Pemkab Bekasi Masuk Zona Merah KPK, Skor Pencegahan Korupsi Anjlok

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, SuaraRealitas.co – Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali jadi sorotan serius. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menempatkan Pemkab Bekasi dalam zona merah pengawasan berdasarkan hasil penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP). Jumat, (19/12/2025).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa capaian MCSP seluruh pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Bekasi, dapat diakses publik secara terbuka melalui laman jaga.id. Transparansi ini sekaligus membuka fakta pahit soal buruknya tata kelola pemerintahan di daerah penyangga ibu kota tersebut.

Lebih dari sekadar angka, KPK bahkan memberi atensi khusus kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang beserta jajarannya. Penyebabnya jelas: lemahnya sistem pemantauan, pengendalian, dan pengawasan dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan MCSP terbaru, Kabupaten Bekasi hanya meraih 44,4 poin, menempatkannya di posisi 25 dari 28 pemerintah daerah yang dinilai. Hasil ini menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan skor terendah keempat di Jawa Barat.

KPK menilai skor rendah tersebut sebagai sinyal bahaya. MCSP sendiri merupakan instrumen utama untuk mengukur kualitas tata kelola pemerintahan daerah melalui delapan area krusial, mulai dari perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan aset, optimalisasi pendapatan daerah, hingga peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

Baca Juga :  KKP Wujudkan Mimpi 2 Pemuda Papua Belajar di Sekolah Perikanan

Ironisnya, KPK menemukan Kabupaten Bekasi termasuk daerah yang paling banyak tidak mengunggah bukti dukung (evidence) pada delapan area tersebut. Padahal, MCSP adalah penyempurnaan dari program sebelumnya, MCP, yang seharusnya sudah dipahami dan dijalankan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

Budi menegaskan, salah satu titik rawan praktik korupsi adalah manajemen ASN, khususnya dalam proses pengisian jabatan. KPK menekankan seleksi jabatan harus dilakukan secara transparan, bebas konflik kepentingan, dan berintegritas.

Peringatan KPK ini muncul di tengah berlangsungnya proses seleksi terbuka Sekretaris Daerah serta delapan jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Bekasi. Momentum tersebut dinilai seharusnya menjadi ajang pembuktian komitmen kepala daerah dalam membenahi birokrasi.

Namun fakta di lapangan justru memunculkan indikasi sebaliknya. Proses seleksi dinilai belum berjalan optimal, disinyalir minim transparansi, bahkan mencuat dugaan praktik kolusi dan nepotisme.

Baca Juga :  Memaknai Arti dari 4 Pilar Kebangsaan, Ini Penjelasan Legislator PAN Dian Istiqomah S.Kep dalam Sosialisasi

Pengamat kebijakan publik dari Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi, Hamludin, menyebut rapor merah dari KPK ini sebagai alarm keras bagi Pemkab Bekasi. Menurutnya, skor rendah tersebut mencerminkan persoalan serius, baik dari sisi administrasi maupun implementasi kebijakan antikorupsi.

“Ini peringatan tegas. Kepala daerah dan jajarannya harus benar-benar menjalankan pemerintahan yang bersih dan profesional. Praktik transaksional harus dihentikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penilaian buruk dari KPK yang disampaikan secara terbuka bukan hal sepele dan harus dijadikan momentum evaluasi total. Terutama dalam proses seleksi Sekda dan jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Jangan sampai ada tukar-menukar jabatan dengan imbalan tertentu. Kalau ini dibiarkan, kepercayaan publik akan semakin runtuh. Pastikan tidak ada nepotisme, kolusi, maupun permainan kotor dalam rotasi, mutasi, dan promosi pejabat,” tutupnya.

Berita Terkait

Pena Nusantara Bersatu DPD Kota Denpasar Soroti Potensi Kerawanan Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026
Sudin SDA Jakarta Utara Tindaklanjuti Laporan Saluran di Jalan Mandor Iren, Koordinasi dengan LH Disiapkan
Sisa Pembongkaran Pemancingan Ilegal di Lahan Dinas Tamhut Sunter Jaya Jadi Sorotan, Warga Harap Segera Dibersihkan
Victory Trembesi Perkenalkan Baja Tahan Abrasi DILLINGER untuk Dukung Efisiensi Industri Pertambangan di MINERS 2026
Pendangkalan Kali Samping Lantamal Dikeluhkan Warga, Sudah Empat Tahun Tak Dikuras
‎Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Suradadi Purin Tegal Mencuat, Pemilik Truk Disebut Berinisial BD
New Kuta Golf Salurkan Program Donasi sebagai Rangkaian Bali World Cup Charity Tournament 2026
Turap Kali Banglio Rusak, Warga Minta Penanganan Serius

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Pena Nusantara Bersatu DPD Kota Denpasar Soroti Potensi Kerawanan Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Sudin SDA Jakarta Utara Tindaklanjuti Laporan Saluran di Jalan Mandor Iren, Koordinasi dengan LH Disiapkan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Sisa Pembongkaran Pemancingan Ilegal di Lahan Dinas Tamhut Sunter Jaya Jadi Sorotan, Warga Harap Segera Dibersihkan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Victory Trembesi Perkenalkan Baja Tahan Abrasi DILLINGER untuk Dukung Efisiensi Industri Pertambangan di MINERS 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pendangkalan Kali Samping Lantamal Dikeluhkan Warga, Sudah Empat Tahun Tak Dikuras

Berita Terbaru