MBG Yayasan Al Rahim Al Islami Bungkam, Wali Murid Resah Soal Kualitas Makanan

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG – Suararealitas.co ||Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Yayasan Al Rahim Al Islami di Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Sejumlah wali murid SDN 2 Cibetok memprotes menu makanan yang diduga tidak layak konsumsi karena menyajikan buah yang terlihat busuk kepada para siswa.

Kekecewaan mencuat setelah salah satu wali murid mengaku mendapati buah yang diterima anaknya dalam kondisi tidak segar dan diduga sudah membusuk. Temuan itu langsung memicu kekhawatiran orang tua terhadap kualitas serta standar kelayakan makanan yang disalurkan kepada anak-anak sekolah dasar.

“Ini program makan bergizi, bukan makan asal jadi. Kalau buahnya sudah terlihat busuk, ini sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.

Para orang tua menegaskan, tujuan program MBG adalah untuk meningkatkan gizi dan kesehatan siswa. Namun jika pengawasan lemah dan kualitas bahan makanan diabaikan, bukan manfaat yang diperoleh, melainkan potensi gangguan kesehatan.

Ketua sekaligus pimpinan MBG Yayasan Al Rahim Al Islami, Abdul Mukti, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi oleh Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek (PWGK) Kabupaten Tangerang, yang bersangkutan belum merespons permintaan klarifikasi.

PWGK Kabupaten Tangerang mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Kesehatan, untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disajikan dalam program tersebut. Pengawasan ketat dinilai mutlak diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Warga Kapuk Keluhkan Jembatan Rusak, Anggota DPRD Komisi A Lauw Siegvrieda Langsung Tinjau Lokasi

“Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan justru membahayakan. Jika benar ditemukan kelalaian, harus ada tindakan tegas. Ini menyangkut kesehatan generasi penerus bangsa,” tegas Alex ketua PWGK Kabupaten Tangerang

Wali murid berharap ke depan pihak yayasan lebih teliti dalam proses pengadaan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan. Program bergizi tidak boleh sekadar menjadi proyek, melainkan harus benar-benar menjamin keamanan dan kualitas konsumsi bagi anak-anak.

Hingga kini, para orang tua masih menunggu langkah konkret dari pihak yayasan maupun instansi terkait untuk memastikan keamanan makanan yang diterima siswa.

Sumber : PWGK Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Gerak Cepat, Polsek Cigudeg berhasil Temukan Motor Warga yang Hilang Setalah beberapa Hari Dilaporkan Hilang
Dua Juara, Satu Semangat: PKBM Mutiara Hati Terus Kembangkan Potensi
Musrenbangdes Tulungrejo Bahas RKPDes 2027, Warga Aktif Sampaikan Aspirasi
Jaga Kebersihan Lingkungan, TP PKK Berperan Penting Tangani Persoalan Sampah
Dugaan Intimidasi di Rumah Doa GKPI Rajeg, Laporan Resmi Masuk Polresta Tangerang
Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Perlu Terintegrasi dalam Perencanaan Daerah
Kontainer Terbakar di NPCT 1, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Labfor Lakukan Penyelidikan
Tiga Orang Bawa Sajam Diduga Mengamuk di Jalan Sertu Semanan Kalideres, Warga Minta Polisi Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 10:35 WIB

Gerak Cepat, Polsek Cigudeg berhasil Temukan Motor Warga yang Hilang Setalah beberapa Hari Dilaporkan Hilang

Jumat, 25 September 2026 - 08:52 WIB

Dua Juara, Satu Semangat: PKBM Mutiara Hati Terus Kembangkan Potensi

Rabu, 23 September 2026 - 16:05 WIB

Musrenbangdes Tulungrejo Bahas RKPDes 2027, Warga Aktif Sampaikan Aspirasi

Selasa, 22 September 2026 - 17:41 WIB

Jaga Kebersihan Lingkungan, TP PKK Berperan Penting Tangani Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 15:59 WIB

Dugaan Intimidasi di Rumah Doa GKPI Rajeg, Laporan Resmi Masuk Polresta Tangerang

Berita Terbaru