Jalan Lintas Ponorogo – Wonogiri Rusak Parah, Warga: “Naik Mesin Rasa Jaran”

- Jurnalis

Jumat, 25 Februari 2022 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jalan Lintas Ponorogo - Wonogiri Rusak Parah, Warga: "Naik Mesin Rasa Jaran"

WONOGIRI – Jalan Lintas Provinsi Ponorogo – Wonogiri kondisinya rusak parah, dan memprihatinkan. Hal itu terlihat dari banyaknya aspal yang retak, dan berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pantauan wartawan di sepanjang Kecamatan Jatisrono sampai dengan Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, didapati setidaknya ada ratusan kerusakan lapisan aspal berupa lubang-lubang, serta keretakan badan jalan.

“Parah mas, bahaya ini. Banyak sekali lubang dan retak-retak aspalnya. Apa lagi pas di tikungan,” ujar Dwi, warga Desa Watangsono, Kecamatan Jatisrono kepada wartawan, Kamis (24/2).

Ia memaparkan, kerusakan jalan utama ini sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, di saat musim penghujan seperti sekarang ini banyak sekali pengguna jalan yang mengalami kecelakaan akibat tergelincir akibat kerusakan jalan, terutama pengguna roda dua.

“Kalau musim hujan seperti sekarang ini, lubang ketutup air sehingga tidak terlihat oleh pengendara. Terutama pengendara sepeda motor,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Sukar, warga Desa Klajon, Kecamatan Slogohimo. Ia menilai, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkesan tebang pilih. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan hanya diprioritaskan di pusat-pusat kota saja.

Baca Juga :  Ciptakan Atmosfer MPP Makin Kondusif dan Nyaman, Walkot Rudi: Berikan Layanan Prima ke Masyarakat

“Lha wong jalan-jalan yang di kota Wonogiri itu bagus-bagus. Tapi kenapa jalanan di desa-desa ngga diperhatikan. Seingat saya sudah lama Jalan Purwantoro – Wonogiri ini ngga diperbaiki. Cuma ditambal-tambalbegitu malah bikin bahaya saja. Jadi seperti ‘Naik Mesin Rasa Jaran’,” ucapnya.

Karno berharap kepada pemerintah agar segera mengambil langkah-langkah serius terhadap kerusakan jalan yang menjadi akses prioritas warga sekitar. “Saya berharap kepada Pak Bupati dan Pak Gubernur untuk segera mengambil langkah serius terhadap keluhan-keluhan kami. Jangan pas mau Pemilu saja mereka turun ke pelosok-pelosok desa,” harapnya.

Sementara itu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Investigasi Independent Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia (BIIPKPPRI) Noto Prayitno mengatakan, pemerintahan Joko Widodo dari periode tahun 2014 memprioritaskan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah pedesaan guna meningkatkan perekonomian bagi masyarakat.

Baca Juga :  Dinilai Sigap Tangani Kasus Anak, Kapolres Pulang Pisau Diganjar Kak Seto Award 2021

“Pemerintahan Jokowi kan fokus di infrastruktur dari periode pertama hingga sekarang. Seharusnya pemerintah pusat melalui jajaran Pemprov dan Pemkab peka terhadap masalah-masalah mendasar di pedesaan. Bupati dan Gubernur kemana?” kata Noto melalui sambungan selulernya, Kamis (24/2).

Ia menambahkan, persoalan pemeliharaan infrastruktur jalan lintas provinsi merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Akan tetapi menurut dia, pemerintah pusat melakukan perbaikan-perbaikan atas dasar laporan serta rekomendasi dari pemerintah daerah.

“Biar pun itu menjadi kewenangan Kementerian PUPR, seharusnya pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait dan kepala daerah memberikan rekomendasi agar memprioritaskan pembangunan terhadap obyek-obyek infrastruktur vital, terutama di kawasan pedesaan. Jangan ada kesan pemerintah daerah tidak menanggapi keluhan warga pedesaan,” cetus pria yang juga berasal dari Wonogiri tersebut.**[Red]

Berita Terkait

DKM Miftahusalam bersama Pengurus RW 12 Peringati Nuzulul Qur’an dan santunan 
Kanwil Kamenag Provinsi Banten Jalankan Program Masjid Ramah Pemudik
Ramadhan, Moralitas Publik, dan Masa Depan Politik Umat
Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 
Hak Jawab dan Klarifikasi Soal Gudang di Limus Nunggal Cileungsi
Enam Tahun Menggantung, Dua Sertifikat PTSL Warga Serang Tak Kunjung Terbit
Urus SHM Tak Kunjung Jadi Sejak 2024, Warga Sepatan Timur Jadi Korban Calo Sertifikat dan Dugaan Keterlibatan Oknum BPN Kabupaten Tangerang
Gotong Royong Warga Tanjung Kait Bersihkan Pesisir, Dukung Penataan Kawasan Pantai

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:47 WIB

DKM Miftahusalam bersama Pengurus RW 12 Peringati Nuzulul Qur’an dan santunan 

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:35 WIB

Kanwil Kamenag Provinsi Banten Jalankan Program Masjid Ramah Pemudik

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:20 WIB

Ramadhan, Moralitas Publik, dan Masa Depan Politik Umat

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:14 WIB

Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:53 WIB

Hak Jawab dan Klarifikasi Soal Gudang di Limus Nunggal Cileungsi

Berita Terbaru

Megapolitan

Terminal Bayangan Marak di Jakbar, Ini Saran Pengamat Transportasi

Minggu, 15 Mar 2026 - 15:13 WIB