KOTA TANGERANG, Suararealitas.co – Pasangan berinisial H (27) dan J (22) menyesal setelah tertangkap setengah telanjang dalam razia hunian vertikal di Batuceper. Keduanya, yang masing-masing sudah memiliki pasangan sah, ditemukan petugas gabungan dari Kecamatan Batuceper, Polsek, dan Koramil sedang berselingkuh di sebuah apartemen.
H dan J, yang tinggal di satu RT di Kecamatan Benda, langsung diamankan saat pintu kamar dibuka. H mengaku menyesali perbuatannya. “Saya khilaf. Saya sadar ini salah dan sangat menyesal karena telah menyakiti keluarga saya,” ujarnya dengan nada pelan.
Sementara J tampak lebih terguncang dan emosional. Ia memohon agar peristiwa tersebut tidak sampai diketahui suaminya. “Saya benar-benar menyesal… mohon jangan sampai suami saya tahu. Saya takut rumah tangga saya hancur,” ucapnya sambil menunduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keduanya kemudian diminta membuat surat pernyataan yang diketahui RT dan RW sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengawasan lingkungan. H dan J berjanji tidak mengulangi perbuatan mereka dan berharap dapat memperbaiki diri setelah kejadian ini.
Camat Batuceper, A. Gufron Falfely, menegaskan bahwa razia hunian vertikal seperti ini akan terus dilakukan untuk menjaga ketertiban dan moral warga. “Kami tidak akan berhenti melakukan penertiban. Aktivitas yang meresahkan lingkungan harus dicegah. Warga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban apartemen,” ujarnya.
Gufron menambahkan, pengawasan oleh RT dan RW sangat krusial. “Surat pernyataan yang dibuat H dan J harus diketahui RT dan RW agar ada kontrol lingkungan. Kita berharap lingkungan bisa saling mengingatkan agar tidak ada yang melanggar norma,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perilaku anak muda dan pasangan di hunian vertikal. “Ini bukan hanya soal pasangan selingkuh. Kita ingin menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua penghuni, termasuk keluarga dan anak-anak,” jelasnya.
Menurut Gufron, upaya pencegahan juga melibatkan edukasi dan pembinaan. “Petugas kami tidak hanya menindak, tapi juga memberikan pembinaan agar mereka sadar akan kesalahan. Kami harap warga bisa mengambil pelajaran dari kasus ini,” tambahnya.
Razia pada hari itu tidak hanya menemukan H dan J, tetapi juga menjaring dua pasangan lain yang diduga melakukan tindakan serupa serta tiga perempuan yang diduga pekerja seks komersial. Semua yang terjaring kemudian menjalani pembinaan oleh petugas.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga Batuceper tentang pentingnya menjaga moral, etika, dan ketertiban di lingkungan hunian vertikal. Bagi H dan J, pengalaman ini menjadi pukulan berat sekaligus pelajaran berharga, dan mereka berharap bisa memperbaiki diri serta menata kembali kehidupan keluarga masing-masing.



































