Indonesia, Tbk sebagai Tergugat II; dan Koperasi Karyawan BFI Fajar Idaman sebagai Tergugat III; serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Perkara 1270/Pdt.G/2022/PN Tng, kembali digelar di PN Tangerang, Rabu (15/02/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sidang yang masih masuk pada tahap mediasi ke-3 ini dilaksanakan di Ruang Diversi Pengadilan Negeri Tangerang, dipimpin oleh Mediator Non Hakim Edward Mission Sihombing, SH., MH., C.MED. dan belum menghasilkan titik temu (deadlock) antara Pihak Penggugat dan Pihak Tergugat.

PT Phos Tekno Indonesia selaku Pihak Penggugat melalui Tim Kuasa Hukum yakni Wedri Waldi, SH. (Alitheia Law Firm) membeberkan, bahwa pihaknya menggugat senilai Rp. 1,2 Triliun kepada para tergugat berdasarkan kerugian yang dialami oleh kliennya.

“Kami tetap berdasarkan pada gugatan dan dari para tergugat tidak ada penawaran perdamaian, sehingga dengan kata lain ‘deadlock’ dan mediator Non Hakim menyerahkan kembali kepada Majelis Hakim untuk melanjutkan agenda persidangan,” ungkap Wedri Waldi, SH.

Baca Juga :  Reformasi Belum Selesai! Mahasiswa Kepung DPR RI, Ultimatum 7 Hari untuk Negara

Sebelumnya, Kuasa Hukum Penggugat dalam mediasi ke-3 menjelaskan bahwa plafon pinjaman yang diberikan oleh PT Finansial Integrasi Teknologi yang sering disebut juga ‘PINJAM MODAL’ kepada Debitur atau Penggugat sebesar Rp. 4 Milyar. Dari nominal tersebut telah dibayar sebagian hingga akhirnya  diajukan restrukturisasi akibat dari efek pandemi sesuai dengan kebijakan OJK melalui Peraturan OJK No.11/POJK.03/2021 tentang relaksasi.

“Pada restrukturisasi pertama perjanjian dibuat antara PT Phos Tekno Indonesia dengan koperasi karyawan BFI Fajar Idaman dibawah naungan Kementerian Koperasi dan UKM dan bukan perjanjian kepada perorangan, Dimana telah dilakukan pembayaran sebagian oleh Debitur,” terangnya.

Wedri juga mempertanyakan, bagaimana pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Fintech berdasarkan Peraturan OJK 77/POJK.01/2016 tentang batas maksimum total pemberian pinjaman adalah sebesar Rp. 2 Miliyar, sementara terhadap kliennya bisa terjadi pencairan dana yang mencapai Rp. 4 Miliyar.

“Batas maksimum pemberian pinjaman sudah diatur sebesar Rp. 2 Miliyar, ini kok bisa cair sampai dengan Rp. 4 Miliyar. Apakah hal ini sudah sesuai peraturan OJK terkait batasan plafon kredit fintech; Mengapa koperasi membiayai badan hukum/perusahaan bukan perorangan, dan juga bukan anggota Koperasi?, serta apakah PT. PTI juga sebagai anggota koperasi karyawan BFI FAjar Idaman?, Apakah PT BFI Finance Indonesia Tbk telah mengetahui sejak awal praktek bahwa dalam 1 perjanjian pinjaman terdepat 3 kontrak perjanjian dengan 2 nama debitur berbeda yang mana merupakan 1 obligor?” tanya Wedri.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok dan Distribusi Gas Elpiji Masih Aman

Deadlock Dalam Mediasi; Fintech 'Pinjaman Modal' dan PT. BFI Finance Indonesia, Tbk. Serta Groupnya Akan Jalani Sidang Gugatan
Kuasa Hukum Penggugat saat memberikan keterangan Pers di PN Tangerang. (Foto: Dokumen Istimewa)

Dikesempatan yang lain, para Pihak Tergugat enggan memberikan pernyataan terkait gugatan maupun hasil dari mediasi di PN Tangerang, pihaknya memilih untuk menunggu proses persidang berjalan.

“Nanti saja, persidangannya belum dimulai, nunggu sidang saja,” ungkap salah seorang Pihak Tergugat.

Sementara itu, Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak hadir dalam proses mediasi yang ke-3 di PN Tangerang, sehingga belum dapat dimintai tanggapannya terhadap gugatan tersebut.*(SR)

Berita Terkait

Peduli Kemanusiaan KTH Ciguha Rivers Akan Salurkan Bantuan Logistik Dan Uang Tunai Ratusan Juta Ke Korban Kebakaran Sukabumi
13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:56 WIB

Peduli Kemanusiaan KTH Ciguha Rivers Akan Salurkan Bantuan Logistik Dan Uang Tunai Ratusan Juta Ke Korban Kebakaran Sukabumi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Berita Terbaru