TANGERANG, Suararealitas.co – Gerakan ‘Banten Teduh, Tangerang Sejuk’ terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga lingkungan hidup dan mencegah bencana hidrometeorologi di wilayah Tangerang Raya. Aksi para relawan BATAS ini menjadi perhatian publik karena konsisten melakukan penanaman pohon di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS). Program penghijauan tersebut kini memasuki tahun pertama dengan hasil yang cukup besar bagi ekosistem lokal.
Pada tiga paragraf awal ini, fokus diarahkan pada Gerakan Banten Teduh, Tangerang Sejuk, peran relawan BATAS, serta komitmen penguatan vegetasi di bantaran DAS Cisadane dan wilayah Tangerang Raya. Upaya penghijauan yang dilakukan relawan bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan air, pencegahan erosi, dan penurunan risiko banjir yang menjadi ancaman setiap musim hujan.
Selama satu tahun berjalan, para relawan BATAS telah berhasil menanam sekitar 10.000 pohon. Jenis pohon yang ditanam cukup beragam, mulai dari pohon endemik seperti Elo, Mahoni, dan Ketapang Kencana, hingga pohon produktif seperti Jambu, Mangga, Nangka, Sukun, Rambutan, Lengkeng, hingga Durian. Pemilihan ragam pohon ini dilakukan agar manfaat ekologis dan ekonominya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Inisiator sekaligus Koordinator gerakan, Ade Yunus, menjelaskan bahwa seluruh aksi dilakukan secara swadaya. “Gerakan ini kami lakukan dengan inisiatif mandiri dan tetap melibatkan stakeholder terkait, baik penyediaan pohon maupun mobilisasi pengangkutan. Penanaman dilakukan bergilir, kadang pagi, sore, malam hingga dini hari karena relawan memiliki kesibukan masing-masing,” ujar Ade.
Lokasi penanaman juga memiliki prioritas tersendiri. Sebagian besar pohon ditanam di bantaran Sungai Cisadane, lalu dilanjutkan ke bantaran situ, danau, serta sejumlah ruang terbuka hijau (RTH). “Selain di bantaran Sungai Cisadane, kami juga menanam di bantaran Kali Angke, Kali Sabi, Kali Ledug, dan Kali Cirarab,” tambah Ade, yang juga merupakan Ketua Banksasuci Foundation.
Sebagai Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade berharap gerakan ini bisa mendorong lebih banyak pihak untuk ikut terlibat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas komunitas dan institusi merupakan kunci untuk menjaga kelestarian lingkungan Tangerang Raya.
“Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Semoga gerakan ini terus menular dengan semangat yang sama—melestarikan lingkungan, mencegah bencana, serta mewujudkan Banten Teduh dan Tangerang Sejuk,” tutupnya.


































