MBG Dapur 21 Majalengka Diduga Bermasalah, Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Desak Bupati dan Sekda Tindak Tegas hingga Menutupnya! 

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, suararealitas.co – MBG Dapur 21 Kabupaten Majalengka diduga bermasalah, berawal dari informasi Insiden penemuan ulet di makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur 21, Majalengka, informasi itu menyebar luas dan telah memicu kekhawatiran masyarakat.

Makanan yang tidak layak dikonsumsi ini telah mengganggu kegiatan belajar anak-anak di SD Cibodas, Majalengka.

Sementara Aceng Syamsul Hadie menyoroti kejadian ini dengan serius karena MBG harus terjamin kesehatannya agar anak didik benar-benar aman dalam mengkonsumsinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebaiknya Bupati dan Sekda Kabupaten Majalengka segera turun tangan dan kalau insiden itu benar, maka tindak tegas Dapur 21 Kabupaten Majalengka, kalau perlu untuk ditutup, agar dijadikan pelajaran bagi dapur-dapur yang lain”, ungkap Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM. selaku Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).

Baca Juga :  BRI BO BSD Raih Predikat “The Best Roleplay” pada Ajang MRI Service Champion

Ketika ada temuan ulet di makanan MBG, ini menunjukkan ada kelalaian dalam proses pengolahan dan pengawasan makanan. Hal ini sangat memprihatinkan, mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak dan mendukung tumbuh kembang mereka.

Aceng mengingatkan bahwa dengan terjadi Insiden tersebut, ini menunjukkan lemahnya pembinaan dan pengawasan dari petugas Gizi (BGN) Majalengka terhadap program MBG.

Baca Juga :  Sampaikan Imbauan Kamtibmas, Polsubsektor Terminal 3 Sambangi Area Make Up

Pemerintah Majalengka dan pihak terkait harus memastikan bahwa makanan yang disajikan aman dan bergizi untuk anak-anak, jangan hanya mendapat laporan sepihak dari pengelolaan dapur MBG.

Dengan disorotnya kelalaian kegiatan pengolahan makanan di Dapur 21 ini, itu disebabkan kurang memperhatikan nilai kebersihan dan ketelitian. Maka pemerintah dan pihak terkait harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas makanan MBG.

“Orang tua dan masyarakat harus aktif memantau dan melaporkan jika ada kelalaian dalam program MBG. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban kelalaian”, pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

Kapolsek Kelapa Gading Cek Pos Pantau Terpadu di Kelapa Gading Timur, Situasi Kondusif
‎Usai Berbagi Takjil Gratis, Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek Gelar Diskusi dan Buka Bersama di RM Tokja ‎
‎Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek Berbagi Takjil di Depan Kantor Camat Gunung Kaler
Tim Resmob Polda Metro Jaya Amankan Pelaku Curas Bermodus Tuduhan Pelecehan di Ciledug
UPTD JJ Wilayah VII Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang Perbaiki Jalan Rajeg–Mauk
Jasaraharja Putera Hadirkan Booth Literasi Keuangan dan Solusi JRP di Universitas Jember
Polda Metro Jaya Berhasil Menggagalkan Peredaran Ganja Seberat 18 Kilogram Di Jakarta Barat
Berbagi Takjil, Silaturahmi dengan Masyarakat di Bulan Ramadan & Imbauan Kamtibmas

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:57 WIB

Kapolsek Kelapa Gading Cek Pos Pantau Terpadu di Kelapa Gading Timur, Situasi Kondusif

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:12 WIB

‎Usai Berbagi Takjil Gratis, Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek Gelar Diskusi dan Buka Bersama di RM Tokja ‎

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:52 WIB

‎Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek Berbagi Takjil di Depan Kantor Camat Gunung Kaler

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:52 WIB

Tim Resmob Polda Metro Jaya Amankan Pelaku Curas Bermodus Tuduhan Pelecehan di Ciledug

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:57 WIB

UPTD JJ Wilayah VII Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang Perbaiki Jalan Rajeg–Mauk

Berita Terbaru