Menko PMK Paparkan Soal Perjuangan Merdeka dari Kemiskinan

- Jurnalis

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (19/8) – Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 atau 78 tahun lalu, menjadi tonggak bersejarah yang mengingatkan keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia untuk terbebas dari belenggu penjajahan. Namun seiring berjalannya waktu, perjuangan Bangsa Indonesia saat ini bukan lagi melawan penjajah, tetapi berupaya merdeka dari kemiskinan dan ketimpangan sosial. 

Demikian khutbah Jumat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Masjid Baiturrahman, Kompleks Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Jl. Kebon Sirih No. 14, Jakarta Pusat, Jumat (18/08/2023). 

“Kemerdekaan juga diartikan sebagai kebebasan dari kemiskinan, sebuah tujuan yang diinginkan oleh banyak individu dan masyarakat,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks agama, terang Muhadjir, Al-Qur’an menekankan pentingnya umat Islam untuk tidak meninggalkan generasi masa depan yang lemah dan memerintahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, serta kesehatan fisik dan mental.

“Orang-orang yang kaya bebaskanlah saudara-saudara kalian yang miskin dengan cara-cara yang kalian miliki,” ungkapnya.

Selain menyeru orang-orang kaya untuk berbuat baik kepada orang-orang miskin, sebut Muhadjir, Islam juga menyeru agar orang-orang yang miskin juga terus berupaya mengentaskan diri dari kemiskinannya yakni dengan berusaha dan bekerja. Sebab, untuk mengatasi kemiskinan tidak dapat hanya bergantung pada bantuan sosial semata, tetapi harus melibatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mencari rezeki dan membangun ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Gus Halim: Persepsi Positif Dana Desa Naikkan Citra Pendamping Desa

“Nah ini kita juga harus hati-hati dalam hal pemberian bantuan sosial dari Pemerintah kepada warga tidak mampu jangan sampai kemudian menciptakan mereka jadi tergantung pada bansos. Jangan sampai sebetulnya mereka masih bisa bekerja produktif, tetapi karena ada yang diharapkan yaitu bansos, mereka menjadi malas atau tidak bekerja,” ingatnya. 

Lebih lanjut, Muhadjir menuturkan bahwa saat ini Pemerintah terus fokus dalam upaya memberantas kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem yang ditargetkan mencapai 0 persen pada 2024. Hasilnya, BPS telah merilis penurunan angka kemiskinan ekstrem sebesar 0,62 persen, dari 2,04 persen per Maret 2022 menjadi sebesar 1,12 persen per Maret 2023.

“Tingkat kemiskinan juga turun dari angka 9,75 persen pada September 2022 menjadi 9,36% per Maret 2023,” tambahnya. 

Adapun untuk mewujudkan target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2024, menurut Muhadjir, Pemerintah salah satunya melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terus melakukan berbagai terobosan. 

“TNP2K telah merumuskan 4 sasaran utama untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga di bawah 1 persen. Sasaran tersebut meliputi pemulihan ekonomi, stabilitas harga kebutuhan pokok, tingkat akurasi penetapan sasaran yang tinggi, serta kolaborasi dan komplementaritas pelaksanaan program,” terangnya. 

Lebih jauh dalam khutbahnya, Muhadjir mengungkapkan bahwa di antara negara anggota G-20, Indonesia bersama China dan India menjadi tiga negara yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya di atas 5 persen. Namun demikian, ia menyayangkan di tengah pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat kemiskinan tersebut, statistik menunjukkan pula bahwa angka ketimpangan sosial bangsa Indonesia masih tinggi. 

Baca Juga :  Siap Digelar Akhir Agustus, Muslim Lifefest 2023 Hadirkan 250 Exhibitor dan Acara Menarik

“Angka ketimpangan kita sekarang berada di dalam posisi 3,88. Jadi agak ironis angka pertumbuhan ekonominya naik tetapi ketimpangannya juga ikut naik,” sebutnya. 

Menurut Muhadjir, meskipun beberapa program pemerintah telah dirancang untuk mengatasi masalah tersebut, tantangan ketimpangan masih terus ada. Dalam situasi ini, penting bagi semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama, untuk bersatu dan bekerja sama guna mengurangi kesenjangan sosial yang semakin dalam. 

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Indonesia akan bisa keluar dari persoalan-persoalan yang masih membebani umat dan bangsa ini, dengan ridha dari Allah SWT,” pungkasnya. 

Sebagai informasi, Menko PMK Muhadjir Effendy melaksanakan Salat Jumat di Masjid Baiturrahman Setwapres setelah sebelumnya menghadap Wapres K.H. Ma’ruf Amin untuk melaporkan tentang perkembangan terkini pembangunan kesejahteraan di Papua, termasuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. 

Usai salat dan dzikir yang diimami Muhadjir, ditutup doa bersama yang dipimpin langsung oleh Wapres K.H. Ma’ruf Amin. 

Berita Terkait

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Pererat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat dan Agama Muara Angke, Antisipasi Tawuran Selama Ramadhan
Solidaritas Ramadhan, Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek Gelar Bakti Sosia
TNI Temukan dan Evakuasi Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Pegunungan Krayan Timur, Kalimantan Utara
Pemkab Tangerang Bantah Keras Dinilai Diam, Tegaskan Penanganan Jalan Rusak Terus Berjalan
Tanggapi Perampasan Kendaraan di Pasar Gotong Royong, Kapolsek Pasar Kemis Siap Berantas Premanisme
Bareskrim Periksa Admin Kanal YouTube Pandji Pragiwaksono Terkait Dugaan Penghinaan Suku Toraja
Sistem Antrean Haji Kota Serang Diuji, LESIM Minta Aparat Turun Tangan
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Hadir Di Amerika Serikat Sebagai Instrumen Diplomasi Kultural Presiden Prabowo

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:52 WIB

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Pererat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat dan Agama Muara Angke, Antisipasi Tawuran Selama Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:02 WIB

Solidaritas Ramadhan, Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek Gelar Bakti Sosia

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:06 WIB

TNI Temukan dan Evakuasi Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Pegunungan Krayan Timur, Kalimantan Utara

Kamis, 19 Februari 2026 - 18:02 WIB

Pemkab Tangerang Bantah Keras Dinilai Diam, Tegaskan Penanganan Jalan Rusak Terus Berjalan

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:50 WIB

Tanggapi Perampasan Kendaraan di Pasar Gotong Royong, Kapolsek Pasar Kemis Siap Berantas Premanisme

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

BRI Kanca Serang Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Pengadilan Tinggi Agama

Jumat, 20 Feb 2026 - 17:14 WIB