JAKARTA, suararealitas.co – Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin melakukan peninjauan langsung ke area pemakaman Makam Serang di Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (11/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul keluhan warga terkait kapasitas lahan makam yang telah penuh.
Didampingi Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin, serta para camat dan lurah setempat, Khoirudin mengecek tiga titik lokasi pemakaman yang dilaporkan sudah tidak dapat lagi menerima jenazah baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aspirasi itu datang dari warga di 10 RW yang mengaku kesulitan mendapatkan lahan pemakaman bagi anggota keluarga mereka.
Menurut Khoirudin, persoalan ketersediaan lahan makam merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa diabaikan.
Ia menegaskan, bahwa pemerintah harus hadir memberikan solusi konkret.
“Ini kebutuhan mendesak warga Meruya. Lahan sudah penuh dan harus segera dicarikan jalan keluarnya. Kami di DPRD akan mengawal proses perluasan agar bisa segera direalisasikan,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Ia mengakui sebelumnya terjadi penyesuaian anggaran pengadaan tanah hingga Rp 585 miliar akibat perubahan Dana Bagi Hasil (DBH).
Namun, melihat urgensi di lapangan, pihaknya akan mendorong agar anggaran tersebut dapat dimasukkan kembali dalam APBD Perubahan.
Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, rata-rata terdapat sekitar 50 pemakaman setiap hari di Jakarta.
Kondisi itu dinilai tidak sebanding dengan ketersediaan lahan yang ada, terutama di wilayah padat penduduk.
“Kita tidak bisa menunda. Mengurus pemakaman adalah kewajiban bersama. Jangan sampai ada warga yang kesulitan memakamkan keluarganya karena keterbatasan lahan,” tegasnya.
Sebagai langkah jangka pendek dan menengah, Khoirudin mengusulkan optimalisasi sistem makam tumpang bagi keluarga yang memiliki hubungan kekerabatan.
Selain itu, ia meminta pengelola makam melakukan pendataan secara lebih cermat agar penerapan sistem tersebut berjalan tertib dan sesuai aturan.
Bahkan, ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data antara kebutuhan lahan dengan angka kematian, sehingga perencanaan pengadaan lahan pemakaman dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Khoirudin pun berharap, dengan langkah tersebut, Makam Serang di Meruya Utara tidak hanya mampu melayani warga setempat, tetapi juga membantu mengatasi keterbatasan lahan pemakaman di wilayah Jakarta secara lebih luas.
“Pemprov DKI harus memastikan pelayanan dasar ini terpenuhi. Kita siapkan anggaran dan kebijakan yang diperlukan agar persoalan ini segera teratasi,” pungkasnya.



































