Karangan Bunga ‘Pansuskan PT BDS Selamatkan Investasi Iklim’ Muncul di Gedung DPRD dan Bupati Bandung

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET: dua karangan bunga di Gedung DPRD dan Bupati Bandung usai pembayaran pengadaan ayam boneless dada (BLD) yang tak kunjung dibayarkan oleh PT BDS. (Foto: suararealitas.co/Canva).

POTRET: dua karangan bunga di Gedung DPRD dan Bupati Bandung usai pembayaran pengadaan ayam boneless dada (BLD) yang tak kunjung dibayarkan oleh PT BDS. (Foto: suararealitas.co/Canva).

KABUPATAN BANDUNG, suararealitas.co – Karangan bunga bernada sindiran muncul di depan Kantor DPRD Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pasalnya, karangan bunga tersebut sebuah seruan kekesalan maupun keresahan dari Forum Korban PT Bandung Daya Sentosa (BDS) yang dipimpin oleh Deded selaku Ceo PT Indofarm, setelah pembayaran pengadaan ayam boneless dada (BLD) yang tak kunjung dibayarkan.

Karangan bunga itu bertulisan ‘pansuskan PT BDS selamatkan investasi iklim Kabupaten Bandung’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pansuskan PT BDS. Selamatkan Investasi Iklim Kabupaten Bandung,” demikian tulisan karangan bunga yang diletakkan di depan kantor DPRD Kabupaten Bandung.

Koordinator aksi, Dede, mendesak berbagai pihak, baik Ketua DPRD Kabupaten Bandung maupun Kejaksaan Agung, untuk segera menindaklanjuti kasus dugaan penyimpangan di PT BDS itu.

Tak hanya di kantor DPRD, Deded mengaku, bahwa mereka akan berdiri di Kantor Bupati Bandung untuk menyuarakan keresahan masyarakat.

Bahkan, menurut Dedes, ini adalah seruan untuk membentuk panitia khusus (Pansus) guna mengusut dugaan konflik kepentingan dan potensi kerugian negara dalam pengelolaan PT BDS.

“Tanpa langkah tegas, kepercayaan investor terhadap Kabupaten Bandung akan terus merosot,” tegas Deded.

Kritik Tajam di Ulang Tahun Bupati

Pantauan dilokasi, karangan bunga kedua tampil bernada sindiran lebih satir alias kritik, dengan tulisan yang menyentil langsung Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

Baca Juga :  Cigarnesia 2026 Sukses Digelar, 1.500 Batang Cerutu Dinikmati Pengunjung Selama Tiga Hari

“Selamat Ulang Tahun Dadang Supriatna Semoga Panjang Umur sampai 105 Milyar Tahun,” bunyi tulisan karangan bunga yang diletakkan di depan kantor Bupati Bandung.

Adapun, angka tersebut telah dianggap sebagai sindiran terhadap dugaan aliran dana yang tidak sehat dalam tata kelola investasi daerah yang dikelola PT BDS sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Bandung.

“Kami tidak sedang merayakan, kami sedang memperingatkan,” kata Deded.

Deded pun menambahkan bahwa karangan bunga tersebut adalah suara warga yang seolah tidak didengar oleh DPRD Kabupaten Bandung.

Sementara itu, karangan bunga tersebut terus berdiri sebagai pengingat bahwa ratusan penghargaan yang diraih pemerintahan Bupati Dadang Supriatna bisa ternoda oleh tindakan oknum di BUMD Kabupaten Bandung.

“Karangan bunga ini adalah suara warga yang seolah tidak didengar oleh kawan-kawan di DPRD,” aku Deded.

Kendati demikian, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi menyebut, bahwa kasus PT BDS sebagai persoalan bisnis murni dan meminta publik untuk bersikap objektif.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik dari para vendor yang merasa belum didengar sehingga mendesak DPRD Kabupaten Bandung untuk membentuk pansus.

“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk respons dari DPRD dan Pemkab Bandung terhadap tuntutan publik yang semakin menguat,” pungkas Deded, seperti dikutip dari Bandungkita.id, Kamis (7/8).

Baca Juga :  Serma Saefudin Hadiri Rapat Penetapan Panitia Pilkades Desa Kampung Besar

Surat Terbuka untuk Presiden

Diberitakan sebelumnya, bahwa para pelaku supplier daging ayam dan ikan kompak menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin, 4 Agustus 2025 kemarin.

Terdapat 18 vendor lainnya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Korban BDS turut serta dalam kampanye ini.

Surat terbuka ini juga diserahkan kepada sejumlah pihak pemangku kepentingan. Diantaranya, Kapolri, Ketua KPK, dan Kejaksaan Agung.

Melalui surat terbuka tersebut, mereka pun memohon dengan sangat kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Jaksa Agung, dan Ketua KPK untuk mendengar dan melindunginya.

Kasus ini menjadi tantangan bagi DPRD Kabupaten Bandung dalam melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah dan APBD.

Mampukah sang legislator tidak lagi mengabaikan aspirasi dan kritik masyarakat, sehingga membuka ruang bagi diskusi publik sebelum mengambil keputusan penting, serta bukan hanya fokus pada kepentingan politik sesaat.

Sampai berita ini ditayangkan, DPRD Kabupaten Bandung dan Bupati belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan pembentukan pansus.

Suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Berita Terkait

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Bekas Maqom Mbah Priok Berlangsung Khidmat dan Kondusif
GB Star Resto dan Cafe Diduga Belum Kantongi NPPBKC
LBH PKGI Soroti Perlindungan ASN dalam Jeratan Kredit, Desak OJK Kaji Batas Potongan Penghasilan
Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru
Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan
Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi
Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan
Rp1,49 Miliar untuk Nasi Kotak Rapat, Kecamatan Rajeg Kenyang Anggaran

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:50 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Bekas Maqom Mbah Priok Berlangsung Khidmat dan Kondusif

Rabu, 9 September 2026 - 16:56 WIB

GB Star Resto dan Cafe Diduga Belum Kantongi NPPBKC

Jumat, 4 September 2026 - 21:26 WIB

LBH PKGI Soroti Perlindungan ASN dalam Jeratan Kredit, Desak OJK Kaji Batas Potongan Penghasilan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:44 WIB

Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan

Berita Terbaru