Kentang: Rahasia di Balik Ketahanan Pangan Dunia

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Suararealitas.co ||Di balik kesederhanaannya sebagai umbi yang sering kita temui di dapur, kentang menyimpan rahasia ketahanan yang luar biasa, menjadikannya salah satu tanaman pangan terpenting di dunia. Kemampuannya untuk tumbuh di berbagai kondisi iklim dan tanah, serta nilai gizinya yang tinggi, telah menjadikannya pahlawan senyap dalam menjaga ketersediaan pangan bagi miliaran orang.

Beberapa rahasia di balik ketahanan kentang yang menjadikannya tanaman pangan yang sangat berharga, kentang memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Ia dapat tumbuh subur di daerah beriklim sedang hingga dingin, bahkan di dataran tinggi tropis. Meskipun menyukai sinar matahari, kentang juga toleran terhadap kondisi cuaca yang bervariasi, termasuk curah hujan yang tidak menentu, asalkan drainase tanahnya baik. Fleksibilitas ini memungkinkan kentang dibudidayakan di hampir setiap benua. Dibandingkan dengan banyak tanaman sereal, kentang menghasilkan biomassa yang lebih tinggi per satuan luas lahan. Artinya, dari sebidang tanah yang sama, kentang dapat menghasilkan lebih banyak kalori dan nutrisi, menjadikannya pilihan efisien untuk lahan pertanian yang terbatas.

Baca Juga :  Opini Mengenai Malpraktik yang Terjadi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Sebagian besar kentang dapat dipanen dalam waktu 90 hingga 120 hari setelah tanam. Siklus tanam yang relatif singkat ini memungkinkan petani untuk melakukan beberapa kali panen dalam setahun beberapa wilayah, atau menanam kentang sebagai tanaman sela di antara tanaman utama lainnya.
Kentang bukan hanya sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk energi, tetapi juga kaya akan vitamin C, vitamin B6, kalium, dan serat. Dengan kulitnya, kentang bahkan menyediakan lebih banyak nutrisi. Ini menjadikannya makanan pokok yang sangat bergizi, terutama di daerah di mana akses terhadap berbagai jenis makanan terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Umbi kentang dapat disimpan untuk jangka waktu yang relatif lama jika disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan berventilasi baik. Kemampuan penyimpanan ini sangat krusial untuk ketahanan pangan, karena memungkinkan pasokan makanan tersedia di luar musim panen dan sebagai cadangan strategis. Meskipun kentang tumbuh paling baik di tanah yang subur dan gembur, beberapa varietas menunjukkan toleransi yang cukup baik terhadap tanah yang kurang ideal, termasuk tanah dengan pH yang bervariasi atau kandungan nutrisi yang tidak terlalu tinggi. Ini membuka peluang budidaya di lahan yang mungkin tidak cocok untuk tanaman lain.

Baca Juga :  Opini: Menjaga Harmoni Antar Dosen Sebagai Fondasi Mutu Akademik

Dari dataran tinggi Andes tempat asalnya hingga meja makan di seluruh dunia, kentang telah membuktikan dirinya sebagai fondasi ketahanan pangan. Rahasianya terletak pada kombinasi unik antara adaptasi lingkungan, efisiensi produksi, dan nilai gizi. Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi, kentang akan terus memainkan peran sentral dalam memastikan bahwa tidak ada yang kelaparan.

Penulis : Jody sopamena

Berita Terkait

Wartawan vs Konten Kreator, Siapa Penjaga Kebenaran di Era AI?
Ketika Advokat Koreksi Negara: Ketuk Pintu MK Demi Tata Kepolisian
Refleksi HPN 2026, Telisik Putusan MK: Dapatkah Mampu Jembatani Norma dan Realitas Praktik Perlindungan Wartawan
Aturan Hak Jawab Kedaluwarsa di Era Digital, Praktisi Pers Mubinoto Amy Ajukan Revisi ke Dewan Pers
Camat dan Sekcam Pasarkemis, Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Natal Bagi Umat Kristiani dan Tahun Baru 2026
Rahmad Sukendar: Ini Bukan Bencana Alam Tapi Pembantaian Ekologis Akibat Pembiaran Negara!
67 Persen Kapolsek di Indonesia Dinilai Tak Kompeten, Rahmad Sukendar Tuding Ada Masalah Serius dalam Sistem Pembinaan Polri
Fenomena Perwira Jadi “Pangkodamar”, Bukan Pelayan Rakyat, Rahmad Sukendar: Polri Harus Reformasi Total dari Sekarang

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:14 WIB

Wartawan vs Konten Kreator, Siapa Penjaga Kebenaran di Era AI?

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:42 WIB

Ketika Advokat Koreksi Negara: Ketuk Pintu MK Demi Tata Kepolisian

Senin, 26 Januari 2026 - 12:35 WIB

Refleksi HPN 2026, Telisik Putusan MK: Dapatkah Mampu Jembatani Norma dan Realitas Praktik Perlindungan Wartawan

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:23 WIB

Aturan Hak Jawab Kedaluwarsa di Era Digital, Praktisi Pers Mubinoto Amy Ajukan Revisi ke Dewan Pers

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:10 WIB

Camat dan Sekcam Pasarkemis, Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Natal Bagi Umat Kristiani dan Tahun Baru 2026

Berita Terbaru