Diskusi Cendekia MPP Pemuda ICMI: Fenomena Kenaikan UKT dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Jakarta– MPP Pemuda ICMI Gelar Diskusi Cendikia Dengan Tema Fenomena Kenaikan UKT Dan Masa Depan Pendidikan Indonesia,  Acara ini berlangsung secara daring dan luring melalui aplikasi zoom.  yang berlokasi di ICMI Center Jl. Warung Jati Timur No. 1, Jakarta Selatan.
Turut hadir secara offline Prof. Dr. Didin Damanhuri SE., MS., DEA(pakar ekonomi pembangunan), Dr. Ismail Rumadan, SH., MH., (Ketua Umum Pemuda ICMI), Al Farizi Thalib (MPP Pemuda ICMI) dan secara daring melalui zoom yakni (Staff Ahli Kemendikbudristek), Prof. Dr. Muhammad Adlin Sila.
Prof. Didin meresponi bahwasanya Kenaikan UKT bukan hanya sekedar fenomena umum, dimana kenaikan ini yang secara viral sudah terjadi di Unsoed, dan jangan lagi menjadi hambatan bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
“Fenomena Kenaikan UKT ini bukan sekedar dimaknai sebagai mahalnya pendidikan, namun harus dilihat, anggaran pendidikan yang diperlukan untuk operasional ini ada dimana dan pos-posnya seperti apa, sebab anggaran pendidikan ini kan sudah ada dianggarkan dan negara wajib hadir sebagai penyelenggara baik Operasional maupun kualitas pendidikannya,” terang Prof. Didin ketika diwawancarai oleh awak media.
Anggaran Pendidikan 2024 Capai Rp665 Triliun atau 20 persen dari APBN, hal ini merupakan anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah.
Adanya transisi pemerintahan yang rencananya akan melakukan pemberian makan siang dan susu gratis kepada anak-anak SD, SMP, dan SMA yang jumlahnya disebut mencapai 44 juta anak tentunya hal ini menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan.
Program makan gratis di sekolah, bukanlah gagasan baru. Banyak negara di dunia, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Cina, India, Brasil, Swedia, Finlandia, Selandia Baru, hingga negara-negara Afrika dan Amerika Latin, sudah lama menggelar program serupa.
Rekor bantuan makan siang gratis terbesar dunia, sejauh ini dipegang oleh India yang membagikannya untuk 90 juta siswa.

Prof. Dr. Didin S Damanhuri SE dalam diskusi ini menyampaikan hal terkait ketahanan ekonomi di Indonesia.
“APBN Indonesia yang memiliki ruang anggaran atau ruang fiskal yang terbatas, harus sangat kreatif dalam rangka pengelolaannya, bilamana ingin tetap menjalankan program makan siang gratis, jangan sampai kalau ruang fiskalnya sudah terbatas, malah menambah jatah dan penumpukan hutang, dimana program makan siang gratis ini terbatas pada beberapa hal prioritas, yakni ibu hamil, balita, murid tingkatan SD-SMU yang berjumlah sebesar 82,9 juta penduduk, sehingga harus menjalankan prinsip Good Governance, jangan anggaran (fiskal) kita sampai bocor lagi,” terang Prof. Didin.
“Pilihannya adalah menambah hutang lagi, atau restrukturisasi anggaran yang ada, dimana yang tidak efisien dan tidak prioritas sebaiknya dihapus, jangan BOS yang diganggu secara anggarannya, sebab BOS itu kan prioritas,” jelas Prof. Didin.
“Restrukturisasi anggaran itu juga harus efektif dan bertahap, dan ini juga harus dapat diterapkan pada bagaimana anggaran yang ada untuk pendidikan ini harus menjadi suatu hal yang secara bijaksana dapat diterima oleh masyarakat dan juga tetap menjaga keberlangsungan pendidikan tinggi di Indonesia,”pungkas Prof. Didin pada awak media.
Baca Juga :  Polda Banten Gelar Anev Ops Aman Nusa II Melalui Video Conference
Baca Juga :  Kasatpol PP DKI soal Segel Papan Reklame: Pemilik Tetap Bandel Lakukan Pengerjaan

Berita Terkait

Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI
Warga Desa Purasari Leuwiliang Antusias Nerima Bantuan Beras untuk Tiga Bulan
Dugaan Pencairan JHT Atas Data Oyoh, BPJS Cimone Diminta Buka Jejak Verifikasi Klaim
Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman
Malam Puncak HUT RI ke-81 RT 019 Meriah, Warga Griya Artha Rancabango Larut dalam Kebersamaan
Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni : Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Akselerasi Penuntasan TB di Sulteng

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Peduli Korban Bencana NTT, Warga RW 012 Semanan Serahkan Bantuan ke TNI

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Warga Desa Purasari Leuwiliang Antusias Nerima Bantuan Beras untuk Tiga Bulan

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Malam Puncak HUT RI ke-81 RT 019 Meriah, Warga Griya Artha Rancabango Larut dalam Kebersamaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni : Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap

Berita Terbaru