Riene Novita Serukan Aksi Nyata: Bebaskan Gaza dari Blokade, Berikan Pengakuan pada Palestina

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co— Sepuluh publik figur Indonesia bersatu meluncurkan petisi yang mendesak pemerintah mengambil langkah diplomatik lebih tegas untuk menghentikan genosida di Gaza. Selain itu, mereka menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di wilayah tersebut dijamin secara aman dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petisi ini diumumkan dalam konferensi pers di Mardin Fine Baklava Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin (11/8/2025). Inisiatif ini ditegaskan sebagai gerakan independen yang tidak berafiliasi dengan partai politik, lembaga swadaya masyarakat, maupun sponsor eksternal.

Menurut para penggagasnya, aksi ini lahir dari panggilan nurani sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang hingga kini masih terjebak dalam blokade dan kekerasan bersenjata.

Sepuluh tokoh yang terlibat diantaranya: Michelle Santoso, Rebecca Reijman, Bella Fawzi, Inara Rusli, Savitri, Ratu Nur Annisa, Dodi Hidayatullah, Erick Yusuf, Pizaro Ghozali Idrus, dan Asma Nadia. Mereka berasal dari beragam latar belakang seniman, musisi, penulis, hingga tokoh agama namun menyuarakan satu pesan yang sama: kemanusiaan harus diutamakan.

Baca Juga :  Presiden RI Joko Widodo Lantik Jenderal TNI Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI

Riene Novita, Koordinator Komunitas Seniman dan Musisi Dukung Palestina menyampaikan tanggapan nya “Ini bukan soal agama atau politik, ini soal kemanusiaan. Kami ingin menunjukkan bahwa warga Asia Tenggara pun peduli dan bersatu menyuarakan keadilan.”

Riene menegaskan pentingnya menjaga konsistensi gerakan agar tidak berhenti sebagai tren sesaat.

“Memang kita punya banyak persoalan di dalam negeri pengangguran, kemiskinan, dan lainnya tapi kita tidak boleh melupakan Gaza. Harus ada aksi terus-menerus untuk menjaga semangat solidaritas,” katanya.

Ia juga mengungkap bahwa banyak bantuan kemanusiaan dari Indonesia gagal masuk ke Gaza akibat blokade yang ketat. Menurutnya, dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat sipil dalam gerakan internasional seperti Global March to Gaza.

“Kalau perlu, ratusan ribu orang turun ke lapangan. Kita punya dana, punya niat baik, tapi bantuan kita tidak bisa masuk. Ini yang harus dipecahkan,” tegasnya.

Baca Juga :  BRI KC Tangerang City Hadirkan eBuzz di Alun-Alun Tangerang, Dekatkan Layanan Perbankan ke Masyarakat

Terkait langkah pemerintah yang sempat berencana menampung pengungsi Gaza di Pulau Galang, Riene menyambut positif, namun menekankan bahwa hal tersebut harus dibarengi dengan tekanan diplomatik yang kuat di tingkat internasional.

“Langkah seperti itu bagus, tapi jangan sampai jadi alibi untuk diam terhadap penjajahan. Kita tidak bisa netral ketika keadilan diinjak-injak,” tambahnya.

Terinspirasi dari aktivis iklim Greta Thunberg, Riene berharap gerakan sipil di Indonesia dapat menciptakan tekanan global yang nyata dan konsisten.

Para inisiator berharap, petisi ini menjadi pengingat bahwa suara publik tetap relevan dan mampu memengaruhi kebijakan luar negeri. Mereka berkomitmen melanjutkan aksi solidaritas dalam berbagai bentuk, termasuk diskusi publik, pertunjukan seni, penggalangan dana, hingga keterlibatan dalam misi kemanusiaan internasional.

Berita Terkait

Funfest IKA ITS 2026: Dari Silaturahmi Alumni ke Aksi Sosial dan Pemberdayaan UMKM
Rektor ITS Dorong Hilirisasi Riset dan Penguatan Peran Alumni di Funfest IKA ITS 2026
Revitalisasi Satuan Pendidikan: BEM PTMAI Bukti Tercapainya Menuju Indonesia Emas
Pembacaan Agenda Politik Perempuan dan Rekomendasi Perempuan: Memimpin Keadilan Transformatif dan Ekologis
Halal Bihalal LPH Hidayatullah Dorong Sinergi Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia
KKP Hentikan Sementara Operasional UPI di Denpasar untuk Lindungi Tahura Ngurah Rai
Investasi USD 600 Juta Masuk ke Indonesia, Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar dengan Kapasitas 120.000 TPA Dibangun di KEK Gresik
Palang Merah Indonesia (PMI) Kerja Sama RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 12:53 WIB

Funfest IKA ITS 2026: Dari Silaturahmi Alumni ke Aksi Sosial dan Pemberdayaan UMKM

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Rektor ITS Dorong Hilirisasi Riset dan Penguatan Peran Alumni di Funfest IKA ITS 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 08:00 WIB

Revitalisasi Satuan Pendidikan: BEM PTMAI Bukti Tercapainya Menuju Indonesia Emas

Jumat, 10 April 2026 - 10:16 WIB

Pembacaan Agenda Politik Perempuan dan Rekomendasi Perempuan: Memimpin Keadilan Transformatif dan Ekologis

Kamis, 9 April 2026 - 13:52 WIB

Halal Bihalal LPH Hidayatullah Dorong Sinergi Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia

Berita Terbaru