Jakarta, Suararealitas.co— PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) menegaskan arah penguatan bisnisnya dengan mengonsolidasikan sektor perhotelan sekaligus mempercepat ekspansi ke layanan kesehatan. Fokus strategi itu dipaparkan jajaran manajemen dalam Public Expose yang berlangsung di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Direktur CLAY Chairul Umaiya mengungkapkan bahwa perlambatan pergerakan wisatawan sepanjang 2025 menjadi tantangan yang harus diantisipasi industri. Meski demikian, CLAY masih mampu mempertahankan struktur keuangan yang relatif solid. Hingga September 2025, nilai aset perseroan tercatat sebesar Rp552,05 miliar, ditopang liabilitas Rp542,12 miliar dan ekuitas mencapai Rp9,93 miliar.
Dalam pemaparannya, Chairul menekankan bahwa bisnis perhotelan tetap menjadi penopang utama kinerja CLAY. The Stones Hotel di Legian, Bali yang memiliki 380 kamar menjadi motor pendapatan terbesar. Hotel tersebut terus dikembangkan sebagai destinasi premium dengan fasilitas lengkap mulai dari restoran tematik, spa, pusat kebugaran, ballroom, ruang konferensi, hingga layanan shuttle bandara. Penguatan pada segmen leisure dan MICE diharapkan menjaga performa hotel di tengah persaingan yang semakin kompetitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Clay Hotel Jakarta yang berlokasi di kawasan Blora menjadi pilar kedua portofolio hospitality perseroan. Dengan kapasitas 81 kamar dan fasilitas penunjang bagi pelaku bisnis, hotel ini membidik segmen korporasi serta wisatawan bisnis yang membutuhkan akses cepat ke pusat kota. Hadirnya Keday Clay sebagai restoran internal menambah daya saing hotel dalam meraih pasar urban dan profesional muda.
Direktur Utama CLAY Nany Adriani menjelaskan bahwa kedua unit hotel tersebut masih menyimpan peluang pengembangan, baik dari sisi tingkat hunian maupun kualitas layanan. Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap preferensi konsumen serta peningkatan standar operasional menjadi faktor kunci untuk mempertahankan kepercayaan pasar.
Sebagai langkah memperluas sumber pendapatan, CLAY tidak hanya terpaku pada bisnis perhotelan. Perseroan terus menggarap pembangunan Rumah Sakit Royal Sukadana sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang. Proyek kesehatan tersebut diharapkan memberikan aliran pendapatan yang lebih stabil, sekaligus memperkuat struktur usaha di luar sektor hospitality yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan pariwisata.
Dengan rangkaian inisiatif tersebut, CLAY optimistis dapat memperkokoh fondasi pertumbuhan yang lebih resilien dan responsif terhadap perubahan lanskap industri pada tahun-tahun mendatang.




































