Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTRencana Lahan Pasar Akan di Revitalisasi, Ratusan Pedagang Pasar Kuta Bumi ProtesKomentar: 0

Rencana Lahan Pasar Akan di Revitalisasi, Ratusan Pedagang Pasar Kuta Bumi Protes

Suara Realitas, 10 Februari 2023, 15:31 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Kabupaten Tangerang – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kabupaten Tangerang, Pasar Niaga Kerta Raharja berencana akan Merevitalisasi lahan Pasar Kuta Bumi pada tahun 2023 ini.
Rencana Revitalisasi tersebut dari adanya surat edaran dalam bentuk pemberitahuan yang ditujukan kepada para pedagang yang berada di kawasan Pasar Kuta Bumi. 
Dalam surat edaran itu, dengan Nomor: 539/III/Perumda.P/2023, Perihal Pemberitahuan Verifikasi Data Pedagang Pasar Kuta Bumi. 
Dengan isi surat tersebut, bahwa Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja akan melakukan Verifikasi data pedagang yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 27 Februari 2023.
Menanggapi akan adanya rencana Revitalisasi tersebut, ratusan para pedagang yang berada di Pasar Kuta Bumi menolak rencana Revitalisasi yang akan dilakukan oleh Perumda Kabupaten Tangerang. 
Menurut keterangan dari ibu-ibu para pedagang yang berdagang di Pasar Kuta Bumi merasa keberatan jika hal tersebut (Revitalisasi-red) dilakukan pada tahun ini. Pasalnya dari kondisi saat ini, sekalipun kondisi sudah terbilang aman dari Covid-19, penghasilan para pedagang masih terbilang belum stabil.
“Menurut pandangan saya, kondisi pasar saat ini masih layak. Kami merasa keberatan dengan adanya rencana revitalisasi Pasar Kuta Bumi,” ujar ibu-ibu tersebut. 
Lanjut dia, apalagi jika dibangun dimasa kondisi seperti ini, pedagang sangat sulit, keramaian dipasar hanya ramai di hari Sabtu dan Minggu saja. 
“Untuk kita mendapatkan beras dua liter aja sulit, buat dagang aja minjem dari kopastam. Apalagi untuk membayar kios yang hargannya tinggi, sama saja mengusir para pedang dari rumahnya,”ujar ibu-ibu para pedagang.
Diketahui dari berbagai sumber, Penolakan Revitalisasi tersebut karena harganya terlalu tinggi dan tidak terjangkau kisaran haraganya mencapai 200 jutaan lebih untuk kios dan untuk lapak sebesar 75 jutaan.*(SR) 
Baca Juga :  Selenggarakan dan Kembangkan Pendidikan di Pelosok, Sekda Kabupaten Tangerang Apresiasi Yayasan Satu Muharam Gunung Kaler
Baca Juga :  Kapoldasu Tinjau Langsung Vaksinasi di Rutan 1 Medan Kanwil Kemenkumham Sumut
Lihat Regional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Regional
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain