UNESCO Tetapkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan pengakuan dunia internasional terhadap sosok Syekh Yusuf Al-Makassari setelah UNESCO secara resmi menetapkan peringatan 400 tahun kelahirannya sebagai bagian dari agenda peringatan internasional.

Penetapan tersebut disampaikan dalam taklimat media Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Selasa (23/12/2025), yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan menuju peringatan empat abad Syekh Yusuf pada 2026.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, pengusulan Indonesia telah memperoleh persetujuan Sidang Umum UNESCO ke-43, sehingga peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari masuk dalam kalender resmi UNESCO Anniversary.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum ini bertepatan dengan kelahiran Syekh Yusuf pada 1626, seorang ulama besar Nusantara yang memiliki pengaruh lintas benua, tidak hanya dalam pengembangan ajaran Islam, tetapi juga dalam perjuangan kemanusiaan dan nilai keadilan universal.

Menurut Fadli Zon, figur Syekh Yusuf memiliki kedudukan istimewa di Afrika Selatan, tempat ia menjalani masa pengasingan. Di negara tersebut, Syekh Yusuf dikenang sebagai tokoh penting dalam sejarah perlawanan terhadap penindasan rasial dan bahkan diangkat sebagai pahlawan nasional, sebagaimana Indonesia menetapkannya sejak 1995.

Baca Juga :  Terbakar Usai Korsleting Listrik, Kementerian Komdigi Pastikan Peralatan TI dan Data Tetap Aman

“Syekh Yusuf merupakan satu-satunya tokoh asal Indonesia yang diakui sebagai pahlawan nasional oleh dua negara,” kata Fadli Zon.

Ia mengungkapkan, gagasan dan keteladanan Syekh Yusuf turut menginspirasi gerakan pembebasan di Afrika Selatan. Pemikirannya tentang keadilan dan keteguhan moral kerap disebut sebagai rujukan perjuangan, termasuk oleh Nelson Mandela dalam konteks perlawanan terhadap apartheid.

Jejak sejarah pengasingan ulama-ulama Nusantara ke wilayah Afrika Selatan juga melahirkan komunitas Melayu Cape, yang hingga kini masih memelihara tradisi, nilai spiritual, serta ingatan kolektif tentang asal-usul kebudayaannya.

Fadli Zon menambahkan, diaspora keturunan Nusantara di berbagai kawasan, termasuk Afrika Selatan dan Amerika Selatan, diperkirakan berjumlah jutaan jiwa. Namun, panjangnya sejarah kolonialisme membuat sebagian dari mereka kehilangan keterhubungan bahasa dan budaya dengan tanah leluhur.

Baca Juga :  BIN Kembali Gelar Vaksinasi Lanjutan dan Door To Door, Target 1028 Warga di Kabupaten Tangerang

Hubungan diplomatik Indonesia dan Afrika Selatan yang kembali terjalin pada awal dekade 1990-an menjadi titik penting untuk menelusuri ulang warisan sejarah tersebut, termasuk memperkuat kerja sama budaya dan akademik.

Menjelang puncak peringatan 400 tahun Syekh Yusuf pada 2026, Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan sejumlah program, mulai dari seminar internasional, pameran tematik, penerbitan buku, produksi film, hingga perencanaan museum yang merekam perjalanan dan pemikiran Syekh Yusuf.

Upaya ini diharapkan dapat mengangkat kembali pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari tentang tasawuf, etika, dan kemanusiaan sebagai warisan peradaban yang tetap relevan di tengah tantangan global masa kini.

Peringatan ini sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya, menegaskan kontribusi sejarah Nusantara, serta menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan Indonesia di tingkat dunia.

Berita Terkait

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I
Camat Mauk Gebrak Panggung Tabligh Akbar: “HUT ke-156, Saatnya Lahirkan Generasi Qurani Emas”
Polri Jamin Hak Buruh Sampaikan Aspirasi Saat May Day 2026 Secara Aman dan Humanis
Prabowo Subianto Bentuk Satgas PHK, Negara Siap Lindungi Buruh
May Day 2026: Ratusan Ribu Buruh Turun ke Jalan, Tuntut Kesejahteraan dan Kepastian Kerja
Puan Maharani Dorong Peningkatan Perlindungan Pekerja di May Day 2026
Prabowo Hadiri May Day 2026 di Monas, Naik Maung dan Joget Bersama Buruh
UPTD JJ Wilayah VII DBMSDA Kabupaten Tangerang Giatkan Indonesia ASRI: Aksi Bersih-Bersih Sampah Bukti Komitmen Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:16 WIB

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:55 WIB

Polri Jamin Hak Buruh Sampaikan Aspirasi Saat May Day 2026 Secara Aman dan Humanis

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:04 WIB

Prabowo Subianto Bentuk Satgas PHK, Negara Siap Lindungi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:04 WIB

May Day 2026: Ratusan Ribu Buruh Turun ke Jalan, Tuntut Kesejahteraan dan Kepastian Kerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:00 WIB

Puan Maharani Dorong Peningkatan Perlindungan Pekerja di May Day 2026

Berita Terbaru

Berita Aktual

Hardiknas di PKBM Mutiara Hati: Bukan Upacara, Ini Perlawanan!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:15 WIB

Nasional

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:16 WIB